<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembagian Kondom Gratis, Ini Tanggapan Menkes</title><description>Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, mengatakan bahwa anggaran yang  digunakan untuk pengadaan kondom sebesar Rp25 miliar merupakan anggaran  yang berasal dari BKKBN</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/25/337/653380/pembagian-kondom-gratis-ini-tanggapan-menkes</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/25/337/653380/pembagian-kondom-gratis-ini-tanggapan-menkes"/><item><title>Pembagian Kondom Gratis, Ini Tanggapan Menkes</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/25/337/653380/pembagian-kondom-gratis-ini-tanggapan-menkes</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/25/337/653380/pembagian-kondom-gratis-ini-tanggapan-menkes</guid><pubDate>Senin 25 Juni 2012 17:19 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/25/337/653380/61U7yWiNN0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nafsiah Mboi (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/25/337/653380/61U7yWiNN0.jpg</image><title>Nafsiah Mboi (Ist)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, mengatakan bahwa anggaran yang digunakan untuk pengadaan kondom sebesar Rp25 miliar merupakan anggaran yang berasal dari BKKBN, dan bukan berasal dari Kementerian Kesehatan.
&amp;nbsp;
&quot;Yang Rp25 miliar itu dibeli oleh BKKBN, anggaran BKKBN untuk keluarga berencana. Kemenkes enggak ada sama sekali, dari KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) enggak ada, murni dari BKKBN,&quot; jelasnya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/6/2012).
&amp;nbsp;
Nafsiah menambahkan, pihaknya hanya memberikan kondom gratis khusus untuk masyarakat yang tergolong miskin, yang anggarannya berasal dari Global Found.
&amp;nbsp;
&quot;Kita memberikan dengan bantuan Global Found, kita kasih kondom gratis, tapi hanya sedikit sekali, hanya kepada penduduk miskin supaya tidak tertular penyakit,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Pada kesempatan tersebut, Nafsiah kembali menegaskan, kampanye dan pembagian kondom tidak dilakukan di lingkungan sekolah-sekolah, melainkan di kawasan yang dianggap memiliki resiko seks.
&amp;nbsp;
&quot;Hanya dipromosikan di tempat seks beresiko, di tempat pelacuran seluruh provinsi, akan melindungi masyarakat luas terhadap penularan. Tadinya sangkanya di bagi di sekolah-sekolah, enggak sama sekali, tidak pernah. Terencana pun tidak, ngomong pun tidak,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, mengatakan bahwa anggaran yang digunakan untuk pengadaan kondom sebesar Rp25 miliar merupakan anggaran yang berasal dari BKKBN, dan bukan berasal dari Kementerian Kesehatan.
&amp;nbsp;
&quot;Yang Rp25 miliar itu dibeli oleh BKKBN, anggaran BKKBN untuk keluarga berencana. Kemenkes enggak ada sama sekali, dari KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) enggak ada, murni dari BKKBN,&quot; jelasnya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/6/2012).
&amp;nbsp;
Nafsiah menambahkan, pihaknya hanya memberikan kondom gratis khusus untuk masyarakat yang tergolong miskin, yang anggarannya berasal dari Global Found.
&amp;nbsp;
&quot;Kita memberikan dengan bantuan Global Found, kita kasih kondom gratis, tapi hanya sedikit sekali, hanya kepada penduduk miskin supaya tidak tertular penyakit,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Pada kesempatan tersebut, Nafsiah kembali menegaskan, kampanye dan pembagian kondom tidak dilakukan di lingkungan sekolah-sekolah, melainkan di kawasan yang dianggap memiliki resiko seks.
&amp;nbsp;
&quot;Hanya dipromosikan di tempat seks beresiko, di tempat pelacuran seluruh provinsi, akan melindungi masyarakat luas terhadap penularan. Tadinya sangkanya di bagi di sekolah-sekolah, enggak sama sekali, tidak pernah. Terencana pun tidak, ngomong pun tidak,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
