<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Diracun, Gajah Sumatera Kembali Ditemukan Mati</title><description>Seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) kembali ditemukan mati di Riau. Kali ini satwa langka ini mati di Dusun Plamboyan, Kecamatan Tapunghilir, Kabupaten Kampar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/21/340/666536/diduga-diracun-gajah-sumatera-kembali-ditemukan-mati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/07/21/340/666536/diduga-diracun-gajah-sumatera-kembali-ditemukan-mati"/><item><title>Diduga Diracun, Gajah Sumatera Kembali Ditemukan Mati</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/21/340/666536/diduga-diracun-gajah-sumatera-kembali-ditemukan-mati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/07/21/340/666536/diduga-diracun-gajah-sumatera-kembali-ditemukan-mati</guid><pubDate>Sabtu 21 Juli 2012 20:13 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>PEKANBARU - Seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus)  kembali ditemukan mati di Riau. Kali ini satwa langka ini mati di Dusun Plamboyan, Kecamatan Tapunghilir, Kabupaten Kampar.
&amp;nbsp;
World Wildlife Fund (WWF) menyatakan bahwa gajah yang mati itu diperkirakan berusia 12-15 tahun. Dan dugaan sementara satwa mamalia besar bisa mati akibat diracun.
&amp;nbsp;
&quot;Gajah yang mati itu berjenis kelamin jantan. Dari kondisi yang kita lihat,diperkirakan mati akibat diracun. Bangkai ditemukan warga sudah mulai membusuk,&quot; kata Humas WWF Riau Syamsidar Sabtu (21/7/2012).
&amp;nbsp;
Dia memperkirakan, gajah yang mati ini merupakan salah satu kawanan gajah yang sering hidup di hutan-hutan kampar yang tersisa.
&amp;nbsp;
&quot;Kawanan gajah disana itu sekitar 20 ekor, wilayah jelajah gajah-gajah disana bisanya di Petapahan-Tapunghilir serta Tahura. Memang disana hanya sisa-sia hutan saja mereka bertahan hidup. Hutan alam disana sudah habis dibabat menjadi kawasan perkebunan dan pemukiman warga,&quot; tukas Syamsidar lagi.
&amp;nbsp;
Dia berharap agar polisi segera menindak pelaku pembunuh satwa yang dinyatakan kondisi populasi sangat kritis.</description><content:encoded>PEKANBARU - Seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus)  kembali ditemukan mati di Riau. Kali ini satwa langka ini mati di Dusun Plamboyan, Kecamatan Tapunghilir, Kabupaten Kampar.
&amp;nbsp;
World Wildlife Fund (WWF) menyatakan bahwa gajah yang mati itu diperkirakan berusia 12-15 tahun. Dan dugaan sementara satwa mamalia besar bisa mati akibat diracun.
&amp;nbsp;
&quot;Gajah yang mati itu berjenis kelamin jantan. Dari kondisi yang kita lihat,diperkirakan mati akibat diracun. Bangkai ditemukan warga sudah mulai membusuk,&quot; kata Humas WWF Riau Syamsidar Sabtu (21/7/2012).
&amp;nbsp;
Dia memperkirakan, gajah yang mati ini merupakan salah satu kawanan gajah yang sering hidup di hutan-hutan kampar yang tersisa.
&amp;nbsp;
&quot;Kawanan gajah disana itu sekitar 20 ekor, wilayah jelajah gajah-gajah disana bisanya di Petapahan-Tapunghilir serta Tahura. Memang disana hanya sisa-sia hutan saja mereka bertahan hidup. Hutan alam disana sudah habis dibabat menjadi kawasan perkebunan dan pemukiman warga,&quot; tukas Syamsidar lagi.
&amp;nbsp;
Dia berharap agar polisi segera menindak pelaku pembunuh satwa yang dinyatakan kondisi populasi sangat kritis.</content:encoded></item></channel></rss>
