<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aneh, Anggaran Hambalang Tak Dibahas di Banggar DPR</title><description>Mantan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR, Taslim Chaniago, mengaku  dirinya tidak mengetahui pembahasan pengajuan tambahan anggaran (multiyears) dalam proyek pembangunan sport centre di Hambalang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/09/339/644251/aneh-anggaran-hambalang-tak-dibahas-di-banggar-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/09/339/644251/aneh-anggaran-hambalang-tak-dibahas-di-banggar-dpr"/><item><title>Aneh, Anggaran Hambalang Tak Dibahas di Banggar DPR</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/09/339/644251/aneh-anggaran-hambalang-tak-dibahas-di-banggar-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/09/339/644251/aneh-anggaran-hambalang-tak-dibahas-di-banggar-dpr</guid><pubDate>Sabtu 09 Juni 2012 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/09/339/644251/78OLTzXs2r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyek Hambalang (Foto: Heru/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/09/339/644251/78OLTzXs2r.jpg</image><title>Proyek Hambalang (Foto: Heru/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR, Taslim Chaniago, mengaku dirinya tidak mengetahui pembahasan pengajuan tambahan anggaran (multiyears) dalam proyek pembangunan sport centre di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
&amp;nbsp;
&quot;Saya enggak ikut. Saya juga enggak tahu,&quot; kata Taslim usai mengikuti diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (9/6/2012).
&amp;nbsp;
Bahkan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menegaskan saat dirinya masih duduk sebagai anggota Banggar DPR, tidak ada pembahasan terkait Hambalang sama sekali. &quot;Tapi memang di Banggar saat itu tidak ada pembahasan itu (Hambalang),&quot; tegas Taslim.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, Taslim menyangkal pengunduran dirinya dari keanggotaan di Banggar karena permasalah Hambalang. Namun, dia juga menyayangkan bagaimana proses pengajuan anggaran multiyears tersebut bisa lolos dari Banggar.
&amp;nbsp;
&quot;Yang buat saya keluar, saya gak nyaman dengan ruang yang anggarannya tidak masuk akal. Ruang 10 x 10 meter rehabnya sampai Rp20 miliar. Kursi saja satunya seharga Rp24 juta. Saya gak mau terseret dengan hal yang aneh-aneh di Banggar. Seperti sekarang terungkap kasus hambalang yang kita di Banggar tidak tahu tapi bisa lolos. Ini kan sesuatu yang disembunyikan,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Keanehan anggaran Hambalang tak hanya misterius di Banggar DPR. Anggota Komisi X pun mengaku tak ada pembahasan mengenai hal tersebut. Yang jelas faktanya kami komisi X belum membahas ini (rapat kerja khusus). Kami betul-betul tidak memiliki informasi yang cukup bagaimana pengambilan keputusan dan anggaran dan ini tidak pernah dibahas dalam komisi X,&quot; ungkap anggota Komisi X DPR, Zulfadhli, beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
Zulfadhli menyatakan setelah pengajuan permohonan penambahan anggaran untuk pembangunan pusat olahraga Hambalang tidak disetujui, Komisi X berkeinginan untuk membahas masalah tersebut dalam rapat kerja khusus dengan Kemenpora.
&amp;nbsp;
&quot;Namun, sampai akhir tahun anggaran 2010 tidak ada Raker dengan Menpora khusus untuk Hambalang,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Setelah ditelusuri, ternyata pemberian izin atas pengajuan penambahan dana tersebut diperoleh dari Menteri Keuangan. Terkait hal ini, Komisi X mengaku tidak tahu-menahu mengenai mekanisme pengambilan keputusan oleh Menkeu.
&amp;nbsp;
&quot;Tiba-tiba anggaran ini sudah tersedia dalam APBN. Pada saat usulan adanya tambahan itulah kami baru tahu bahwa permohonan ini disetujui oleh Menkeu lewat multiyears. Kami kaget, tiba-tiba sudah disetujui oleh Menkeu,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Menanggapi hal tersebut, Komisi X mempertanyakan atas dasar apa Menkeu mengeluarkan keputusan kontroversial itu. &quot;Keputusan Menkeu yang menyatakan bahwa ini multiyears juga harus dipertanyakan, dasarnya apa,&quot; sambung Zulfadhli.
&amp;nbsp;
Zulfadhli menambahkan, hal itulah yang melatarbelakangi Komisi X untuk membentuk panitia kerja (Panja). Dalam kaitan ini Komisi X menilai terdapat kejanggalan dalam pengambilan keputusan tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Faktanya di Komisi X tidak ada rapat khusus tentang itu. Makanya kita bentuk Panja. Kita menemukan kejanggalan ketika kita diminta permintaan dana tambahan yang besar,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR, Taslim Chaniago, mengaku dirinya tidak mengetahui pembahasan pengajuan tambahan anggaran (multiyears) dalam proyek pembangunan sport centre di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
&amp;nbsp;
&quot;Saya enggak ikut. Saya juga enggak tahu,&quot; kata Taslim usai mengikuti diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (9/6/2012).
&amp;nbsp;
Bahkan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menegaskan saat dirinya masih duduk sebagai anggota Banggar DPR, tidak ada pembahasan terkait Hambalang sama sekali. &quot;Tapi memang di Banggar saat itu tidak ada pembahasan itu (Hambalang),&quot; tegas Taslim.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, Taslim menyangkal pengunduran dirinya dari keanggotaan di Banggar karena permasalah Hambalang. Namun, dia juga menyayangkan bagaimana proses pengajuan anggaran multiyears tersebut bisa lolos dari Banggar.
&amp;nbsp;
&quot;Yang buat saya keluar, saya gak nyaman dengan ruang yang anggarannya tidak masuk akal. Ruang 10 x 10 meter rehabnya sampai Rp20 miliar. Kursi saja satunya seharga Rp24 juta. Saya gak mau terseret dengan hal yang aneh-aneh di Banggar. Seperti sekarang terungkap kasus hambalang yang kita di Banggar tidak tahu tapi bisa lolos. Ini kan sesuatu yang disembunyikan,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Keanehan anggaran Hambalang tak hanya misterius di Banggar DPR. Anggota Komisi X pun mengaku tak ada pembahasan mengenai hal tersebut. Yang jelas faktanya kami komisi X belum membahas ini (rapat kerja khusus). Kami betul-betul tidak memiliki informasi yang cukup bagaimana pengambilan keputusan dan anggaran dan ini tidak pernah dibahas dalam komisi X,&quot; ungkap anggota Komisi X DPR, Zulfadhli, beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
Zulfadhli menyatakan setelah pengajuan permohonan penambahan anggaran untuk pembangunan pusat olahraga Hambalang tidak disetujui, Komisi X berkeinginan untuk membahas masalah tersebut dalam rapat kerja khusus dengan Kemenpora.
&amp;nbsp;
&quot;Namun, sampai akhir tahun anggaran 2010 tidak ada Raker dengan Menpora khusus untuk Hambalang,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Setelah ditelusuri, ternyata pemberian izin atas pengajuan penambahan dana tersebut diperoleh dari Menteri Keuangan. Terkait hal ini, Komisi X mengaku tidak tahu-menahu mengenai mekanisme pengambilan keputusan oleh Menkeu.
&amp;nbsp;
&quot;Tiba-tiba anggaran ini sudah tersedia dalam APBN. Pada saat usulan adanya tambahan itulah kami baru tahu bahwa permohonan ini disetujui oleh Menkeu lewat multiyears. Kami kaget, tiba-tiba sudah disetujui oleh Menkeu,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Menanggapi hal tersebut, Komisi X mempertanyakan atas dasar apa Menkeu mengeluarkan keputusan kontroversial itu. &quot;Keputusan Menkeu yang menyatakan bahwa ini multiyears juga harus dipertanyakan, dasarnya apa,&quot; sambung Zulfadhli.
&amp;nbsp;
Zulfadhli menambahkan, hal itulah yang melatarbelakangi Komisi X untuk membentuk panitia kerja (Panja). Dalam kaitan ini Komisi X menilai terdapat kejanggalan dalam pengambilan keputusan tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Faktanya di Komisi X tidak ada rapat khusus tentang itu. Makanya kita bentuk Panja. Kita menemukan kejanggalan ketika kita diminta permintaan dana tambahan yang besar,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
