<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia: Suriah Tak Mungkin Gunakan Senjata Kimia</title><description>Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, Suriah tidak akan menggunakan  senjata kimianya bila ada serangan dari pihak asing. Negeri Beruang  Merah itu juga mengklaim, senjata-senjata mematikan itu sudah diamankan  oleh Suriah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/25/414/668423/rusia-suriah-tak-mungkin-gunakan-senjata-kimia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/07/25/414/668423/rusia-suriah-tak-mungkin-gunakan-senjata-kimia"/><item><title>Rusia: Suriah Tak Mungkin Gunakan Senjata Kimia</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/25/414/668423/rusia-suriah-tak-mungkin-gunakan-senjata-kimia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/07/25/414/668423/rusia-suriah-tak-mungkin-gunakan-senjata-kimia</guid><pubDate>Rabu 25 Juli 2012 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/25/414/668423/lGNFKCD8jD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Pasukan Suriah (Politicio)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/25/414/668423/lGNFKCD8jD.jpg</image><title>Foto : Pasukan Suriah (Politicio)</title></images><description>MOSKOW - Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, Suriah tidak akan menggunakan senjata kimianya bila ada serangan dari pihak asing. Negeri Beruang Merah itu juga mengklaim, senjata-senjata mematikan itu sudah diamankan oleh Suriah.&quot;Terkait dengan ini kami ingin menegaskan, bahwa Suriah pada tahun 1968 meratifikasi Protokol Jeneva dari tahun 1925, yang melarang penggunaan gas-gas penyesak napas, gas-gas beracun dan lain-lain zat serupa sebagai cara-cara peperangan,&quot; demikian, keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri Rusia yang diterima Okezone, Rabu (25/7/2012).Rusia pun berharap kepada Suriah agar tetap menghormati hukum-hukum internasional yang berlaku. Kementerian Luar Negeri Rusia juga khawatir bila senjata kimia itu jatuh ke tangan fraksi oposisi Suriah.&quot;Kami tidak boleh lupa tentang masalah ini, fraksi oposisi bersenjata masih ada di sana dan senjata itu tidak boleh jatuh ke tangan mereka,&quot; ujar Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov.Dahulu, Suriah tidak pernah mengatakan bahwa negaranya memiliki senjata kimia. Hal itu cukup menuai kecurigaan negara-negara lain. Namun saat ini, kepemilikan senjata itu sudah diumumkan ke publik.Suriah pun berjanji tidak akan menggunakan senjata mematikan tersebut dalam perang internalnya, meski konflik internal semakin parah. Suriah juga mengerti bahwa senjata itu menjadi senjata yang dilarang oleh hukum internasional.</description><content:encoded>MOSKOW - Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, Suriah tidak akan menggunakan senjata kimianya bila ada serangan dari pihak asing. Negeri Beruang Merah itu juga mengklaim, senjata-senjata mematikan itu sudah diamankan oleh Suriah.&quot;Terkait dengan ini kami ingin menegaskan, bahwa Suriah pada tahun 1968 meratifikasi Protokol Jeneva dari tahun 1925, yang melarang penggunaan gas-gas penyesak napas, gas-gas beracun dan lain-lain zat serupa sebagai cara-cara peperangan,&quot; demikian, keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri Rusia yang diterima Okezone, Rabu (25/7/2012).Rusia pun berharap kepada Suriah agar tetap menghormati hukum-hukum internasional yang berlaku. Kementerian Luar Negeri Rusia juga khawatir bila senjata kimia itu jatuh ke tangan fraksi oposisi Suriah.&quot;Kami tidak boleh lupa tentang masalah ini, fraksi oposisi bersenjata masih ada di sana dan senjata itu tidak boleh jatuh ke tangan mereka,&quot; ujar Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov.Dahulu, Suriah tidak pernah mengatakan bahwa negaranya memiliki senjata kimia. Hal itu cukup menuai kecurigaan negara-negara lain. Namun saat ini, kepemilikan senjata itu sudah diumumkan ke publik.Suriah pun berjanji tidak akan menggunakan senjata mematikan tersebut dalam perang internalnya, meski konflik internal semakin parah. Suriah juga mengerti bahwa senjata itu menjadi senjata yang dilarang oleh hukum internasional.</content:encoded></item></channel></rss>
