<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>17 Perempuan Jepang Unjuk Kebolehan Menari Bali</title><description>Semangat belasan perempuan Jepang ini patut diapresiasi. Jauh-jauh  datang dengan ongkos sendiri hanya untuk menampilkan tarian Bali.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/05/340/659267/17-perempuan-jepang-unjuk-kebolehan-menari-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/07/05/340/659267/17-perempuan-jepang-unjuk-kebolehan-menari-bali"/><item><title>17 Perempuan Jepang Unjuk Kebolehan Menari Bali</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/05/340/659267/17-perempuan-jepang-unjuk-kebolehan-menari-bali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/07/05/340/659267/17-perempuan-jepang-unjuk-kebolehan-menari-bali</guid><pubDate>Kamis 05 Juli 2012 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/05/340/659267/sL6JXaWK1Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perempuan asal Jepang latihan menari Bali (Foto: Okezone/Rohmat)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/05/340/659267/sL6JXaWK1Y.jpg</image><title>Perempuan asal Jepang latihan menari Bali (Foto: Okezone/Rohmat)</title></images><description>DENPASAR - Semangat belasan perempuan Jepang ini patut diapresiasi. Jauh-jauh datang dengan ongkos sendiri hanya untuk menampilkan tarian Bali di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-34.Sebelum tampil, 17 perempuan berusia di atas 30 tahun itu, menyampaikan kesiapan mereka untuk menari di atas panggung. Mereka akan berkolaborasi dengan Sanggar Saraswati pimpinan seniman kenamaaan I Gusti Kompyang Raka, pada Jumat malam besok di Gedung Ksinarnawa, Taman Budaya Denpasar.Para perempuan Jepang tersebut tergabung dalam sanggar Wyarihita asuhan Ni Wayan Deni Inaba. Deni Inaba merupakan perempuan asal Bali yang sudah menetap 20 tahun di Jepang.Mereka akan membawakan delapan tari, yakni tenun, putri angangsuh, metu, puspa warga, jaran teji, yudapati, sekar jagat, dan legong jobog.&amp;rdquo;Kami melatih mereka cukup lama sejak sanggar ini berdiri tahun 1999,&amp;rdquo; kata  Deni Inaba, di Denpasar, Kamis (5/7/2012).Upayanya membina dan mengembangkan tarian di Jepang membuahkan hasil dengan tingginya minat warga Jepang untuk menekuni tarian Bali.Hal yang menggembirakan, kata dia, tarian Bali digemari semua usia, mulai anak-anak hingga dewasa. Secara umum mereka tidak kesulitan mengikuti irama dan gerak klasik maupun kreasi.Selain telah pentas di sejumlah negara, seperti Australia, anak asuhan perempuan asal Buleleng itu juga ingin membuktikan kemampuannya di depan publik di Pulau Dewata.Salah seorang perempuan Jepang, Tomoko Nonaka, mengaku sangat menyukai keindahan gerak gerik tarian Bali. &quot;Saya menyukai tarian Bali, indah sekali, juga musiknya,&amp;rdquo; tutur perempuan yang mengenakan kabaya Bali itu.Mereka datang tanpa ada yang membiayai alias merogok kocek sendiri. Para penari itu berada di Bali selama lima hari hanya untuk menghibur masyarakat di ajang pesta kesenian tahunan terbesar di Bali itu.</description><content:encoded>DENPASAR - Semangat belasan perempuan Jepang ini patut diapresiasi. Jauh-jauh datang dengan ongkos sendiri hanya untuk menampilkan tarian Bali di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-34.Sebelum tampil, 17 perempuan berusia di atas 30 tahun itu, menyampaikan kesiapan mereka untuk menari di atas panggung. Mereka akan berkolaborasi dengan Sanggar Saraswati pimpinan seniman kenamaaan I Gusti Kompyang Raka, pada Jumat malam besok di Gedung Ksinarnawa, Taman Budaya Denpasar.Para perempuan Jepang tersebut tergabung dalam sanggar Wyarihita asuhan Ni Wayan Deni Inaba. Deni Inaba merupakan perempuan asal Bali yang sudah menetap 20 tahun di Jepang.Mereka akan membawakan delapan tari, yakni tenun, putri angangsuh, metu, puspa warga, jaran teji, yudapati, sekar jagat, dan legong jobog.&amp;rdquo;Kami melatih mereka cukup lama sejak sanggar ini berdiri tahun 1999,&amp;rdquo; kata  Deni Inaba, di Denpasar, Kamis (5/7/2012).Upayanya membina dan mengembangkan tarian di Jepang membuahkan hasil dengan tingginya minat warga Jepang untuk menekuni tarian Bali.Hal yang menggembirakan, kata dia, tarian Bali digemari semua usia, mulai anak-anak hingga dewasa. Secara umum mereka tidak kesulitan mengikuti irama dan gerak klasik maupun kreasi.Selain telah pentas di sejumlah negara, seperti Australia, anak asuhan perempuan asal Buleleng itu juga ingin membuktikan kemampuannya di depan publik di Pulau Dewata.Salah seorang perempuan Jepang, Tomoko Nonaka, mengaku sangat menyukai keindahan gerak gerik tarian Bali. &quot;Saya menyukai tarian Bali, indah sekali, juga musiknya,&amp;rdquo; tutur perempuan yang mengenakan kabaya Bali itu.Mereka datang tanpa ada yang membiayai alias merogok kocek sendiri. Para penari itu berada di Bali selama lima hari hanya untuk menghibur masyarakat di ajang pesta kesenian tahunan terbesar di Bali itu.</content:encoded></item></channel></rss>
