<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Edo Kondologit: Jangan Kaget Papua Merdeka</title><description>Musisi asal Papua yang terjun ke dunia politik, Edo Kondologit, menyebut banyak kekuatan besar yang sengaja memelihara kekerasan tetap merebak di Bumi Cendrawasih.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/24/339/652605/edo-kondologit-jangan-kaget-papua-merdeka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/24/339/652605/edo-kondologit-jangan-kaget-papua-merdeka"/><item><title>Edo Kondologit: Jangan Kaget Papua Merdeka</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/24/339/652605/edo-kondologit-jangan-kaget-papua-merdeka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/24/339/652605/edo-kondologit-jangan-kaget-papua-merdeka</guid><pubDate>Minggu 24 Juni 2012 08:27 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/24/339/652605/SBWdoOJJlQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/24/339/652605/SBWdoOJJlQ.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Musisi asal Papua yang terjun ke dunia politik, Edo Kondologit, menyebut banyak kekuatan besar yang sengaja memelihara kekerasan tetap merebak di Bumi Cendrawasih.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menurut Edo, kekuatan itu merekayasa kekerasan demi kekerasan dengan tujuan mengambil kepentingan ekonomi di tanah Papua.  &quot;Keadaan di Papua sengaja diciptakan. Dibuat Papua agar tidak ada hukum,&quot; kata Edo Kondologit di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6/2012).  Edo mengatakan, omong-kosong kekerasan di sana terjadi akibat perbuatan warga Papua. Dia menegaskan jumlah penduduk Papua yang relatif kecil tidak mungkin membuat banyak aksi kekerasan.
&amp;nbsp;
&quot;Penduduk Papua itu berapa sih. Itu kan masih bisa dihitung,&quot; tegas Edo.  Papua seperti tidak pernah lepas dari aksi kekerasan berdarah. Terakhir, 14 juni, kerusuhan terjadi di Jayapura, akibat Ketua I Komite Nasional Untuk Papua Barat (KNPB), Mako Tabuni, tewas ditembak aparat.  Kata Edo, pemerintah pusat memang tidak berani mengambil sikap tegas untuk Papua. Dia berpendapat jika kekerasan-kekerasan tersebut dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mustahil Papua bakal mengikuti jejak Timor Leste.
&amp;nbsp;
&quot;Di Jakarta sendiri tidak ada presiden yang tegas. Jangan kaget kalau Papua ingin merdeka. itu wajar. Bisa jadi Papua bisa seperti Timor Timur,&quot; ujarnya.  Edo menyebut ada kekuatan militer yang bermain di Papua. Selain itu, Amerika Serikat melalui perusahaan tambang Freeport juga punya kepentingan dengan mengeruk kekayaan Papua. &quot;Freeport bayar pistol untuk keamanan hingga jutaan. Siapa yang merekayasa semua,&quot; katanya.  Edo sendiri berharap kekerasan bisa segera dihentikan. Dia berkeinginan keberagaman bisa bertumbuh subur di bumi Papua.
&amp;nbsp;
&quot;Bicara Papua saya selalu marah, emosi, gemas, dan geram. Saya ingin Indonesia tetap sebagai bangsa utuh yang menghargai keberadaan Papua,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Musisi asal Papua yang terjun ke dunia politik, Edo Kondologit, menyebut banyak kekuatan besar yang sengaja memelihara kekerasan tetap merebak di Bumi Cendrawasih.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menurut Edo, kekuatan itu merekayasa kekerasan demi kekerasan dengan tujuan mengambil kepentingan ekonomi di tanah Papua.  &quot;Keadaan di Papua sengaja diciptakan. Dibuat Papua agar tidak ada hukum,&quot; kata Edo Kondologit di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6/2012).  Edo mengatakan, omong-kosong kekerasan di sana terjadi akibat perbuatan warga Papua. Dia menegaskan jumlah penduduk Papua yang relatif kecil tidak mungkin membuat banyak aksi kekerasan.
&amp;nbsp;
&quot;Penduduk Papua itu berapa sih. Itu kan masih bisa dihitung,&quot; tegas Edo.  Papua seperti tidak pernah lepas dari aksi kekerasan berdarah. Terakhir, 14 juni, kerusuhan terjadi di Jayapura, akibat Ketua I Komite Nasional Untuk Papua Barat (KNPB), Mako Tabuni, tewas ditembak aparat.  Kata Edo, pemerintah pusat memang tidak berani mengambil sikap tegas untuk Papua. Dia berpendapat jika kekerasan-kekerasan tersebut dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mustahil Papua bakal mengikuti jejak Timor Leste.
&amp;nbsp;
&quot;Di Jakarta sendiri tidak ada presiden yang tegas. Jangan kaget kalau Papua ingin merdeka. itu wajar. Bisa jadi Papua bisa seperti Timor Timur,&quot; ujarnya.  Edo menyebut ada kekuatan militer yang bermain di Papua. Selain itu, Amerika Serikat melalui perusahaan tambang Freeport juga punya kepentingan dengan mengeruk kekayaan Papua. &quot;Freeport bayar pistol untuk keamanan hingga jutaan. Siapa yang merekayasa semua,&quot; katanya.  Edo sendiri berharap kekerasan bisa segera dihentikan. Dia berkeinginan keberagaman bisa bertumbuh subur di bumi Papua.
&amp;nbsp;
&quot;Bicara Papua saya selalu marah, emosi, gemas, dan geram. Saya ingin Indonesia tetap sebagai bangsa utuh yang menghargai keberadaan Papua,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
