<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dilaporkan ke Polisi, Komisi III: ICW Enggak Punya Kerjaan</title><description>Wakil Ketua Komisi III DPR, Nasir Djamil mengkritik Indonesia Corruption Watch dan Koalisi Pemantau Pengadilan, yang melaporkan beberapa anggota Komisi III termasuk dirinya, ke Mabes Polri, Kamis kemarin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/08/339/643469/dilaporkan-ke-polisi-komisi-iii-icw-enggak-punya-kerjaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/08/339/643469/dilaporkan-ke-polisi-komisi-iii-icw-enggak-punya-kerjaan"/><item><title>Dilaporkan ke Polisi, Komisi III: ICW Enggak Punya Kerjaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/08/339/643469/dilaporkan-ke-polisi-komisi-iii-icw-enggak-punya-kerjaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/08/339/643469/dilaporkan-ke-polisi-komisi-iii-icw-enggak-punya-kerjaan</guid><pubDate>Jum'at 08 Juni 2012 04:30 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/07/339/643469/hr8Qi9Vmzk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/07/339/643469/hr8Qi9Vmzk.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR, Nasir Djamil mengkritik Indonesia Corruption Watch dan Koalisi Pemantau Pengadilan, yang melaporkan beberapa anggota Komisi III termasuk dirinya, ke Mabes Polri, Kamis kemarin.
&amp;nbsp;
Kedua LSM tersebut melaporkan empat anggota Komisi III, yakni Azis Syamsuddin (F-PG), Nasir Djamil (F-PKS), Syarifudin Sudding (F-Hanura), dan Aboe Bakar Al Habsy (F-PKS) dengan tuduhan menghalang-halangi proses pengadilan&amp;nbsp; terkait kasus korupsi yang melibatkan Ketua DPRD Semarang dan Wali Kota Semarang.
&amp;nbsp;
Nasir mengatakan, selain tidak paham sistem ketatanegaraan, ICW dan KPP juga seperti tak punya kerjaan, sehingga terkesan mencari-cari isu untuk dimainkan.
&amp;nbsp;
&quot;Ngawur. ICW diharapkan membantu rakyat Indonesia dan KPK untuk mengusut tuntas Century dan Hambalang.&amp;nbsp; Ketimbang melaporkan Komisi III ke Polri. Ini menunjukkan bahwa aktivis ICW tak paham ketatanegaraan dan hukum acara,&quot; ungkap Nasir kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/6/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Wajar kalau Prof Yusril Ihza Mahendra mempertanyakan dan mengatakan bahwa ICW itu organisasi ilegal,&quot; kata dia lagi.
&amp;nbsp;
Nasir mengaku prihatin dengan laporan tersebut karena terkesan mengada-ada. &amp;ldquo;ICW kan selama ini enggak ada isu yang mereka mainkan. Nah, ini mumpung ada isu ya mereka mau muncul lagi setelah lama tenggelam,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
&quot;Saya prihatin kok teman-teman ICW seperti enggak punya kerjaan lagi?&quot;</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR, Nasir Djamil mengkritik Indonesia Corruption Watch dan Koalisi Pemantau Pengadilan, yang melaporkan beberapa anggota Komisi III termasuk dirinya, ke Mabes Polri, Kamis kemarin.
&amp;nbsp;
Kedua LSM tersebut melaporkan empat anggota Komisi III, yakni Azis Syamsuddin (F-PG), Nasir Djamil (F-PKS), Syarifudin Sudding (F-Hanura), dan Aboe Bakar Al Habsy (F-PKS) dengan tuduhan menghalang-halangi proses pengadilan&amp;nbsp; terkait kasus korupsi yang melibatkan Ketua DPRD Semarang dan Wali Kota Semarang.
&amp;nbsp;
Nasir mengatakan, selain tidak paham sistem ketatanegaraan, ICW dan KPP juga seperti tak punya kerjaan, sehingga terkesan mencari-cari isu untuk dimainkan.
&amp;nbsp;
&quot;Ngawur. ICW diharapkan membantu rakyat Indonesia dan KPK untuk mengusut tuntas Century dan Hambalang.&amp;nbsp; Ketimbang melaporkan Komisi III ke Polri. Ini menunjukkan bahwa aktivis ICW tak paham ketatanegaraan dan hukum acara,&quot; ungkap Nasir kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/6/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Wajar kalau Prof Yusril Ihza Mahendra mempertanyakan dan mengatakan bahwa ICW itu organisasi ilegal,&quot; kata dia lagi.
&amp;nbsp;
Nasir mengaku prihatin dengan laporan tersebut karena terkesan mengada-ada. &amp;ldquo;ICW kan selama ini enggak ada isu yang mereka mainkan. Nah, ini mumpung ada isu ya mereka mau muncul lagi setelah lama tenggelam,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
&quot;Saya prihatin kok teman-teman ICW seperti enggak punya kerjaan lagi?&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
