<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penggunaan Kondom Tidak Layak Jadi Program Unggulan Menkes</title><description>Anggota Komisi IX DPR RI,Chusnunia mengatakan, saat ini, Menkes  seharusnya fokus kepada program-program Kementerian yang saat ini tengah  berjalan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/25/337/652915/penggunaan-kondom-tidak-layak-jadi-program-unggulan-menkes</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/25/337/652915/penggunaan-kondom-tidak-layak-jadi-program-unggulan-menkes"/><item><title>Penggunaan Kondom Tidak Layak Jadi Program Unggulan Menkes</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/25/337/652915/penggunaan-kondom-tidak-layak-jadi-program-unggulan-menkes</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/25/337/652915/penggunaan-kondom-tidak-layak-jadi-program-unggulan-menkes</guid><pubDate>Senin 25 Juni 2012 06:12 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/25/337/652915/DWkg9Scz7A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/25/337/652915/DWkg9Scz7A.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kampanye penggunaan kondom yang digagas Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi untuk kelompok seks berisiko mengundang kontroversi. Kampanye penggunaan kondom ini dinilai tidak pantas dijadikan sebagai gebrakan diawal masa jabatan Menkes yang baru saja dilantik.Anggota Komisi IX DPR RI,Chusnunia mengatakan, saat ini, Menkes seharusnya fokus kepada program-program Kementerian yang saat ini tengah berjalan.&quot;Seharusnya (Menkes) fokus pada keberlanjutan program-program kementerian yang sudah berjalan tengah tahun ini. Seperti ada persiapan BPJS yang waktunya juga singkat dan harus diselesaikan persiapan infrastrukturnya, peningkatan sarana-prasarana rumah sakit hingga puskesmas, belum lagi penyelesaian persoalan tenaga kesehatannya.&quot; jelas Chusnunia kepada Okezone, Senin (25/6/2012).Menurutnya, hingga kini, masih banyak persoalan yang dihadapi diantaranya jumlah dokter yang sangat kurang. Pada intinya, lanjut dia, meskipun sangat mungkin untuk menambah program-program baru, tetapi pembagian kondom sejatinya tidak menjadi program unggulan.Khusus tentang penanggulangan penyakit HIV-AIDS, lanjut Chusnunia, Kemenkes untuk tidak hanya fokus menyelesaikan dengan satu cara pencegahan, tetapi diharapkan lebih komperehensif. &quot;Banyak hal yang bisa dilakukan untuk penanggulangan, bisa dengan kampanye kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah atau kampus-kampus, sebab remaja paling rentang terhadap pergaulan bebas yang bisa mengarah pada seks bebas dan narkoba,&quot; paparnya.Politikus PKB yang akrab disapa Nunik ini menambahkan, pemerintah tidak bisa sendiri dalam menanggulangi persoalan HIV-AIDS, peran semua pihak sangat penting untuk ikut memerangi penyakit tersebut. &quot;Lingkungan terdekat, terutama keluarga menjadi yang paling dasar. Maka pemerintah perlu melakukan sosialisasi kampanye hidup sehat sampai pada level lingkungan keluarga, sebab lingkungan sangat berpengaruh besar pada perilaku seseorang,&quot; katanya.Oleh karenanya, Komisi IX hari ini akan menggelar rapat perdana dengan Menkes yang baru. &quot;Diharapkan, selain mengklarifikasi statementnya tentang pembagian kondom ini, juga paling utama menkes menjelaskan program-program kerja kesehatan ke depan baik yang sifatnya melanjutkan maupun jika ada yang baru,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kampanye penggunaan kondom yang digagas Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi untuk kelompok seks berisiko mengundang kontroversi. Kampanye penggunaan kondom ini dinilai tidak pantas dijadikan sebagai gebrakan diawal masa jabatan Menkes yang baru saja dilantik.Anggota Komisi IX DPR RI,Chusnunia mengatakan, saat ini, Menkes seharusnya fokus kepada program-program Kementerian yang saat ini tengah berjalan.&quot;Seharusnya (Menkes) fokus pada keberlanjutan program-program kementerian yang sudah berjalan tengah tahun ini. Seperti ada persiapan BPJS yang waktunya juga singkat dan harus diselesaikan persiapan infrastrukturnya, peningkatan sarana-prasarana rumah sakit hingga puskesmas, belum lagi penyelesaian persoalan tenaga kesehatannya.&quot; jelas Chusnunia kepada Okezone, Senin (25/6/2012).Menurutnya, hingga kini, masih banyak persoalan yang dihadapi diantaranya jumlah dokter yang sangat kurang. Pada intinya, lanjut dia, meskipun sangat mungkin untuk menambah program-program baru, tetapi pembagian kondom sejatinya tidak menjadi program unggulan.Khusus tentang penanggulangan penyakit HIV-AIDS, lanjut Chusnunia, Kemenkes untuk tidak hanya fokus menyelesaikan dengan satu cara pencegahan, tetapi diharapkan lebih komperehensif. &quot;Banyak hal yang bisa dilakukan untuk penanggulangan, bisa dengan kampanye kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah atau kampus-kampus, sebab remaja paling rentang terhadap pergaulan bebas yang bisa mengarah pada seks bebas dan narkoba,&quot; paparnya.Politikus PKB yang akrab disapa Nunik ini menambahkan, pemerintah tidak bisa sendiri dalam menanggulangi persoalan HIV-AIDS, peran semua pihak sangat penting untuk ikut memerangi penyakit tersebut. &quot;Lingkungan terdekat, terutama keluarga menjadi yang paling dasar. Maka pemerintah perlu melakukan sosialisasi kampanye hidup sehat sampai pada level lingkungan keluarga, sebab lingkungan sangat berpengaruh besar pada perilaku seseorang,&quot; katanya.Oleh karenanya, Komisi IX hari ini akan menggelar rapat perdana dengan Menkes yang baru. &quot;Diharapkan, selain mengklarifikasi statementnya tentang pembagian kondom ini, juga paling utama menkes menjelaskan program-program kerja kesehatan ke depan baik yang sifatnya melanjutkan maupun jika ada yang baru,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
