<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menyambung Hidup Lewat Joki 3 in 1</title><description>Sebuah mobil sedan mewah berjalan mulus menghampiri Rendi (19). Remaja  yang baru lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) sedikit melangkah  terburu-buru dan langsung membuka pintu untuk masuk kedalam mobil mewah  itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/10/500/661154/menyambung-hidup-lewat-joki-3-in-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/07/10/500/661154/menyambung-hidup-lewat-joki-3-in-1"/><item><title>Menyambung Hidup Lewat Joki 3 in 1</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/10/500/661154/menyambung-hidup-lewat-joki-3-in-1</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/07/10/500/661154/menyambung-hidup-lewat-joki-3-in-1</guid><pubDate>Selasa 10 Juli 2012 09:50 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/10/500/661154/jYBLVNVL3C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: dinsos.jakarta.go.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/10/500/661154/jYBLVNVL3C.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: dinsos.jakarta.go.id)</title></images><description>JAKARTA - Sebuah mobil sedan mewah berjalan mulus menghampiri Rendi (19). Remaja yang baru lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) sedikit melangkah terburu-buru dan langsung membuka pintu untuk masuk kedalam mobil mewah itu. Begitulah setiap hari yang dilakukan Rendi yang menjadi joki 3 in 1 di kawasan Sudirman tepatnya di samping kampus Atmajaya, Jakarta Selatan. Selain Rendi, puluhan orang juga terlihat berbaris sambil mengacungkan jari telunjuk kearah mobil yang melintas sambil berharap agar mobil-mobil itu menghampiri dirinya. &quot;Geseran dong, biar ada jarak,&quot; kata Rendi kepada salah satu temannya. Rendi kini sudah kembali berdiri di jalan tersebut usai jasanya dipakai oleh pemilik mobil sedan mewah.&amp;nbsp; Dirinya pun mengaku mendapatkan uang sebesar Rp50.000. Ia mengaku baru enam bulan menekuni profesi sebagai joki 3 in 1.&quot;Saya baru, soalnya diajak sama teman,&quot; singkat Rendi sambil sesekali mengacungkan jari telunjuknya ke arah mobil pribadi.Rendi mengaku biasanya sejak pukul 15.00 WIB, sudah berdiri di jalan untuk menawarkan jasanya kepada mobil yang berpenumpang kurang dari tiga orang. Selama menjalani profesinya, Rendi mengatakan belum pernah tertangkap oleh petugas satpol PP.&quot;Kalau bisa jangan ketangkap, kalau teman-teman cerita, kalau ketangkap itu untuk keluar susah. Soalnya pakai uang,&quot; terangnya, saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.Lebih lanjut dia mengatakan pihak orang tua telah mengetahui profesinya sebagai joki. Bahkan jika Rendi mengaku kerap menyisihkan uang untuk keperluan dirumah.&quot;Ayah saya sudah enggak ada, ibu hanya kerja bantuin tetangga nyuci baju, adik saya dua masih sekolah. Jadi kalau ada lebih ya kasih ibu,&quot; ungkapnya.Dalam menjalankan profesinya, ia mengaku tak pernah memasang tarif. &quot;Kalau sehari enggak bisa dipatokin dapetnya berapa, ya cukup menyambung hidup,&quot; tuturnya.Untuk menunjang profesinya, Rendi harus menyisihkan uang guna mendukung penampilannya. Pakaian yang dibeli bukanlah pakaian baru, melainkan pakaian bekas pakai yang masih layak dipakai.&quot;Ya beli kemeja, celana di proyek, Senen. Soalnya orang juga liat penampilan kita. Kalau bajunya jelek, kebanyakan takut,&quot; tegasnya.Kini Jakarta sedang melakukan pesta demokrasi untuk memilih calon pemimpinnya. Sayangnya hal tersebut tak dapat dirasakan remaja yang tinggal di Tambora,&amp;nbsp; Jakarta Barat ini.Namun demikian, dibalik pesta demokrasi itu, Rendi memiliki permintaan yang sederhana yaitu agar Gubernur DKI yang baru tak merampas pekerjaannya sebagai Joki 3 in 1.&quot;Kalau bisa harga bisa turun, banjir juga enggak ada dan kita boleh bekerja kayak gini, nggak ditangkepin,&quot; ujarnya sambil tersenyum penuh harap. </description><content:encoded>JAKARTA - Sebuah mobil sedan mewah berjalan mulus menghampiri Rendi (19). Remaja yang baru lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) sedikit melangkah terburu-buru dan langsung membuka pintu untuk masuk kedalam mobil mewah itu. Begitulah setiap hari yang dilakukan Rendi yang menjadi joki 3 in 1 di kawasan Sudirman tepatnya di samping kampus Atmajaya, Jakarta Selatan. Selain Rendi, puluhan orang juga terlihat berbaris sambil mengacungkan jari telunjuk kearah mobil yang melintas sambil berharap agar mobil-mobil itu menghampiri dirinya. &quot;Geseran dong, biar ada jarak,&quot; kata Rendi kepada salah satu temannya. Rendi kini sudah kembali berdiri di jalan tersebut usai jasanya dipakai oleh pemilik mobil sedan mewah.&amp;nbsp; Dirinya pun mengaku mendapatkan uang sebesar Rp50.000. Ia mengaku baru enam bulan menekuni profesi sebagai joki 3 in 1.&quot;Saya baru, soalnya diajak sama teman,&quot; singkat Rendi sambil sesekali mengacungkan jari telunjuknya ke arah mobil pribadi.Rendi mengaku biasanya sejak pukul 15.00 WIB, sudah berdiri di jalan untuk menawarkan jasanya kepada mobil yang berpenumpang kurang dari tiga orang. Selama menjalani profesinya, Rendi mengatakan belum pernah tertangkap oleh petugas satpol PP.&quot;Kalau bisa jangan ketangkap, kalau teman-teman cerita, kalau ketangkap itu untuk keluar susah. Soalnya pakai uang,&quot; terangnya, saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.Lebih lanjut dia mengatakan pihak orang tua telah mengetahui profesinya sebagai joki. Bahkan jika Rendi mengaku kerap menyisihkan uang untuk keperluan dirumah.&quot;Ayah saya sudah enggak ada, ibu hanya kerja bantuin tetangga nyuci baju, adik saya dua masih sekolah. Jadi kalau ada lebih ya kasih ibu,&quot; ungkapnya.Dalam menjalankan profesinya, ia mengaku tak pernah memasang tarif. &quot;Kalau sehari enggak bisa dipatokin dapetnya berapa, ya cukup menyambung hidup,&quot; tuturnya.Untuk menunjang profesinya, Rendi harus menyisihkan uang guna mendukung penampilannya. Pakaian yang dibeli bukanlah pakaian baru, melainkan pakaian bekas pakai yang masih layak dipakai.&quot;Ya beli kemeja, celana di proyek, Senen. Soalnya orang juga liat penampilan kita. Kalau bajunya jelek, kebanyakan takut,&quot; tegasnya.Kini Jakarta sedang melakukan pesta demokrasi untuk memilih calon pemimpinnya. Sayangnya hal tersebut tak dapat dirasakan remaja yang tinggal di Tambora,&amp;nbsp; Jakarta Barat ini.Namun demikian, dibalik pesta demokrasi itu, Rendi memiliki permintaan yang sederhana yaitu agar Gubernur DKI yang baru tak merampas pekerjaannya sebagai Joki 3 in 1.&quot;Kalau bisa harga bisa turun, banjir juga enggak ada dan kita boleh bekerja kayak gini, nggak ditangkepin,&quot; ujarnya sambil tersenyum penuh harap. </content:encoded></item></channel></rss>
