<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PKB Tak Percaya Hasil Survei</title><description>Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar mengungkapkan  rendahnya elektabilitas partai Islam sebagaimana dilansir sejumlah  lembaga survei tidaklah komprehensif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/29/339/655721/pkb-tak-percaya-hasil-survei</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/29/339/655721/pkb-tak-percaya-hasil-survei"/><item><title>PKB Tak Percaya Hasil Survei</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/29/339/655721/pkb-tak-percaya-hasil-survei</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/29/339/655721/pkb-tak-percaya-hasil-survei</guid><pubDate>Jum'at 29 Juni 2012 02:36 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/29/339/655721/jfyVLbLuPi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/29/339/655721/jfyVLbLuPi.jpg</image><title>Ilustrasi (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar mengungkapkan rendahnya elektabilitas partai Islam sebagaimana dilansir sejumlah lembaga survei tidaklah komprehensif. Menurut dia, hasil itu tidak relevan jika dikaitkan dengan PKB, sebab konstituen PKB mayoritas tidak tersentuh oleh lembaga survei. &quot;Survei itu tidak komprehensif, karena samplenya hanya ribuan dan hanya di perkotaan. Kalau dengan PKB tidak relevan karena massa PKB ada di kampung. Orang-orang dikanpung sulit untuk baca kuisioner,&quot; ungkap Marwan kepada Okezone, Kamis (28/6/2012).Di samping itu kata dia, para pengamat seringkali salah menilai partai Islam. &amp;ldquo;Pengamat yang mengamati PKB selalu salah. Dulu lembaga survei bilang PKB 2009 tidak lolos PT, ternyata PKB lolos,&quot; imbuhnya.Bagi dia, partai yang berbasiskan massa Nahdlatul Ulama telah memiliki massa tetap yang tidak bakal pindah kepartai lain. &quot;PKB punya Captive market, sehingga tidak pindah ke partai lain,&quot; kata dia.Menurut dia, persoalaan mendasar bagi parpol Islam adalah maraknya politik transaksional sehingga merusak massa pemilih. &quot;Persoalannya sekarang adalah politik transaksional, pendekatannya pendekatan pragmatis,&quot; jelasnya.Dia menambahkan sangat wajar bila parpol Islam semakin menurun karena parpol Islam banyak. Tapi tidak menutup kemungkinan parpol nasionalis juga akan menurun elektabilitas seperti, PDI Perjuangan dan Golkar. &quot;Parpol Islam banyak, wajar kalau elektabilitasnya turun, sangat mungkin juga partai nasionalisis turun,&quot; imbuh Marwan. Lembaga survei menurut dia, tidak adil karena telah mendikotomikan parpol Islam dan non Islam. &quot;Sangat tidak adil jika ada dikotomi antara parpol Islam dan nasionalis,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar mengungkapkan rendahnya elektabilitas partai Islam sebagaimana dilansir sejumlah lembaga survei tidaklah komprehensif. Menurut dia, hasil itu tidak relevan jika dikaitkan dengan PKB, sebab konstituen PKB mayoritas tidak tersentuh oleh lembaga survei. &quot;Survei itu tidak komprehensif, karena samplenya hanya ribuan dan hanya di perkotaan. Kalau dengan PKB tidak relevan karena massa PKB ada di kampung. Orang-orang dikanpung sulit untuk baca kuisioner,&quot; ungkap Marwan kepada Okezone, Kamis (28/6/2012).Di samping itu kata dia, para pengamat seringkali salah menilai partai Islam. &amp;ldquo;Pengamat yang mengamati PKB selalu salah. Dulu lembaga survei bilang PKB 2009 tidak lolos PT, ternyata PKB lolos,&quot; imbuhnya.Bagi dia, partai yang berbasiskan massa Nahdlatul Ulama telah memiliki massa tetap yang tidak bakal pindah kepartai lain. &quot;PKB punya Captive market, sehingga tidak pindah ke partai lain,&quot; kata dia.Menurut dia, persoalaan mendasar bagi parpol Islam adalah maraknya politik transaksional sehingga merusak massa pemilih. &quot;Persoalannya sekarang adalah politik transaksional, pendekatannya pendekatan pragmatis,&quot; jelasnya.Dia menambahkan sangat wajar bila parpol Islam semakin menurun karena parpol Islam banyak. Tapi tidak menutup kemungkinan parpol nasionalis juga akan menurun elektabilitas seperti, PDI Perjuangan dan Golkar. &quot;Parpol Islam banyak, wajar kalau elektabilitasnya turun, sangat mungkin juga partai nasionalisis turun,&quot; imbuh Marwan. Lembaga survei menurut dia, tidak adil karena telah mendikotomikan parpol Islam dan non Islam. &quot;Sangat tidak adil jika ada dikotomi antara parpol Islam dan nasionalis,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
