<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nasib Anas Menggantung, Rugikan  Demokrat di 2014</title><description>Opini miring seputar nasib Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum jika terus berlangsung hingga 2014 akan merugikan partai berlambang bintang mercy tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/16/339/648209/nasib-anas-menggantung-rugikan-demokrat-di-2014</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/16/339/648209/nasib-anas-menggantung-rugikan-demokrat-di-2014"/><item><title>Nasib Anas Menggantung, Rugikan  Demokrat di 2014</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/16/339/648209/nasib-anas-menggantung-rugikan-demokrat-di-2014</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/16/339/648209/nasib-anas-menggantung-rugikan-demokrat-di-2014</guid><pubDate>Sabtu 16 Juni 2012 04:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/15/339/648209/CKOsMGR7VS.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/15/339/648209/CKOsMGR7VS.jpeg</image><title>Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (Koran SI)</title></images><description>DENPASAR - Opini miring seputar nasib Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum jika terus berlangsung hingga 2014 akan merugikan partai berlambang bintang mercy tersebut.
&amp;nbsp;
Karena itu, jajaran pengurus DPD mulai gerah, dan meminta agar kasus korupsi yang diduga menyeret elit partai secepatnya dituntaskan.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Pada kampanye Partai Demokrat&amp;nbsp; tahun 2009 temanya antikorupsi tentu kasus seperti Nazarudin menjadi stigma kurang baik dan faktanya ada penurunan kepercayaan publik ini yang&amp;nbsp; kami harus bersihkan,&amp;rdquo; kata Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta, Jumat (15/6/2012).
&amp;nbsp;
Aparat hukum harus secepatanya menangani kasus korupsi yang disangkakan untuk membuktikan secara hukum keterlibatan kader partai yang dibidani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.
&amp;nbsp;
Ditanya soal wacana pelengseran Anas yang diduga terlibat korupsi Wisma Atlet, Mudarta mengatakan bahwa dalam AD/ART tidak diatur soal penonaktifan
&amp;nbsp;
Dari sisi aturan organisasi tidak ada&amp;nbsp; pelanggaran AD/ ART yang dilakukan Anas. Jadi, belum ada alasan untuk meminta kader yang diduga terlibat korupsi untuk mundur.
&amp;nbsp;
Dia juga membantah ada perpecahan di kalangan pengurus DPD menyikapi posisi Anas yang banyak diterpa isu tak sedap seputar korupsi.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Pascakongres tidak ada kubu kubuan kami semua tetap dalam satu rumah, kami tetap &amp;nbsp;kompak satu arah untuk melaksanakan kebijakan dan garis politik&amp;nbsp; partai yang cerdas bersih dan santun,&amp;rdquo; kata pengusaha sukses ini.
&amp;nbsp;
Namun, mereka berharap kasus korupsi yang saat ini membelit partai demokrat bisa secepatnya tuntas.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Jangan sampai menggantung, kalau kasusnya terus digoreng sampai tahun 2014 tentu sangat merugikan kepentingan partai,&amp;rdquo; tegasnya lagi.</description><content:encoded>DENPASAR - Opini miring seputar nasib Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum jika terus berlangsung hingga 2014 akan merugikan partai berlambang bintang mercy tersebut.
&amp;nbsp;
Karena itu, jajaran pengurus DPD mulai gerah, dan meminta agar kasus korupsi yang diduga menyeret elit partai secepatnya dituntaskan.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Pada kampanye Partai Demokrat&amp;nbsp; tahun 2009 temanya antikorupsi tentu kasus seperti Nazarudin menjadi stigma kurang baik dan faktanya ada penurunan kepercayaan publik ini yang&amp;nbsp; kami harus bersihkan,&amp;rdquo; kata Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta, Jumat (15/6/2012).
&amp;nbsp;
Aparat hukum harus secepatanya menangani kasus korupsi yang disangkakan untuk membuktikan secara hukum keterlibatan kader partai yang dibidani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.
&amp;nbsp;
Ditanya soal wacana pelengseran Anas yang diduga terlibat korupsi Wisma Atlet, Mudarta mengatakan bahwa dalam AD/ART tidak diatur soal penonaktifan
&amp;nbsp;
Dari sisi aturan organisasi tidak ada&amp;nbsp; pelanggaran AD/ ART yang dilakukan Anas. Jadi, belum ada alasan untuk meminta kader yang diduga terlibat korupsi untuk mundur.
&amp;nbsp;
Dia juga membantah ada perpecahan di kalangan pengurus DPD menyikapi posisi Anas yang banyak diterpa isu tak sedap seputar korupsi.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Pascakongres tidak ada kubu kubuan kami semua tetap dalam satu rumah, kami tetap &amp;nbsp;kompak satu arah untuk melaksanakan kebijakan dan garis politik&amp;nbsp; partai yang cerdas bersih dan santun,&amp;rdquo; kata pengusaha sukses ini.
&amp;nbsp;
Namun, mereka berharap kasus korupsi yang saat ini membelit partai demokrat bisa secepatnya tuntas.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Jangan sampai menggantung, kalau kasusnya terus digoreng sampai tahun 2014 tentu sangat merugikan kepentingan partai,&amp;rdquo; tegasnya lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
