<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden 2014 Diminta Kerja Keras, Bukan Sibuk Pencitraan</title><description>Politikus PDI-Perjuangan, Maruarat Sirait, meminta semua tokoh nasional yang berniat maju sebagai calon presiden di Pemilihan Umum 2014 untuk berani menanggalkan politik pencitraan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/24/339/652603/presiden-2014-diminta-kerja-keras-bukan-sibuk-pencitraan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/24/339/652603/presiden-2014-diminta-kerja-keras-bukan-sibuk-pencitraan"/><item><title>Presiden 2014 Diminta Kerja Keras, Bukan Sibuk Pencitraan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/24/339/652603/presiden-2014-diminta-kerja-keras-bukan-sibuk-pencitraan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/24/339/652603/presiden-2014-diminta-kerja-keras-bukan-sibuk-pencitraan</guid><pubDate>Minggu 24 Juni 2012 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/24/339/652603/XIzGaCw1pT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/24/339/652603/XIzGaCw1pT.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Politikus PDI-Perjuangan, Maruarat Sirait, meminta semua tokoh nasional yang berniat maju sebagai calon presiden di Pemilihan Umum 2014 untuk berani menanggalkan politik pencitraan.
&amp;nbsp;
&quot;Siapa pun yang jadi presiden, jangan citranya yang lebih besar dari karyanya, prestasinya, dan pengorbanannya,&quot; kata Ara, sapaan akrabnya, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, sabtu (23/6/2012).
&amp;nbsp;
Menurut Ara, presiden yang terpilih di Pemilu 2014 harus betul-betul, antara lain, memperhatikan masa depan pendidikan rakyatnya. Dia menegaskan calon presiden yang lebih mementingkan citra politiknya tidak akan membuat Indonesia menjadi lebih baik.
&amp;nbsp;
&quot;Rakyat harus dicerdaskan, pemerintah berikan media yang benar,&quot; kata Ara.
&amp;nbsp;
Meski Pemilu 2014 terbilang masih lama, namun sejumlah tokoh nasional sudah mulai bersiap untuk bertarung. Di antara mereka, ada yang terang-terangan menyatakan siap maju, ada pula yang masih malu-malu.
&amp;nbsp;
Prabowo Subianto, Hatta Rajasa, dan Abu Rizal Bakrie sudah terang-terangan menyatakan bakal maju sebagai presiden di Pilpres mendatang. Adapun Megawati Soekarno, Ani Yudhoyono, Dahlan Iskan, Jusuf Kalla, dan Mahfud MD disebut-sebut juga layak menjadi kanditat.
&amp;nbsp;
Menurut Ara, presiden terpilih di Pemilu 2014 harus mampu membangun ekonomi mikro Indonesia. Selain itu, kata Ara, presiden juga mampu menjaga keberagamaan Indonesia tanpa kekerasan.
&amp;nbsp;
&quot;Dari ekonomi soal ketimpangan dan soal pemerataan. Hukum kita lihat masih tebang pilih. Masalah kebinekaan, masih ada kekerasaan antar suku,&quot; ungkap Ara.</description><content:encoded>JAKARTA - Politikus PDI-Perjuangan, Maruarat Sirait, meminta semua tokoh nasional yang berniat maju sebagai calon presiden di Pemilihan Umum 2014 untuk berani menanggalkan politik pencitraan.
&amp;nbsp;
&quot;Siapa pun yang jadi presiden, jangan citranya yang lebih besar dari karyanya, prestasinya, dan pengorbanannya,&quot; kata Ara, sapaan akrabnya, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, sabtu (23/6/2012).
&amp;nbsp;
Menurut Ara, presiden yang terpilih di Pemilu 2014 harus betul-betul, antara lain, memperhatikan masa depan pendidikan rakyatnya. Dia menegaskan calon presiden yang lebih mementingkan citra politiknya tidak akan membuat Indonesia menjadi lebih baik.
&amp;nbsp;
&quot;Rakyat harus dicerdaskan, pemerintah berikan media yang benar,&quot; kata Ara.
&amp;nbsp;
Meski Pemilu 2014 terbilang masih lama, namun sejumlah tokoh nasional sudah mulai bersiap untuk bertarung. Di antara mereka, ada yang terang-terangan menyatakan siap maju, ada pula yang masih malu-malu.
&amp;nbsp;
Prabowo Subianto, Hatta Rajasa, dan Abu Rizal Bakrie sudah terang-terangan menyatakan bakal maju sebagai presiden di Pilpres mendatang. Adapun Megawati Soekarno, Ani Yudhoyono, Dahlan Iskan, Jusuf Kalla, dan Mahfud MD disebut-sebut juga layak menjadi kanditat.
&amp;nbsp;
Menurut Ara, presiden terpilih di Pemilu 2014 harus mampu membangun ekonomi mikro Indonesia. Selain itu, kata Ara, presiden juga mampu menjaga keberagamaan Indonesia tanpa kekerasan.
&amp;nbsp;
&quot;Dari ekonomi soal ketimpangan dan soal pemerataan. Hukum kita lihat masih tebang pilih. Masalah kebinekaan, masih ada kekerasaan antar suku,&quot; ungkap Ara.</content:encoded></item></channel></rss>
