<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Akui Kesulitan Kendalikan Kerusuhan di Papua</title><description>Mabes Polri menyangkal jika banyaknya kerusuhan yang terjadi di Papua  akhir-akhir ini berkaitan dengan tambang emas Freeport.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/06/337/642473/polri-akui-kesulitan-kendalikan-kerusuhan-di-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/06/337/642473/polri-akui-kesulitan-kendalikan-kerusuhan-di-papua"/><item><title>Polri Akui Kesulitan Kendalikan Kerusuhan di Papua</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/06/337/642473/polri-akui-kesulitan-kendalikan-kerusuhan-di-papua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/06/337/642473/polri-akui-kesulitan-kendalikan-kerusuhan-di-papua</guid><pubDate>Rabu 06 Juni 2012 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/06/337/642473/rOapytB5yK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/06/337/642473/rOapytB5yK.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mabes Polri menyangkal jika banyaknya kerusuhan yang terjadi di Papua akhir-akhir ini berkaitan dengan tambang emas Freeport. Hal tersebut diungkapkan oleh Kabareskrim Mabes Polri, Irjen (Pol) Sutarman usai menggelar rapat dengan tim pengawas Century di DPR.&quot;Tidak ada, selisih antar kampung saja, berawal dari masalah kecil. Masalah kecilpun kadang mereka membawa sukunya menyerang suku lain sehingga terjadi kerusuhan,&quot; tuturnya kepada wartawan di DPR, Jakarta, Rabu (06/06/2012).Menurut Sutarman, kepolisian mengalami kesulitan dalam melakukan upaya penanganan terhadap banyaknya kerusuhan yang terjadi di Papua. Kendati demikian, Mabes Polri jauh-jauh hari telah mengirimkan personil untuk pengamanan di Papua.&quot;Kita tidak siaga satu tetapi tim kita kirim kesana untuk diakukan back up. Kita sudah ada disana lama, komunikasi antar daerah sulit dan juga transportasi juga sulit, sehingga kejadian yang melibatkan massa banyak juga membutuhkan transport yang juga sulit,&quot; paparnya.Selain upaya melakukan pengendalian keamanan, pihak kepolisian juga memberikan upaya bantuan penyelesaian masalah atau konflik dengan cara diplomasi adat.&quot;Kalau memang bisa diselesaikan secara adat kita dorong sehingga persoalan selesai tanpa melibatkan masyarakat banyak. Kalau bisa diselesaikan masyarakat sendiri kita akan mendorong,&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mabes Polri menyangkal jika banyaknya kerusuhan yang terjadi di Papua akhir-akhir ini berkaitan dengan tambang emas Freeport. Hal tersebut diungkapkan oleh Kabareskrim Mabes Polri, Irjen (Pol) Sutarman usai menggelar rapat dengan tim pengawas Century di DPR.&quot;Tidak ada, selisih antar kampung saja, berawal dari masalah kecil. Masalah kecilpun kadang mereka membawa sukunya menyerang suku lain sehingga terjadi kerusuhan,&quot; tuturnya kepada wartawan di DPR, Jakarta, Rabu (06/06/2012).Menurut Sutarman, kepolisian mengalami kesulitan dalam melakukan upaya penanganan terhadap banyaknya kerusuhan yang terjadi di Papua. Kendati demikian, Mabes Polri jauh-jauh hari telah mengirimkan personil untuk pengamanan di Papua.&quot;Kita tidak siaga satu tetapi tim kita kirim kesana untuk diakukan back up. Kita sudah ada disana lama, komunikasi antar daerah sulit dan juga transportasi juga sulit, sehingga kejadian yang melibatkan massa banyak juga membutuhkan transport yang juga sulit,&quot; paparnya.Selain upaya melakukan pengendalian keamanan, pihak kepolisian juga memberikan upaya bantuan penyelesaian masalah atau konflik dengan cara diplomasi adat.&quot;Kalau memang bisa diselesaikan secara adat kita dorong sehingga persoalan selesai tanpa melibatkan masyarakat banyak. Kalau bisa diselesaikan masyarakat sendiri kita akan mendorong,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
