<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ruhut: Anas Tak Tau Malu</title><description>Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Komunikasi dan Informasi, Ruhut  Sitompul berharap agar Anas Urbaningrum mendengarkan sarannya untuk  mundur sementara dari jabatannya sebagai Ketua Umum. Menurut Ruhut, Anas  seharusnya malu sebab dirinya telah disebut-sebut terlibat dalam kasus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/21/339/650842/ruhut-anas-tak-tau-malu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/21/339/650842/ruhut-anas-tak-tau-malu"/><item><title>Ruhut: Anas Tak Tau Malu</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/21/339/650842/ruhut-anas-tak-tau-malu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/21/339/650842/ruhut-anas-tak-tau-malu</guid><pubDate>Kamis 21 Juni 2012 07:43 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/21/339/650842/X5KAzy8Guq.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/21/339/650842/X5KAzy8Guq.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Komunikasi dan Informasi, Ruhut Sitompul berharap agar Anas Urbaningrum mendengarkan sarannya untuk mundur sementara dari jabatannya sebagai Ketua Umum. Menurut Ruhut, Anas seharusnya malu sebab dirinya telah disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi.
&amp;nbsp;
&quot;Aku tetap, Anas lengser dengan legowo. Karena nggak mungkin KLB (Kongres Luar Biasa). Mbok tahu diri, tahu diri itu penting. Harus ada budaya malu,&quot; kata Ruhut saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Rabu (20/06/2012).
&amp;nbsp;
Meskipun secara hukum Anas belum ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun menurut Ruhut permasalahan ini telah masuk ke dalam ranah politik. Terlebih beberapa waktu lalu Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyarankan agar kader yang terlibat korupsi untuk segera mundur dari partai.
&amp;nbsp;
Dengan gencarnya pemberitaan mengenai pidato SBY dan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Anas, sambung Ruhut, sanksi sosial terhadap Anas akan semakin besar.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau posisi Anas, kalau salah ada hukum yang mengatur. Tapi ini politik. Politik itu identik dengan sanksi sosial kalau kita salah. Kelemahan kami satu, pidato Pak SBY kemarin, dan kita tidak punya media. Itu kekalahan kita. Media kan sering menyinggung ini,&quot; jelas Ruhut.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut Ruhut berharap agar Anas kali ini bersedia untuk mendengarkan apa yang telah dia sarankan, mengingat Ruhut merupakan garda terdepan dalam pemenangan Anas saat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum dalam Kongres Partai Demokrat.
&amp;nbsp;
&quot;Apa Anas lupa sama jasa saya. Ujung tombaknya Anas waktu jadi ketum ini kan si Poltak. Jadi aku yang mengangkat dia. Kan tahu lah, posisi Anas pada waktu itu melawan Andi Malarangeng dan Marzuki Ali. Lha di tengah perjalanan ada suara Nazarudin itu,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Komunikasi dan Informasi, Ruhut Sitompul berharap agar Anas Urbaningrum mendengarkan sarannya untuk mundur sementara dari jabatannya sebagai Ketua Umum. Menurut Ruhut, Anas seharusnya malu sebab dirinya telah disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi.
&amp;nbsp;
&quot;Aku tetap, Anas lengser dengan legowo. Karena nggak mungkin KLB (Kongres Luar Biasa). Mbok tahu diri, tahu diri itu penting. Harus ada budaya malu,&quot; kata Ruhut saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Rabu (20/06/2012).
&amp;nbsp;
Meskipun secara hukum Anas belum ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun menurut Ruhut permasalahan ini telah masuk ke dalam ranah politik. Terlebih beberapa waktu lalu Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyarankan agar kader yang terlibat korupsi untuk segera mundur dari partai.
&amp;nbsp;
Dengan gencarnya pemberitaan mengenai pidato SBY dan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Anas, sambung Ruhut, sanksi sosial terhadap Anas akan semakin besar.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau posisi Anas, kalau salah ada hukum yang mengatur. Tapi ini politik. Politik itu identik dengan sanksi sosial kalau kita salah. Kelemahan kami satu, pidato Pak SBY kemarin, dan kita tidak punya media. Itu kekalahan kita. Media kan sering menyinggung ini,&quot; jelas Ruhut.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut Ruhut berharap agar Anas kali ini bersedia untuk mendengarkan apa yang telah dia sarankan, mengingat Ruhut merupakan garda terdepan dalam pemenangan Anas saat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum dalam Kongres Partai Demokrat.
&amp;nbsp;
&quot;Apa Anas lupa sama jasa saya. Ujung tombaknya Anas waktu jadi ketum ini kan si Poltak. Jadi aku yang mengangkat dia. Kan tahu lah, posisi Anas pada waktu itu melawan Andi Malarangeng dan Marzuki Ali. Lha di tengah perjalanan ada suara Nazarudin itu,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
