<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hadir di Acara Muhammadiyah, Boediono Kenang Masa Kecil</title><description>Di hadapan para pimpinan Muhammadiyah, Boediono  memuji salah satu aspek yang ditekuni salah satu Ormas Islam terbesar di  Indonesia itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/21/337/651126/hadir-di-acara-muhammadiyah-boediono-kenang-masa-kecil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/21/337/651126/hadir-di-acara-muhammadiyah-boediono-kenang-masa-kecil"/><item><title>Hadir di Acara Muhammadiyah, Boediono Kenang Masa Kecil</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/21/337/651126/hadir-di-acara-muhammadiyah-boediono-kenang-masa-kecil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/21/337/651126/hadir-di-acara-muhammadiyah-boediono-kenang-masa-kecil</guid><pubDate>Kamis 21 Juni 2012 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Herdiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/21/337/651126/jGUNrwRRjQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Boediono (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/21/337/651126/jGUNrwRRjQ.jpg</image><title>Boediono (Foto: Koran SI)</title></images><description>BANDUNG - Wakil Presiden Boediono membuka Tanwir Muhammmadiyah di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, pagi tadi. Tema yang diangkat Tanwir tahun ini adalah &amp;ldquo;Gerakan Pencerahan, Solusi untuk Bangsa&amp;rdquo;.Di hadapan para pimpinan, pengurus, dan anggota Muhammadiyah, Boediono memuji salah satu aspek yang ditekuni salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia itu, yakni bidang pendidikan.&amp;ldquo;Suatu kenyataan yang tidak terbantahkan bahwa Muhammadiyah, sejak berdiri 100 tahun lalu, banyak memberikan kontribusi kepada bangsa. Masyarakat kita telah merasakan manfaat dari kegiatan-kegiatan Muhammadiyah terutama di bidang pendidikan, kesehatan, sosial-ekonomi dan dakwah. Kita boleh bersyukur memiliki Muhammadiyah,&quot; ungkap Boediono, Kamis (21/6/2012).Boediono mengakui kegiatan pendidikan Muhammadiyah sangat maju. Dia sendiri merasakan manfaat dari Muhammadiyah.Beodiono pun menceritakan kenangannya saat bersekolah di sebuah SD Muhammadiyah di Blitar pada 1950.&amp;ldquo;Pada waktu itu, jumlah SD (saat itu bernama Sekolah Rakyat) Negeri di kota saya sangat terbatas. Maka, keberadaan SD Muhammadiyah sangat membantu anak-anak yang tidak bisa tertampung di SD-SD negeri. Saya termasuk anak-anak itu,&amp;rdquo; tuturnya.Waktu itu, fasilitas SD Muhammadiyah masih minim. Murid tidak diwajibkan berseragam dan hampir semua murid tidak memakai sepatu.&amp;ldquo;Waktu itu di tempat kami, baju baru dan sepatu termasuk barang setengah mewah. Uang sekolahnya murah, terjangkau oleh keluarga rata-rata, seperti keluarga saya,&amp;rdquo; sambungnya.Boediono mencatat ada satu hal yang menonjol dari SD-nya, yaitu guru. &amp;ldquo;Mengingat-ingat masa itu, saya berani mengatakan bahwa dengan standar ukuran sekarang pun, para guru saya itu adalah guru-guru yang kompeten sebagai pendidik. Lebih dari itu, mereka mempunyai dedikasi sangat tinggi. Saya bisa mengatakan mereka mengajar kami dengan hati,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>BANDUNG - Wakil Presiden Boediono membuka Tanwir Muhammmadiyah di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, pagi tadi. Tema yang diangkat Tanwir tahun ini adalah &amp;ldquo;Gerakan Pencerahan, Solusi untuk Bangsa&amp;rdquo;.Di hadapan para pimpinan, pengurus, dan anggota Muhammadiyah, Boediono memuji salah satu aspek yang ditekuni salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia itu, yakni bidang pendidikan.&amp;ldquo;Suatu kenyataan yang tidak terbantahkan bahwa Muhammadiyah, sejak berdiri 100 tahun lalu, banyak memberikan kontribusi kepada bangsa. Masyarakat kita telah merasakan manfaat dari kegiatan-kegiatan Muhammadiyah terutama di bidang pendidikan, kesehatan, sosial-ekonomi dan dakwah. Kita boleh bersyukur memiliki Muhammadiyah,&quot; ungkap Boediono, Kamis (21/6/2012).Boediono mengakui kegiatan pendidikan Muhammadiyah sangat maju. Dia sendiri merasakan manfaat dari Muhammadiyah.Beodiono pun menceritakan kenangannya saat bersekolah di sebuah SD Muhammadiyah di Blitar pada 1950.&amp;ldquo;Pada waktu itu, jumlah SD (saat itu bernama Sekolah Rakyat) Negeri di kota saya sangat terbatas. Maka, keberadaan SD Muhammadiyah sangat membantu anak-anak yang tidak bisa tertampung di SD-SD negeri. Saya termasuk anak-anak itu,&amp;rdquo; tuturnya.Waktu itu, fasilitas SD Muhammadiyah masih minim. Murid tidak diwajibkan berseragam dan hampir semua murid tidak memakai sepatu.&amp;ldquo;Waktu itu di tempat kami, baju baru dan sepatu termasuk barang setengah mewah. Uang sekolahnya murah, terjangkau oleh keluarga rata-rata, seperti keluarga saya,&amp;rdquo; sambungnya.Boediono mencatat ada satu hal yang menonjol dari SD-nya, yaitu guru. &amp;ldquo;Mengingat-ingat masa itu, saya berani mengatakan bahwa dengan standar ukuran sekarang pun, para guru saya itu adalah guru-guru yang kompeten sebagai pendidik. Lebih dari itu, mereka mempunyai dedikasi sangat tinggi. Saya bisa mengatakan mereka mengajar kami dengan hati,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
