<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Korupsi Lebih Bahaya dari Teroris&quot;</title><description>Hal tersebut disampaikan Ketua GEPAK, Thoriq Mahmud, saat membuka  Kongres ke I gerakan pemuda itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/09/339/644141/korupsi-lebih-bahaya-dari-teroris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/09/339/644141/korupsi-lebih-bahaya-dari-teroris"/><item><title>&quot;Korupsi Lebih Bahaya dari Teroris&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/09/339/644141/korupsi-lebih-bahaya-dari-teroris</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/09/339/644141/korupsi-lebih-bahaya-dari-teroris</guid><pubDate>Sabtu 09 Juni 2012 04:03 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/09/339/644141/wKbDzw566J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/09/339/644141/wKbDzw566J.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GEPAK) mendesak agar pemerintah  dapat memberikan hukuman mati bagi para koruptor di Indonesia. Hal  tersebut dimaksudkan agar memberikan efek jera bagi koruptor.  Hal tersebut disampaikan Ketua GEPAK, Thoriq Mahmud, saat membuka  Kongres ke I gerakan pemuda itu.  &quot;Untuk memberantas korupsi harus ada upaya yang keras. Kami mendesak ada  hukuman mati terhadap pelaku korupsi,&quot; kata Thoriq &amp;nbsp;di Jakarta, Jumat  (8/6/2012).  Selain pemberian sanksi berat, lanjut Thoriq, untuk mencegah korupsi  upaya menumbuhkan tata kehidupan masyarakat yang transparan dan  akuntable perlu terus dilakukan.  &quot;Dampak dari kejahatan korupsi lebih berbahaya dari kejahatan teroris.  Koruptor telah membunuh rakyat Indonesia secara perlahan,&quot; tandasnya.  Gepak yang lahir tiga tahun lalu itu, fokus kepada upaya pencegahan  korupsi. Hal tersebut dilakukan dengan cara pencegahan dilakukan dengan  menggelar bermacam kegiatan pendidikan anti korupsi. Hal itu dilakukan  mulai dari sasaran siswa di sekolah-sekolah. &quot;Itu dilakukan untuk  memotong generasi yang korup,&quot; terangnya.  Kongres ke-1 Gepak yang di gelar di Gedung Pusdiklat Mensesneg, Jakarta Selatan itu, salah satunya digelar untuk mematangkan program pendidikan  anti-korupsi. Dalam kongres tersebut, rencananya juga akan memutuskan,  bahwa Gepak akan mewacanakan 'Sumpah Pemuda Jilid Dua'. Hadir dalam pembukaan kongres wakil dari KPK, Direktur Pendidikan dan  Pelayanan Masyarakat KPK, Dedi Arahin.</description><content:encoded>JAKARTA - Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GEPAK) mendesak agar pemerintah  dapat memberikan hukuman mati bagi para koruptor di Indonesia. Hal  tersebut dimaksudkan agar memberikan efek jera bagi koruptor.  Hal tersebut disampaikan Ketua GEPAK, Thoriq Mahmud, saat membuka  Kongres ke I gerakan pemuda itu.  &quot;Untuk memberantas korupsi harus ada upaya yang keras. Kami mendesak ada  hukuman mati terhadap pelaku korupsi,&quot; kata Thoriq &amp;nbsp;di Jakarta, Jumat  (8/6/2012).  Selain pemberian sanksi berat, lanjut Thoriq, untuk mencegah korupsi  upaya menumbuhkan tata kehidupan masyarakat yang transparan dan  akuntable perlu terus dilakukan.  &quot;Dampak dari kejahatan korupsi lebih berbahaya dari kejahatan teroris.  Koruptor telah membunuh rakyat Indonesia secara perlahan,&quot; tandasnya.  Gepak yang lahir tiga tahun lalu itu, fokus kepada upaya pencegahan  korupsi. Hal tersebut dilakukan dengan cara pencegahan dilakukan dengan  menggelar bermacam kegiatan pendidikan anti korupsi. Hal itu dilakukan  mulai dari sasaran siswa di sekolah-sekolah. &quot;Itu dilakukan untuk  memotong generasi yang korup,&quot; terangnya.  Kongres ke-1 Gepak yang di gelar di Gedung Pusdiklat Mensesneg, Jakarta Selatan itu, salah satunya digelar untuk mematangkan program pendidikan  anti-korupsi. Dalam kongres tersebut, rencananya juga akan memutuskan,  bahwa Gepak akan mewacanakan 'Sumpah Pemuda Jilid Dua'. Hadir dalam pembukaan kongres wakil dari KPK, Direktur Pendidikan dan  Pelayanan Masyarakat KPK, Dedi Arahin.</content:encoded></item></channel></rss>
