<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesawat Fokker Jatuh, DPR Belum Panggil Panglima TNI</title><description>Insiden jatuhnya pesawat Fokker baru akan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I DPR dan TNI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/22/337/651962/pesawat-fokker-jatuh-dpr-belum-panggil-panglima-tni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/22/337/651962/pesawat-fokker-jatuh-dpr-belum-panggil-panglima-tni"/><item><title>Pesawat Fokker Jatuh, DPR Belum Panggil Panglima TNI</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/22/337/651962/pesawat-fokker-jatuh-dpr-belum-panggil-panglima-tni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/22/337/651962/pesawat-fokker-jatuh-dpr-belum-panggil-panglima-tni</guid><pubDate>Jum'at 22 Juni 2012 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/22/337/651962/qxhGOPpRaU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/22/337/651962/qxhGOPpRaU.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi I DPR belum berencana memanggil panglima TNI untuk meminta klarifikasi terkait jatuhnya pesawat Fokker 27 di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur Kamis, 21 Juni 2012, kemarin.
&amp;nbsp;
Persoalan ini baru akan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I DPR dan TNI. &quot;Saya kira sampai sekarang tidak ada, biarkan TNI AU melakukan investigasi. Saat RDP barangkali kita akan berbicara,&quot; kata Wakil Ketua Komisi I, TB Hasanudin kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (22/06/2012).
&amp;nbsp;
Sambil menunggu hasil investigasi, Komisi I telah melakukan pemeriksaan internal yang menyimpulkan pesawat-pesawat TNI AU meski sudah uzur, namun masih layak terbang. &quot;Kita menarik kesimpulan perawatan di AU sudah&amp;nbsp; berjalan dengan baik dan proporsional. Kalau kita lihat semua pesawat tua itu masih layak terbang,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, Komisi I tetap akan mengusahakan untuk mengganti pesawat berusia tua milik TNI AU. Hasanudin menegaskan, bahwa pada Oktober nanti, TNI AU akan mendapat tambahan pesawat yang dibeli dari Spanyol.
&amp;nbsp;
&quot;Tapi karena memang sudah cukup umur, kalaupun layak terbang kita juga sedang melakukan mengganti pesawat itu dengan pesawat lebih baru dan itu dalam proses, dengan pesawat&amp;nbsp; CN 295 buatan Spanyol yang Insya Allah dua atau tiga unit itu sudah datang masuk ke jajaran TNI AU pada Oktober nanti,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi I DPR belum berencana memanggil panglima TNI untuk meminta klarifikasi terkait jatuhnya pesawat Fokker 27 di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur Kamis, 21 Juni 2012, kemarin.
&amp;nbsp;
Persoalan ini baru akan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I DPR dan TNI. &quot;Saya kira sampai sekarang tidak ada, biarkan TNI AU melakukan investigasi. Saat RDP barangkali kita akan berbicara,&quot; kata Wakil Ketua Komisi I, TB Hasanudin kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (22/06/2012).
&amp;nbsp;
Sambil menunggu hasil investigasi, Komisi I telah melakukan pemeriksaan internal yang menyimpulkan pesawat-pesawat TNI AU meski sudah uzur, namun masih layak terbang. &quot;Kita menarik kesimpulan perawatan di AU sudah&amp;nbsp; berjalan dengan baik dan proporsional. Kalau kita lihat semua pesawat tua itu masih layak terbang,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, Komisi I tetap akan mengusahakan untuk mengganti pesawat berusia tua milik TNI AU. Hasanudin menegaskan, bahwa pada Oktober nanti, TNI AU akan mendapat tambahan pesawat yang dibeli dari Spanyol.
&amp;nbsp;
&quot;Tapi karena memang sudah cukup umur, kalaupun layak terbang kita juga sedang melakukan mengganti pesawat itu dengan pesawat lebih baru dan itu dalam proses, dengan pesawat&amp;nbsp; CN 295 buatan Spanyol yang Insya Allah dua atau tiga unit itu sudah datang masuk ke jajaran TNI AU pada Oktober nanti,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
