<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suap Bea Cukai, KPK Juga Tangkap Warga Negara Amerika</title><description>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap satu warga  Amerika  Serikat, dalam penangkapan tujuh orang yang tengah mengadakan  transaksi  suap Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/21/339/650791/suap-bea-cukai-kpk-juga-tangkap-warga-negara-amerika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/21/339/650791/suap-bea-cukai-kpk-juga-tangkap-warga-negara-amerika"/><item><title>Suap Bea Cukai, KPK Juga Tangkap Warga Negara Amerika</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/21/339/650791/suap-bea-cukai-kpk-juga-tangkap-warga-negara-amerika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/21/339/650791/suap-bea-cukai-kpk-juga-tangkap-warga-negara-amerika</guid><pubDate>Kamis 21 Juni 2012 00:40 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/21/339/650791/Ae53bfPcq0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/21/339/650791/Ae53bfPcq0.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap satu warga  Amerika Serikat, dalam penangkapan tujuh orang yang tengah mengadakan  transaksi suap Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta.Menurut  juru bicara KPK Johan Budi warga asing yang ditangkap berinisial A,  pengusaha alat-alat rumah.&quot;Diduga untuk mengurus  dokumen yang tertahan di Bea Cukai selama tiga sampai empat bulan,&quot; kata  Johan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (20/6/2012).Penangkapan  terhadap tujuh orang tersebut dilakukan di dua tempat berbeda. yaitu di  Bandara Soekarno-Hatta, dilakukan penangkapan&amp;nbsp; terhadap Kepala  Sub-seksi Direktorat Jenderal Bea Cukai, Wahono, dan dua pihak swasta  Edi, dan Aan. Adapun di Rest Area, KPK menangkap Andrew, warga  Amerika Serikat. Sementara Roy yang bertugas sebagai perantara Andrew,  dan supir dan petugas kemanan Rest Area.Menurut  Johan Budi, ada motif pemerasan di balik transaksi suap W. Diduga, W  sebagai pegawai Bea Cukai yang memanfaatkan jabatannya untuk memuluskan  sejumlah peratalan rumah tangga milik Andrew yang tertahan di Bea Cukai.  &quot;W diduga menerima uang untuk proses pengurusan dokumen A yang tertahan  di Bea Cukai. Ada dugaan pemerasan di sana,&quot; terang Johan.Di  lokasi kejadian, kata Johan Budi, tim penyidik KPK menemukan Rp 104  juta. Namun, kata Johan Budi, jumlah uang bisa bertambah. &quot;Saat ini  masih dikembangkan. Kita punya waktu 1 X 24 jam untuk memeriksa mereka,&quot;  tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap satu warga  Amerika Serikat, dalam penangkapan tujuh orang yang tengah mengadakan  transaksi suap Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta.Menurut  juru bicara KPK Johan Budi warga asing yang ditangkap berinisial A,  pengusaha alat-alat rumah.&quot;Diduga untuk mengurus  dokumen yang tertahan di Bea Cukai selama tiga sampai empat bulan,&quot; kata  Johan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (20/6/2012).Penangkapan  terhadap tujuh orang tersebut dilakukan di dua tempat berbeda. yaitu di  Bandara Soekarno-Hatta, dilakukan penangkapan&amp;nbsp; terhadap Kepala  Sub-seksi Direktorat Jenderal Bea Cukai, Wahono, dan dua pihak swasta  Edi, dan Aan. Adapun di Rest Area, KPK menangkap Andrew, warga  Amerika Serikat. Sementara Roy yang bertugas sebagai perantara Andrew,  dan supir dan petugas kemanan Rest Area.Menurut  Johan Budi, ada motif pemerasan di balik transaksi suap W. Diduga, W  sebagai pegawai Bea Cukai yang memanfaatkan jabatannya untuk memuluskan  sejumlah peratalan rumah tangga milik Andrew yang tertahan di Bea Cukai.  &quot;W diduga menerima uang untuk proses pengurusan dokumen A yang tertahan  di Bea Cukai. Ada dugaan pemerasan di sana,&quot; terang Johan.Di  lokasi kejadian, kata Johan Budi, tim penyidik KPK menemukan Rp 104  juta. Namun, kata Johan Budi, jumlah uang bisa bertambah. &quot;Saat ini  masih dikembangkan. Kita punya waktu 1 X 24 jam untuk memeriksa mereka,&quot;  tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
