<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS: Pakta Militer Korsel &amp; Jepang Sangat Berguna</title><description>AS menyambut rencana penandatanganan  perjanjian  keamanan antara Korea Selatan dan Jepang,  yang akan  memfasilitasi pertukaran informasi intelijen. Menurut AS,   penandatanganan perjanjian itu akan sangat berguna.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/30/414/656579/as-pakta-militer-korsel-jepang-sangat-berguna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/30/414/656579/as-pakta-militer-korsel-jepang-sangat-berguna"/><item><title>AS: Pakta Militer Korsel &amp; Jepang Sangat Berguna</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/30/414/656579/as-pakta-militer-korsel-jepang-sangat-berguna</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/30/414/656579/as-pakta-militer-korsel-jepang-sangat-berguna</guid><pubDate>Sabtu 30 Juni 2012 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/30/414/656579/Nct9P6nvkp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : AFP</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/30/414/656579/Nct9P6nvkp.jpg</image><title>Foto : AFP</title></images><description>WASHINGTON -  Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyambut rencana penandatanganan perjanjian  keamanan antara Korea Selatan dan Jepang,  yang akan memfasilitasi pertukaran informasi intelijen. Menurut AS,  penandatanganan perjanjian itu akan sangat berguna.
&amp;nbsp;
&quot;Perjanjian itu akan  sangat berguna, namun kami memahami adanya isu bilateral yang cukup sensitif  antara Jepang dan Korsel,&quot; ujar salah seorang juru bicara Kementerian Luar  Negeri AS, seperti dikutip Yonhap, Sabtu  (30/6/2012).
&amp;nbsp;
&quot;Ini adalah keputusan  yang dibuat antara Korsel dan Jepang. Kami pun tidak berhak untuk berkomentar  lebih lanjut mengenai perjanjian ini,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Perjanjian itu  dibentuk pada awal bulan ini, namun kedua negara itu sadar akan adanya  ketegangan hubungan yang terjadi. Korsel memiliki ingatan pahit terkait  pendudukan Jepang di Semenanjung Korea pada 1910 hingga  1945.
&amp;nbsp;
Para pembuat  kebijakan di Korsel pun turut mendesak pemerintahnya agar tidak menandatangani  perjanjian militer itu. Penundaan pun muncul dan disepakati oleh Korsel dan juga  Jepang.
&amp;nbsp;
Menurut Pemerintah  Korsel, sulit untuk membangun perjanjian itu pada 2012 ini. Hal itu disebabkan  karena Negeri Ginseng akan segera menggelar pilpres pada Desember  mendatang.</description><content:encoded>WASHINGTON -  Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyambut rencana penandatanganan perjanjian  keamanan antara Korea Selatan dan Jepang,  yang akan memfasilitasi pertukaran informasi intelijen. Menurut AS,  penandatanganan perjanjian itu akan sangat berguna.
&amp;nbsp;
&quot;Perjanjian itu akan  sangat berguna, namun kami memahami adanya isu bilateral yang cukup sensitif  antara Jepang dan Korsel,&quot; ujar salah seorang juru bicara Kementerian Luar  Negeri AS, seperti dikutip Yonhap, Sabtu  (30/6/2012).
&amp;nbsp;
&quot;Ini adalah keputusan  yang dibuat antara Korsel dan Jepang. Kami pun tidak berhak untuk berkomentar  lebih lanjut mengenai perjanjian ini,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Perjanjian itu  dibentuk pada awal bulan ini, namun kedua negara itu sadar akan adanya  ketegangan hubungan yang terjadi. Korsel memiliki ingatan pahit terkait  pendudukan Jepang di Semenanjung Korea pada 1910 hingga  1945.
&amp;nbsp;
Para pembuat  kebijakan di Korsel pun turut mendesak pemerintahnya agar tidak menandatangani  perjanjian militer itu. Penundaan pun muncul dan disepakati oleh Korsel dan juga  Jepang.
&amp;nbsp;
Menurut Pemerintah  Korsel, sulit untuk membangun perjanjian itu pada 2012 ini. Hal itu disebabkan  karena Negeri Ginseng akan segera menggelar pilpres pada Desember  mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
