<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebijakan Pemberian Kondom Dilematis</title><description>Kebijakan pembagian kondom, dinilai Mariah memang tepat jika diberikan  kepada orang yang berisiko tinggi terkena atau menularkan HIV Aids.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/26/339/653600/kebijakan-pemberian-kondom-dilematis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/26/339/653600/kebijakan-pemberian-kondom-dilematis"/><item><title>Kebijakan Pemberian Kondom Dilematis</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/26/339/653600/kebijakan-pemberian-kondom-dilematis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/26/339/653600/kebijakan-pemberian-kondom-dilematis</guid><pubDate>Selasa 26 Juni 2012 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/26/339/653600/LmLayoxfhU.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/26/339/653600/LmLayoxfhU.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Mariah Ulfah, menyatakan, agar tidak terjebak dengan kontroversial polemik boleh tidaknya penggunaan kondom oleh remaja, maka Kementrian Kesehatan seharusnya membuat kebijakan secara menyeluruh.Kebijakan pembagian kondom, dinilai Mariah memang tepat jika diberikan kepada orang yang berisiko tinggi terkena atau menularkan HIV Aids. Namun, tidak tepat bagi yang tidak berisiko tinggi. Terlebih remaja yang belum pernah berhubungan seks, mengingat yang diberikan kondom gratis itu remaja berusia 14 sampai 24 tahun.&quot;Sangat delematis, di satu sisi pemberian kondom memang diperlukan bagi mereka yang berisiko tinggi dalam penyebaran HIV AIDS. Namun, di sisi lain ini akan memicu remaja yang tidak berisiko tinggi, menggunakan kondom dan melakukan hubungan seks,&quot; jelas Mariah saat berbincang dengan Okezone, Senin (25/6/2012).Kemenkes, lanjut Mariah harus membuat pemetaan lokasi penyebaran kondom di Indonesia, khususnya di Jakarta. Sehingga, dapat dikategorisasi peredaran HIV/AIDS yang tinggi. &quot;Untuk daerah atau lokasi yang tidak berisiko tinggi tidak perlu terlalu intensif memberikan kondom,&quot; terangnya.Mariah merasa keberatan dengan solusi yang dipaparkan Nafsiah Mboi, Mentri Kesehatan yang baru, bahwa kondom merupakan sarana mencegah peredaran HIV/AIDS. &quot;Saya kurang setuju dengan kondom sebagai satu-satunya langkah untuk mengatasi HIV. Para remaja baik yang berisiko atau yang tidak sebaiknya diberikan konseling sehingga bisa diatasi dari hulu hingga hilir,&quot; simpulnya. </description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Mariah Ulfah, menyatakan, agar tidak terjebak dengan kontroversial polemik boleh tidaknya penggunaan kondom oleh remaja, maka Kementrian Kesehatan seharusnya membuat kebijakan secara menyeluruh.Kebijakan pembagian kondom, dinilai Mariah memang tepat jika diberikan kepada orang yang berisiko tinggi terkena atau menularkan HIV Aids. Namun, tidak tepat bagi yang tidak berisiko tinggi. Terlebih remaja yang belum pernah berhubungan seks, mengingat yang diberikan kondom gratis itu remaja berusia 14 sampai 24 tahun.&quot;Sangat delematis, di satu sisi pemberian kondom memang diperlukan bagi mereka yang berisiko tinggi dalam penyebaran HIV AIDS. Namun, di sisi lain ini akan memicu remaja yang tidak berisiko tinggi, menggunakan kondom dan melakukan hubungan seks,&quot; jelas Mariah saat berbincang dengan Okezone, Senin (25/6/2012).Kemenkes, lanjut Mariah harus membuat pemetaan lokasi penyebaran kondom di Indonesia, khususnya di Jakarta. Sehingga, dapat dikategorisasi peredaran HIV/AIDS yang tinggi. &quot;Untuk daerah atau lokasi yang tidak berisiko tinggi tidak perlu terlalu intensif memberikan kondom,&quot; terangnya.Mariah merasa keberatan dengan solusi yang dipaparkan Nafsiah Mboi, Mentri Kesehatan yang baru, bahwa kondom merupakan sarana mencegah peredaran HIV/AIDS. &quot;Saya kurang setuju dengan kondom sebagai satu-satunya langkah untuk mengatasi HIV. Para remaja baik yang berisiko atau yang tidak sebaiknya diberikan konseling sehingga bisa diatasi dari hulu hingga hilir,&quot; simpulnya. </content:encoded></item></channel></rss>
