<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Pancasila Bukan Diomongkan</title><description>Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau lebih dikenal Jokowi, menyebut pasar tradisional punya peran dalam membangun ketahanan ekonomi nasional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/24/339/652585/jokowi-pancasila-bukan-diomongkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/24/339/652585/jokowi-pancasila-bukan-diomongkan"/><item><title>Jokowi: Pancasila Bukan Diomongkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/24/339/652585/jokowi-pancasila-bukan-diomongkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/24/339/652585/jokowi-pancasila-bukan-diomongkan</guid><pubDate>Minggu 24 Juni 2012 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/24/339/652585/ESV0ffyicm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Tri Kurniawan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/24/339/652585/ESV0ffyicm.jpg</image><title>(Tri Kurniawan/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau lebih dikenal Jokowi, menyebut pasar tradisional punya peran dalam membangun ketahanan ekonomi nasional.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menurut Jokowi, jika Indonesia berkeinginan punya ekonomi nasional yang kuat, pemerintah harus betul-betul memperhatikan keberadaan pasar tradisional.
&amp;nbsp;
&quot;Jangan digusur semena-mena,&quot; kata Jokowi dalam orasinya di malam kebudayaan bertajuk Bulan Bung Karno di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6/2012).
&amp;nbsp;
Jokowi mengatakan Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar jika memenuhi tiga syarat yang pernah digariskan Bapak Bangsa, Bung Karno; berdaulat di bidang politik, berkepribadian di bidang budaya, dan berdikari di bidang ekonomi.
&amp;nbsp;
Menurut Jokowi, pasar tradisional merupakan wujud nyata ketahanan Indonesia di bidang ekonomi. &quot;Kenapa saya selalu pergi ke pasar-pasar tradisional, karena berdikari dalam ekonomi itulah realitas pasar tradisional kita,&quot; terang Jokowi.
&amp;nbsp;
Jokowi menyebut ekonomi Indonesia sudah melenceng jauh dari cita-cita kerakyatan. Seharusnya, kata Jokowi, Indonesia harus berpegang pada Pancasila, sebagai ideologi negara.
&amp;nbsp;
&quot;Pancasila bukan diomongkan, tapi dilaksanakan sebagai lifestyle kita. Kita tidak ingin bicara Pancasila, tapi karakter kita, kepribadian, dan ekonomi kita bukan mengacu pada Pancasila,&quot; ungkap Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau lebih dikenal Jokowi, menyebut pasar tradisional punya peran dalam membangun ketahanan ekonomi nasional.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menurut Jokowi, jika Indonesia berkeinginan punya ekonomi nasional yang kuat, pemerintah harus betul-betul memperhatikan keberadaan pasar tradisional.
&amp;nbsp;
&quot;Jangan digusur semena-mena,&quot; kata Jokowi dalam orasinya di malam kebudayaan bertajuk Bulan Bung Karno di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6/2012).
&amp;nbsp;
Jokowi mengatakan Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar jika memenuhi tiga syarat yang pernah digariskan Bapak Bangsa, Bung Karno; berdaulat di bidang politik, berkepribadian di bidang budaya, dan berdikari di bidang ekonomi.
&amp;nbsp;
Menurut Jokowi, pasar tradisional merupakan wujud nyata ketahanan Indonesia di bidang ekonomi. &quot;Kenapa saya selalu pergi ke pasar-pasar tradisional, karena berdikari dalam ekonomi itulah realitas pasar tradisional kita,&quot; terang Jokowi.
&amp;nbsp;
Jokowi menyebut ekonomi Indonesia sudah melenceng jauh dari cita-cita kerakyatan. Seharusnya, kata Jokowi, Indonesia harus berpegang pada Pancasila, sebagai ideologi negara.
&amp;nbsp;
&quot;Pancasila bukan diomongkan, tapi dilaksanakan sebagai lifestyle kita. Kita tidak ingin bicara Pancasila, tapi karakter kita, kepribadian, dan ekonomi kita bukan mengacu pada Pancasila,&quot; ungkap Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
