<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Tak Berani Reshuffle KIB Jilid II</title><description>Kritikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap anggota KIB Jilid II dari kalangan partai politik merupakan  kegerahannya lantaran kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah  semakin turun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/22/339/666643/sby-tak-berani-reshuffle-kib-jilid-ii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/07/22/339/666643/sby-tak-berani-reshuffle-kib-jilid-ii"/><item><title>SBY Tak Berani Reshuffle KIB Jilid II</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/22/339/666643/sby-tak-berani-reshuffle-kib-jilid-ii</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/07/22/339/666643/sby-tak-berani-reshuffle-kib-jilid-ii</guid><pubDate>Minggu 22 Juli 2012 08:41 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/22/339/666643/5ASlMIHP4o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden SBY (foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/22/339/666643/5ASlMIHP4o.jpg</image><title>Presiden SBY (foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kritikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap anggota Kabinet  Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II dari kalangan partai politik merupakan kegerahannya lantaran kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah semakin turun.Meski demikian, SBY dinilai tidak akan berani mereshuffle para menterinya yang berasal dari parpol itu. Justru, jika SBY mereshufflenya akan menjadi boomerang bagi jalannya pemerintahan dan Partai Demokrat sendiri.&amp;ldquo;SBY tidak akan berani melakukan reshuffle. Dia sadar kinerja pemerintahan terus merosot, tingkat kinerja kurang memuaskan, Demokrat terus merosot. SBY juga sudah sadar kinerjanya lemah, dikarangkeng koalisi, tapi kalau reshuffle jadi boomerang,&amp;rdquo; ungkap pengamat Charta Politica, Arya Fernandez kepada Okezone, Minggu (22/7/2012).Tapi kata dia, perombakan itu juga dimungkinkan dilakukan SBY, namun hanya akan menggeser posisi strategis menteri dari Parpol dan tidak mengurangi komposisinya.&amp;ldquo;Reshuffle terhadap menteri yang strategis akan sangat memungkinkan, kalau mereshuffle paling hanya menggeser tapi tidak mengurangi komposisi Parpol koalisi,&amp;rdquo; tegasnya.Arya mengakui bahwa kritikan SBY terhadap anggota KIB Jilid II ini keluar dari kebiasaannya. Hal itu disebabkan, SBY sudah tersandera oleh koalisi yang dibangun sejak awal.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kritikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap anggota Kabinet  Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II dari kalangan partai politik merupakan kegerahannya lantaran kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah semakin turun.Meski demikian, SBY dinilai tidak akan berani mereshuffle para menterinya yang berasal dari parpol itu. Justru, jika SBY mereshufflenya akan menjadi boomerang bagi jalannya pemerintahan dan Partai Demokrat sendiri.&amp;ldquo;SBY tidak akan berani melakukan reshuffle. Dia sadar kinerja pemerintahan terus merosot, tingkat kinerja kurang memuaskan, Demokrat terus merosot. SBY juga sudah sadar kinerjanya lemah, dikarangkeng koalisi, tapi kalau reshuffle jadi boomerang,&amp;rdquo; ungkap pengamat Charta Politica, Arya Fernandez kepada Okezone, Minggu (22/7/2012).Tapi kata dia, perombakan itu juga dimungkinkan dilakukan SBY, namun hanya akan menggeser posisi strategis menteri dari Parpol dan tidak mengurangi komposisinya.&amp;ldquo;Reshuffle terhadap menteri yang strategis akan sangat memungkinkan, kalau mereshuffle paling hanya menggeser tapi tidak mengurangi komposisi Parpol koalisi,&amp;rdquo; tegasnya.Arya mengakui bahwa kritikan SBY terhadap anggota KIB Jilid II ini keluar dari kebiasaannya. Hal itu disebabkan, SBY sudah tersandera oleh koalisi yang dibangun sejak awal.</content:encoded></item></channel></rss>
