<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tim MC ITS Berjuang Atasi Hawa Dingin Irlandia</title><description>Tim Maritime  Challenge (MC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang akan  berlaga di ajang Atlantic Challenge 2012 telah tiba di Bantry, Irlandia sejak  Jumat 13 Juli waktu setempat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/16/373/663876/tim-mc-its-berjuang-atasi-hawa-dingin-irlandia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/07/16/373/663876/tim-mc-its-berjuang-atasi-hawa-dingin-irlandia"/><item><title>Tim MC ITS Berjuang Atasi Hawa Dingin Irlandia</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/16/373/663876/tim-mc-its-berjuang-atasi-hawa-dingin-irlandia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/07/16/373/663876/tim-mc-its-berjuang-atasi-hawa-dingin-irlandia</guid><pubDate>Senin 16 Juli 2012 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Margaret Puspitarini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/16/373/663876/i0BGEOCnsf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : ITS</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/16/373/663876/i0BGEOCnsf.jpg</image><title>Foto : ITS</title></images><description>JAKARTA  - Tim Maritime  Challenge (MC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang akan  berlaga di ajang Atlantic Challenge 2012 telah tiba di Bantry, Irlandia sejak  Jumat 13 Juli waktu setempat. Namun, tim yang terdiri dari 20 mahasiswa itu  merasa terkejut dengan suhu udara di negera tersebut yang sangat  dingin.
&amp;nbsp;
Meski berada pada  musim panas, suhu udara di Irlandia berkisar antara 14 derajat Celcius dan tidak  jarang hujan turun. Maka, tim MC harus mempersiapkan diri guna beradaptasi  dengan kondisi lingkungan sekitar yang jauh berbeda dengan Tanah Air yang  beriklim tropis.
&amp;nbsp;
Strategi pun  disiapkan. Buktinya, tim ini telah stand by di Bantry, Irlandia sejak satu pekan  sebelum lomba dimulai pada Sabtu 21 Juli mendatang. Tim MC adalah satu-satunya  tim yang berasal dari negara beriklim tropis. ''Dari 16 negara lain yang ikut,  hanya kita saja yang berasal dari negara beriklim tropis,'' tutur salah satu  anggota Tim MC, Fiqhy Dian Nashrulloh, seperti disitat dari ITS Online, Senin  (16/7/2012).
&amp;nbsp;
Awalnya, lanjut  Fiqhy, mereka telah memikirkan kemungkinan suhu dingin itu. Namun prediksi  mereka meleset. Mereka tidak mengira suhunya akan serendah itu. ''Kami mengira  mungkin suhunya sekira 20 derajat Celcius,'' katanya  menambahkan.
&amp;nbsp;
Untungnya, mereka  telah membawa jaket, baju hangat, dan perlengkapan musim dingin lainnya. Namun,  perlengkapan tersebut hanya mereka kenakan dalam keadaan darurat. Pasalnya,  mereka dilarang mengenakannya kecuali dalam keadaan kepepet alias terpaksa  karena sudah terlalu parah hawa dingin tersebut.
&amp;nbsp;
Sejak tiba di  Irlandia, mereka telah berkomitmen untuk melawan dingin tersebut. Mereka hanya  mengenakan kaus seolah-olah tidak sedang dalam suhu dingin. Menurut Fiqhy,  tindakan itu sengaja dilakukan agar tubuh mereka cepat beradaptasi. ''Kalau  tubuh ini dipaksa sejak awal, akan mulai terbiasa,'' ujarnya  menambahkan.
&amp;nbsp;
Dan benar saja, dalam  dua hari, mereka telah terbiasa dengan suhu Irlandia yang awalnya tidak  bersahabat. Jika tidak dipaksakan, lanjut dia, tubuh akan terlampau lama hanya  untuk adaptasi. Hal itu sangat mereka dihindari lantaran Tim MC sangat  membutuhkan latihan bersama sang kapal Rojo Segoro selama sepekan sebelum  berkompetisi.
&amp;nbsp;
Tidak disangka,  sebuah kabar baik datang dari panitia Atlantic Challange 2012. Menurut panitia,  pada saat lomba temperatur wilayah lomba tersebut akan menghangat. Fiqhy dan  teman-temannya, cukup lega dengan informasi tersebut. ''Tapi itu juga masih  harapan kami,'' imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA  - Tim Maritime  Challenge (MC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang akan  berlaga di ajang Atlantic Challenge 2012 telah tiba di Bantry, Irlandia sejak  Jumat 13 Juli waktu setempat. Namun, tim yang terdiri dari 20 mahasiswa itu  merasa terkejut dengan suhu udara di negera tersebut yang sangat  dingin.
&amp;nbsp;
Meski berada pada  musim panas, suhu udara di Irlandia berkisar antara 14 derajat Celcius dan tidak  jarang hujan turun. Maka, tim MC harus mempersiapkan diri guna beradaptasi  dengan kondisi lingkungan sekitar yang jauh berbeda dengan Tanah Air yang  beriklim tropis.
&amp;nbsp;
Strategi pun  disiapkan. Buktinya, tim ini telah stand by di Bantry, Irlandia sejak satu pekan  sebelum lomba dimulai pada Sabtu 21 Juli mendatang. Tim MC adalah satu-satunya  tim yang berasal dari negara beriklim tropis. ''Dari 16 negara lain yang ikut,  hanya kita saja yang berasal dari negara beriklim tropis,'' tutur salah satu  anggota Tim MC, Fiqhy Dian Nashrulloh, seperti disitat dari ITS Online, Senin  (16/7/2012).
&amp;nbsp;
Awalnya, lanjut  Fiqhy, mereka telah memikirkan kemungkinan suhu dingin itu. Namun prediksi  mereka meleset. Mereka tidak mengira suhunya akan serendah itu. ''Kami mengira  mungkin suhunya sekira 20 derajat Celcius,'' katanya  menambahkan.
&amp;nbsp;
Untungnya, mereka  telah membawa jaket, baju hangat, dan perlengkapan musim dingin lainnya. Namun,  perlengkapan tersebut hanya mereka kenakan dalam keadaan darurat. Pasalnya,  mereka dilarang mengenakannya kecuali dalam keadaan kepepet alias terpaksa  karena sudah terlalu parah hawa dingin tersebut.
&amp;nbsp;
Sejak tiba di  Irlandia, mereka telah berkomitmen untuk melawan dingin tersebut. Mereka hanya  mengenakan kaus seolah-olah tidak sedang dalam suhu dingin. Menurut Fiqhy,  tindakan itu sengaja dilakukan agar tubuh mereka cepat beradaptasi. ''Kalau  tubuh ini dipaksa sejak awal, akan mulai terbiasa,'' ujarnya  menambahkan.
&amp;nbsp;
Dan benar saja, dalam  dua hari, mereka telah terbiasa dengan suhu Irlandia yang awalnya tidak  bersahabat. Jika tidak dipaksakan, lanjut dia, tubuh akan terlampau lama hanya  untuk adaptasi. Hal itu sangat mereka dihindari lantaran Tim MC sangat  membutuhkan latihan bersama sang kapal Rojo Segoro selama sepekan sebelum  berkompetisi.
&amp;nbsp;
Tidak disangka,  sebuah kabar baik datang dari panitia Atlantic Challange 2012. Menurut panitia,  pada saat lomba temperatur wilayah lomba tersebut akan menghangat. Fiqhy dan  teman-temannya, cukup lega dengan informasi tersebut. ''Tapi itu juga masih  harapan kami,'' imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
