<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Sibuk, Peringatan Hari Anak Nasional Ditunda 2 Bulan</title><description>Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) kecewa kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena menunda peringatan Hari Anak Nasional pada Senin 23 Juli 2012. Kegiatan tersebut ditunda hingga September 2012.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/23/337/667083/sby-sibuk-peringatan-hari-anak-nasional-ditunda-2-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/07/23/337/667083/sby-sibuk-peringatan-hari-anak-nasional-ditunda-2-bulan"/><item><title>SBY Sibuk, Peringatan Hari Anak Nasional Ditunda 2 Bulan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/23/337/667083/sby-sibuk-peringatan-hari-anak-nasional-ditunda-2-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/07/23/337/667083/sby-sibuk-peringatan-hari-anak-nasional-ditunda-2-bulan</guid><pubDate>Senin 23 Juli 2012 12:37 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/23/337/667083/6kTNNb8KpZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden SBY (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/23/337/667083/6kTNNb8KpZ.jpg</image><title>Presiden SBY (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) kecewa kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena menunda peringatan Hari Anak Nasional pada Senin 23 Juli 2012. Kegiatan tersebut ditunda hingga September 2012.
&amp;nbsp;
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan penundaan Hari Anak Nasional ini menunjukan kalau pemerintahan Presiden SBY tidak memiliki komitmen yang kuat untuk memberikan perlindungan terhadap anak.

&quot;Dengan penundaan hari anak ini, terbukti perhatian pemerintah sangat rendah terhadap anak-anak Indonesia,&quot; kata Arist kepada wartawan, di Kantor Komnas PA, Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (23/7/2012).

&quot;Ini melukai hati anak Indonesia. Padahal dengan momen inilah, anak Indonesia dapat bergembira dan menyampaikan pendapat menyangkut berbagai masalah yang dihadapinya,&quot; tuturnya.

Walaupun hari anak hanya sekadar seremoni, kata Arist, namun peringatan tersebut merupakan suatu bentuk ucapan atau perhatian kepada anak Indonesia. &quot;Suara anak adalah suara Tuhan, kalau pemerintah tidak dengar, pasti Tuhan yang akan mendengar,&quot; imbuhnya.

Lebih lanjut Arist menuturkan, biarpun Hari Anak Nasional tidak didukung oleh pemerintah, namun pihaknya akan tetap mengisi peringatannya dengan menggalakkan gerakan peluk.

&quot;Gerakan peluk anak ini dapat dilakukan oleh orang tua selama 10 menit sebelum orang tua melakukan aktivitasnya dan 10 menit setelah orang tua melakukan aktivitas,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) kecewa kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena menunda peringatan Hari Anak Nasional pada Senin 23 Juli 2012. Kegiatan tersebut ditunda hingga September 2012.
&amp;nbsp;
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan penundaan Hari Anak Nasional ini menunjukan kalau pemerintahan Presiden SBY tidak memiliki komitmen yang kuat untuk memberikan perlindungan terhadap anak.

&quot;Dengan penundaan hari anak ini, terbukti perhatian pemerintah sangat rendah terhadap anak-anak Indonesia,&quot; kata Arist kepada wartawan, di Kantor Komnas PA, Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (23/7/2012).

&quot;Ini melukai hati anak Indonesia. Padahal dengan momen inilah, anak Indonesia dapat bergembira dan menyampaikan pendapat menyangkut berbagai masalah yang dihadapinya,&quot; tuturnya.

Walaupun hari anak hanya sekadar seremoni, kata Arist, namun peringatan tersebut merupakan suatu bentuk ucapan atau perhatian kepada anak Indonesia. &quot;Suara anak adalah suara Tuhan, kalau pemerintah tidak dengar, pasti Tuhan yang akan mendengar,&quot; imbuhnya.

Lebih lanjut Arist menuturkan, biarpun Hari Anak Nasional tidak didukung oleh pemerintah, namun pihaknya akan tetap mengisi peringatannya dengan menggalakkan gerakan peluk.

&quot;Gerakan peluk anak ini dapat dilakukan oleh orang tua selama 10 menit sebelum orang tua melakukan aktivitasnya dan 10 menit setelah orang tua melakukan aktivitas,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
