<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Giliran Undar Jombang Klarifikasi ke Polda Jatim</title><description>Buntut tertangkapnya Sucipto (41), warga Jalan Hasanudiin Malang, Jawa Timur, membuat  sejumlah universitas yang dicatut melakukan klarifikasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/19/519/649519/giliran-undar-jombang-klarifikasi-ke-polda-jatim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/19/519/649519/giliran-undar-jombang-klarifikasi-ke-polda-jatim"/><item><title>Giliran Undar Jombang Klarifikasi ke Polda Jatim</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/19/519/649519/giliran-undar-jombang-klarifikasi-ke-polda-jatim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/19/519/649519/giliran-undar-jombang-klarifikasi-ke-polda-jatim</guid><pubDate>Selasa 19 Juni 2012 00:32 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/18/519/649519/rCbV3Jz2sz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Barang bukti ijazah palsu (foto: Nurul Arifin/ Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/18/519/649519/rCbV3Jz2sz.jpg</image><title>Barang bukti ijazah palsu (foto: Nurul Arifin/ Okezone)</title></images><description>SURABAYA - Buntut tertangkapnya Sucipto (41), warga Jalan Hasanudiin Malang, Jawa Timur, membuat sejumlah universitas yang dicatut melakukan klarifikasi. Setelah Universitas Dokter Soetomo (Unitomo) Surabaya dan Universitas Merdeka (Unmer) Malang membantah terlibat, kali ini giliran Universitas Darul 'Ulum (Undar) Jombang. Pihak kampus yang berlokasi di Jalan Merdeka, Jombang, itu mengirimkan surat klarifikasi ke Polda Jatim. &quot;Kami sudah kirimkan klarifikasi ke Polda Jatim bahwa dua mahasiswa dalam ijazah yang diamankan tidak terdaftar dalam buku induk fakultas,&quot; kata Pembantu Dekan 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Undar Jombang, Hasan Afandi, kepada Okezone, Senin (18/6/2012). Data yang dihimpun, dua lembar Ijazah yang disita dari tangan Sucipto yakni&amp;nbsp; ijazah bernomor 1210163 atas nama Ramery Putra Murty Fakultas Hukum dengan Program Studi Ilmu Hukum dan lulus program pendidikan S-1 pada 22 Januari 2012. Dan ijazah dengan nomor seri&amp;nbsp; 1160267 atas nama Dodi Arista Fakultas Ekonomi dengan Prodi Manajemen serta telah Lulus S-1 pada 20 Juli 2011. Dua lembar ijazah tersebut terdapat tanda tangan Rektor H Lukman Hakim Musta'in SH., M.Hum. &quot;Pelaku mengatasnamakan H Lukman Hakim tapi dipalsukan,&quot; kata Hasan. Hasan juga mengatakan, beberapa waktu lalu petugas Polda Jatim mendatangi kampus Undar untuk meminta keterangan terkait dua ijazah yang disita. Pihaknya telah memberikan surat keterangan bahwa dua mahasiswa itu tidak ada dalam database Fakultas Hukum dengan Dekan, Dr. Mufarijul Ihwan, dan Fakultas Ekonomi dengan Dekan, Asnawi, SE., M.Si. &quot;Karena tanda tangan kami rawan dipalsukan maka kami minta Rektor untuk tetap konfirmasi ke Polda,&quot; terang Hasan. Terkait kejadian ini, pihaknya berjanji akan memperbaiki kualitas dan kuantitas kertas Ijazah agar tidak mudah dipalsukan.&amp;nbsp; Menurutnya, Rektor Undar bersedia jika harus dimintai keterangan oleh pihak Polda Jatim atas kasus ijazah palsu itu. &quot;Jika memang diperlukan seharusnya siap. Tapi saat ini pak Rektor masih berada di Malaysia. Saya belum konfirmasi,&quot; tukas Hasan.</description><content:encoded>SURABAYA - Buntut tertangkapnya Sucipto (41), warga Jalan Hasanudiin Malang, Jawa Timur, membuat sejumlah universitas yang dicatut melakukan klarifikasi. Setelah Universitas Dokter Soetomo (Unitomo) Surabaya dan Universitas Merdeka (Unmer) Malang membantah terlibat, kali ini giliran Universitas Darul 'Ulum (Undar) Jombang. Pihak kampus yang berlokasi di Jalan Merdeka, Jombang, itu mengirimkan surat klarifikasi ke Polda Jatim. &quot;Kami sudah kirimkan klarifikasi ke Polda Jatim bahwa dua mahasiswa dalam ijazah yang diamankan tidak terdaftar dalam buku induk fakultas,&quot; kata Pembantu Dekan 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Undar Jombang, Hasan Afandi, kepada Okezone, Senin (18/6/2012). Data yang dihimpun, dua lembar Ijazah yang disita dari tangan Sucipto yakni&amp;nbsp; ijazah bernomor 1210163 atas nama Ramery Putra Murty Fakultas Hukum dengan Program Studi Ilmu Hukum dan lulus program pendidikan S-1 pada 22 Januari 2012. Dan ijazah dengan nomor seri&amp;nbsp; 1160267 atas nama Dodi Arista Fakultas Ekonomi dengan Prodi Manajemen serta telah Lulus S-1 pada 20 Juli 2011. Dua lembar ijazah tersebut terdapat tanda tangan Rektor H Lukman Hakim Musta'in SH., M.Hum. &quot;Pelaku mengatasnamakan H Lukman Hakim tapi dipalsukan,&quot; kata Hasan. Hasan juga mengatakan, beberapa waktu lalu petugas Polda Jatim mendatangi kampus Undar untuk meminta keterangan terkait dua ijazah yang disita. Pihaknya telah memberikan surat keterangan bahwa dua mahasiswa itu tidak ada dalam database Fakultas Hukum dengan Dekan, Dr. Mufarijul Ihwan, dan Fakultas Ekonomi dengan Dekan, Asnawi, SE., M.Si. &quot;Karena tanda tangan kami rawan dipalsukan maka kami minta Rektor untuk tetap konfirmasi ke Polda,&quot; terang Hasan. Terkait kejadian ini, pihaknya berjanji akan memperbaiki kualitas dan kuantitas kertas Ijazah agar tidak mudah dipalsukan.&amp;nbsp; Menurutnya, Rektor Undar bersedia jika harus dimintai keterangan oleh pihak Polda Jatim atas kasus ijazah palsu itu. &quot;Jika memang diperlukan seharusnya siap. Tapi saat ini pak Rektor masih berada di Malaysia. Saya belum konfirmasi,&quot; tukas Hasan.</content:encoded></item></channel></rss>
