<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Legenda &quot;Death Match&quot; Kiev yang Masih Misteri</title><description>Pernah menonton film Death Match? Film tersebut  mengisahkan pertandingan sepakbola yang berujung hukuman mati terhadap  empat pemain FC Start, klub sepakbola di Kiev, yang beranggotakan mantan  pemain Dynamo Kiev dan Lokomotiv Kiev. Peristiwa legendaris itu terjadi  pada masa pendudukan Nazi di Ukraina pada 1942.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/01/8/656870/legenda-death-match-kiev-yang-masih-misteri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/07/01/8/656870/legenda-death-match-kiev-yang-masih-misteri"/><item><title>Legenda &quot;Death Match&quot; Kiev yang Masih Misteri</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/01/8/656870/legenda-death-match-kiev-yang-masih-misteri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/07/01/8/656870/legenda-death-match-kiev-yang-masih-misteri</guid><pubDate>Minggu 01 Juli 2012 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Fitra Iskandar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/01/8/656870/xkAOWvzLjf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Monumen death match di Stadion Lobanowski. (Foto: Fitra Iskandar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/01/8/656870/xkAOWvzLjf.jpg</image><title>Monumen death match di Stadion Lobanowski. (Foto: Fitra Iskandar/Okezone)</title></images><description>KIEV -  Pernah menonton film Death Match? Film tersebut  mengisahkan pertandingan sepakbola yang berujung hukuman mati terhadap  empat pemain FC Start, klub sepakbola di Kiev, yang beranggotakan mantan  pemain Dynamo Kiev dan Lokomotiv Kiev. Peristiwa legendaris itu terjadi  pada masa pendudukan Nazi di Ukraina pada 1942.
&amp;nbsp;
Konon menurut cerita yang berkembang, kematian empat pemain itu  terkait dengan sebuah pertandingan sepakbola tidak resmi antara pekerja  pabrik roti dan tentara Nazi pada masa itu. Para pekerja pabrik roti  yang diperkuat oleh sejumlah mantan pemain Dynamo Kiev dan Lokomotiv  Kiev menang 5-3 dalam pertandingan itu. Padahal sebelumnya, petinggi  Nazi sudah mengancam agar mereka tidak menang jika tidak ingin membayar  dengan nyawa. Rilis Soviet menulis, Nazi punya tujuan menjadikan  pertandingan itu sebagai alat propaganda untuk menunjukan keunggulan ras  Arya.
&amp;nbsp;
Setelah pertandingan itu, 10 orang pemain dikirim ke kamp konsentrasi  di Jerman. Enam orang berhasil kabur, dan empat lainnya dihukum mati.  Tapi kisah itu hanya salah satu versi yang ada, karena ada juga yang  menyebutkan pemain yang diciduk dan dihukum mati hanya tiga orang. Lalu,  tim investigasi pernah dibentuk Kota Hamburg untuk mencari tahu  kebenaran kasus ini. Kesimpulannya, tidak ada bukti bahwa kematian para  pemain itu terkait dengan kemenangan FC Start atas kesebelasan Jerman.
&amp;nbsp;
FC Start dibentuk oleh mantan kiper Dynamo Kiev, Mykola Trusevych,  setelah bebas dari kamp konsentrasi Darnitsa. Saat pendudukan Nazi,  banyak pemuda yang ditangkap dan dijebloskan ke dalam kamp tersebut,  termasuk para pemain Dynamo Kiev.
&amp;nbsp;
Trusevych yang mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai pabrik roti di  Kiev, mengajak sejumlah pemain untuk membentuk klub amatir. Inisiatif  ini didukung oleh pemilik pabrik yang ternyata fans berat Dynamo Kiev.  Setelah bergerilya kesana-kemari, sejumlah pemain pun berhasil direkrut.  Tim tersebut dihuni delapan mantan pemain Dynamo Kiev, dan tiga mantan  pemain Lokomotiv Kiev.
&amp;nbsp;
Mereka kerap menggelar laga dan menjadi tim yang disegani di Kiev.  Sampai akhirnya Nazi tertantang untuk menantang FC Start. Pertandingan  yang kemudian dikenal sebagai &amp;ldquo;Death Match&amp;rdquo; itu sebenarnya merupakan  ulangan dari pertandingan tiga hari sebelumnya. Kesebelasan Nazi  menginginkan rematch karena di pertandingan pertama pada 6 Agustus  mereka kalah. Di pertandingan kedua, FC Start kembali menang dengan skor  5-3.
&amp;nbsp;
Sebelum para pemain diciduk, FC Start sempat menggelar satu laga  melawan kesebelasan di liga lokal, FC Rukh. Setelah itu para pemain  diangkut SS Nazi karena dituduh sebagai anggota polisi bawah tanah Uni  Soviet. Mykola Korotkykh tewas terakibat penyiksaan, sementara tiga  lainnya dikirim ke Syrets Labour Camp dan dieksekusi pada Februari 1943.
&amp;nbsp;
Setelah Uni Soviet runtuh, fakta lain diungkapkan keluarga pemain  bahwa para pemain ditahan beberapa bulan setelah pertandingan itu.Mereka  yang diinterogasi dan dikirim ke Syerts Labour Camp karena tidak  terbukti sebagai polisi rahasia Uni Soviet.9 orang ditahan dibagi dalam  tiga grup. Grup pertama ditembak mati. Mereka semua ialah mantan pemain  Dynamo Kiev, Trusevych, Klymenko, Korotkitch and Kuz&amp;rsquo;menko.
&amp;nbsp;
FC Start kini hanya tinggal  sejarah. Stadion tempat laga itu digelar  masih ada. Untuk mengenang pertandingan itu Stadion Zenith diubah  namanya pada 1981 oleh pemerintah Uni Soviet menjadi FC Start Stadion.  Ada anggapan Soviet mendramatisir peristiwa itu. Selain itu, di depan  Stadion Valerijj Lobanovski, markas Dynamo Kiev berdiri monumen yang  bergambar empat pemain yang mati untuk mengenangnya.
&amp;nbsp;
Toh, cerita Death Match memang menarik. Sejumlah film dibuat  mengambil inspirasi dari peristiwa itu. Salah satunya ialah Ecape to  Victory yang diperankan Sylvester Stalone dan Pele. Hanya film garapan  Rusia, Match, menuai kritik dari sebagian orang Ukraina karena isinya  seolah-olah warga Ukraina mendukung Nazi.</description><content:encoded>KIEV -  Pernah menonton film Death Match? Film tersebut  mengisahkan pertandingan sepakbola yang berujung hukuman mati terhadap  empat pemain FC Start, klub sepakbola di Kiev, yang beranggotakan mantan  pemain Dynamo Kiev dan Lokomotiv Kiev. Peristiwa legendaris itu terjadi  pada masa pendudukan Nazi di Ukraina pada 1942.
&amp;nbsp;
Konon menurut cerita yang berkembang, kematian empat pemain itu  terkait dengan sebuah pertandingan sepakbola tidak resmi antara pekerja  pabrik roti dan tentara Nazi pada masa itu. Para pekerja pabrik roti  yang diperkuat oleh sejumlah mantan pemain Dynamo Kiev dan Lokomotiv  Kiev menang 5-3 dalam pertandingan itu. Padahal sebelumnya, petinggi  Nazi sudah mengancam agar mereka tidak menang jika tidak ingin membayar  dengan nyawa. Rilis Soviet menulis, Nazi punya tujuan menjadikan  pertandingan itu sebagai alat propaganda untuk menunjukan keunggulan ras  Arya.
&amp;nbsp;
Setelah pertandingan itu, 10 orang pemain dikirim ke kamp konsentrasi  di Jerman. Enam orang berhasil kabur, dan empat lainnya dihukum mati.  Tapi kisah itu hanya salah satu versi yang ada, karena ada juga yang  menyebutkan pemain yang diciduk dan dihukum mati hanya tiga orang. Lalu,  tim investigasi pernah dibentuk Kota Hamburg untuk mencari tahu  kebenaran kasus ini. Kesimpulannya, tidak ada bukti bahwa kematian para  pemain itu terkait dengan kemenangan FC Start atas kesebelasan Jerman.
&amp;nbsp;
FC Start dibentuk oleh mantan kiper Dynamo Kiev, Mykola Trusevych,  setelah bebas dari kamp konsentrasi Darnitsa. Saat pendudukan Nazi,  banyak pemuda yang ditangkap dan dijebloskan ke dalam kamp tersebut,  termasuk para pemain Dynamo Kiev.
&amp;nbsp;
Trusevych yang mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai pabrik roti di  Kiev, mengajak sejumlah pemain untuk membentuk klub amatir. Inisiatif  ini didukung oleh pemilik pabrik yang ternyata fans berat Dynamo Kiev.  Setelah bergerilya kesana-kemari, sejumlah pemain pun berhasil direkrut.  Tim tersebut dihuni delapan mantan pemain Dynamo Kiev, dan tiga mantan  pemain Lokomotiv Kiev.
&amp;nbsp;
Mereka kerap menggelar laga dan menjadi tim yang disegani di Kiev.  Sampai akhirnya Nazi tertantang untuk menantang FC Start. Pertandingan  yang kemudian dikenal sebagai &amp;ldquo;Death Match&amp;rdquo; itu sebenarnya merupakan  ulangan dari pertandingan tiga hari sebelumnya. Kesebelasan Nazi  menginginkan rematch karena di pertandingan pertama pada 6 Agustus  mereka kalah. Di pertandingan kedua, FC Start kembali menang dengan skor  5-3.
&amp;nbsp;
Sebelum para pemain diciduk, FC Start sempat menggelar satu laga  melawan kesebelasan di liga lokal, FC Rukh. Setelah itu para pemain  diangkut SS Nazi karena dituduh sebagai anggota polisi bawah tanah Uni  Soviet. Mykola Korotkykh tewas terakibat penyiksaan, sementara tiga  lainnya dikirim ke Syrets Labour Camp dan dieksekusi pada Februari 1943.
&amp;nbsp;
Setelah Uni Soviet runtuh, fakta lain diungkapkan keluarga pemain  bahwa para pemain ditahan beberapa bulan setelah pertandingan itu.Mereka  yang diinterogasi dan dikirim ke Syerts Labour Camp karena tidak  terbukti sebagai polisi rahasia Uni Soviet.9 orang ditahan dibagi dalam  tiga grup. Grup pertama ditembak mati. Mereka semua ialah mantan pemain  Dynamo Kiev, Trusevych, Klymenko, Korotkitch and Kuz&amp;rsquo;menko.
&amp;nbsp;
FC Start kini hanya tinggal  sejarah. Stadion tempat laga itu digelar  masih ada. Untuk mengenang pertandingan itu Stadion Zenith diubah  namanya pada 1981 oleh pemerintah Uni Soviet menjadi FC Start Stadion.  Ada anggapan Soviet mendramatisir peristiwa itu. Selain itu, di depan  Stadion Valerijj Lobanovski, markas Dynamo Kiev berdiri monumen yang  bergambar empat pemain yang mati untuk mengenangnya.
&amp;nbsp;
Toh, cerita Death Match memang menarik. Sejumlah film dibuat  mengambil inspirasi dari peristiwa itu. Salah satunya ialah Ecape to  Victory yang diperankan Sylvester Stalone dan Pele. Hanya film garapan  Rusia, Match, menuai kritik dari sebagian orang Ukraina karena isinya  seolah-olah warga Ukraina mendukung Nazi.</content:encoded></item></channel></rss>
