<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Setuju Metode dari Eropa, FPI Mulai Puasa Hari Ini</title><description>Juru Bicara FPI, Habib Ali Alatas menjelaskan banyak ulama tradisional memakai metode sulam, untuk  melihat Hilal dibanding metode ephemeris yang digunakan untuk  navigasi kapal laut.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/20/337/665889/tak-setuju-metode-dari-eropa-fpi-mulai-puasa-hari-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/07/20/337/665889/tak-setuju-metode-dari-eropa-fpi-mulai-puasa-hari-ini"/><item><title>Tak Setuju Metode dari Eropa, FPI Mulai Puasa Hari Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/20/337/665889/tak-setuju-metode-dari-eropa-fpi-mulai-puasa-hari-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/07/20/337/665889/tak-setuju-metode-dari-eropa-fpi-mulai-puasa-hari-ini</guid><pubDate>Jum'at 20 Juli 2012 05:42 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/20/337/665889/H1uCuXsmFh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: (dok okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/20/337/665889/H1uCuXsmFh.jpg</image><title>Foto: (dok okezone)</title></images><description>JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) memulai awal puasa bersama dengan Muhammadiyah pada hari ini, Jumat (20/7/2012). Hal tersebut ditegaskan Juru Bicara FPI, Habib Ali Alatas dalam sidang hisbat di Kementrian Agama, Jl, MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
&amp;nbsp;
&quot;Kami dari tim falakiyah DPP FPI mengusulkan kepada Kementrian Agama agar secara terbuka menyampaikan ke masyarakat bahwa metode yang dipakai untuk menentukan ephemeris itu dengan jelas. Akan tetapi, kami dari FPI tidak memakai ephemeris tapi memakai metode sulam yang sudah kuno,&quot; jelas Habib Ali Alatas, Juru Bicara FPI di Kementrian agama, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
&amp;nbsp;
Menurut Ali, pemantauan hilal yang dilakukan di Pesantren Al-Husainiyah, Cakung, Jakarta Timur, disaksikan oleh beberapa orang yang melihat hilal selama 4 menit pada pukul 17.53 WIB.
&amp;nbsp;
Dia menjelaskan banyak ulama tradisional memakai metode sulam, untuk melihat Hilal dibanding metode ephemeris yang biasa digunakan untuk navigasi kapal laut.
&amp;nbsp;
&quot;Itu (sulam) metode tradisi lama, tapi yang&amp;nbsp;selama ini dipakai oleh ulama-ulama, sedangkan&amp;nbsp;ephemeris itu metode baru, tapi&amp;nbsp; asal usulnya dari Eropa dan digunakan untuk pelayaran dan penerbangan, untuk navigasi sebetulnya. Nah, kalau sulam itu mulai dikembangkan ulama untuk menentukan rukyah, menentukan 1 Ramadan dan 1 Syawal. Jadi berbeda sebetulnya,&quot; simpulnya.
&amp;nbsp;
Namun, FPI menghormati keputusan pemerintah yang diwakili oleh Mentri Agama, Suryadharma Ali pada sidang Hisbat tadi malam. &quot;Tapi, FPI menghargai keputusan tersebut dan menghormati terjadinya 1 Ramadan versi pemerintah pada 21 Juli. Ya sudah lah, itu perbedaan. Kita hargai saja,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) memulai awal puasa bersama dengan Muhammadiyah pada hari ini, Jumat (20/7/2012). Hal tersebut ditegaskan Juru Bicara FPI, Habib Ali Alatas dalam sidang hisbat di Kementrian Agama, Jl, MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
&amp;nbsp;
&quot;Kami dari tim falakiyah DPP FPI mengusulkan kepada Kementrian Agama agar secara terbuka menyampaikan ke masyarakat bahwa metode yang dipakai untuk menentukan ephemeris itu dengan jelas. Akan tetapi, kami dari FPI tidak memakai ephemeris tapi memakai metode sulam yang sudah kuno,&quot; jelas Habib Ali Alatas, Juru Bicara FPI di Kementrian agama, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
&amp;nbsp;
Menurut Ali, pemantauan hilal yang dilakukan di Pesantren Al-Husainiyah, Cakung, Jakarta Timur, disaksikan oleh beberapa orang yang melihat hilal selama 4 menit pada pukul 17.53 WIB.
&amp;nbsp;
Dia menjelaskan banyak ulama tradisional memakai metode sulam, untuk melihat Hilal dibanding metode ephemeris yang biasa digunakan untuk navigasi kapal laut.
&amp;nbsp;
&quot;Itu (sulam) metode tradisi lama, tapi yang&amp;nbsp;selama ini dipakai oleh ulama-ulama, sedangkan&amp;nbsp;ephemeris itu metode baru, tapi&amp;nbsp; asal usulnya dari Eropa dan digunakan untuk pelayaran dan penerbangan, untuk navigasi sebetulnya. Nah, kalau sulam itu mulai dikembangkan ulama untuk menentukan rukyah, menentukan 1 Ramadan dan 1 Syawal. Jadi berbeda sebetulnya,&quot; simpulnya.
&amp;nbsp;
Namun, FPI menghormati keputusan pemerintah yang diwakili oleh Mentri Agama, Suryadharma Ali pada sidang Hisbat tadi malam. &quot;Tapi, FPI menghargai keputusan tersebut dan menghormati terjadinya 1 Ramadan versi pemerintah pada 21 Juli. Ya sudah lah, itu perbedaan. Kita hargai saja,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
