<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Usulkan Pengerahan PBB di Spratly   </title><description>Salah  seorang anggota Parlemen Filipina mengusulkan adanya pengerahan  pasukan  perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Pulau Spratly.  Pulau tersebut  masih menjadi wilayah sengketa antara China dan   Filipina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/28/411/669827/dpr-usulkan-pengerahan-pbb-di-spratly</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/07/28/411/669827/dpr-usulkan-pengerahan-pbb-di-spratly"/><item><title>DPR Usulkan Pengerahan PBB di Spratly   </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/07/28/411/669827/dpr-usulkan-pengerahan-pbb-di-spratly</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/07/28/411/669827/dpr-usulkan-pengerahan-pbb-di-spratly</guid><pubDate>Sabtu 28 Juli 2012 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/28/411/669827/Q9K9CvIQ1o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : IST</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/28/411/669827/Q9K9CvIQ1o.jpg</image><title>Ilustrasi : IST</title></images><description>MANILA - Salah  seorang anggota Parlemen Filipina mengusulkan adanya pengerahan pasukan  perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Pulau Spratly. Pulau tersebut  masih menjadi wilayah sengketa antara China dan  Filipina.
&amp;nbsp;
Menurut Ketua Komite  Keamanan Nasional di Parlemen Filipina, Rodolfo Biazon, keberadaan pasukan  perdamaian ditujukan untuk mewaspadai ketegangan China dan Filipina. Biazon juga  menyarankan agar negaranya tidak meningkatkan kekuatan militer untuk menyaingi  China.
&amp;nbsp;
&quot;Filipina harus  mengambil jalan damai dan mengedepankan proses diplomasi untuk menyelesaikan isu  sengketa Spratly. Pulau itu tidak hanya bermanfaat dalam sektor perikanan, namun  juga kaya akan mineral dan migas,&quot; ujar Biazon, seperti dikutip Gulf  Today, Sabtu (28/7/2012).
&amp;nbsp;
&quot;Haruskah Filipina menghampiri PBB untuk bantuan?&quot;  tambahnya.
&amp;nbsp;
Biazon juga meminta  agar negaranya berfokus pada hukum laut internasional ketika melontarkan  klaimnya terhadap pulau di Laut China Selatan itu. Hal itu disebabkan karena  secara hukum, Filipina-lah yang memiliki Pulau Spratly dan Dangkalan  Scarborough.
&amp;nbsp;
Filipina beserta tiga  negara ASEAN lainnya, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darusallam mengklaim wilayah  di perairan Laut China Selatan. Meski demikian, hanya Filipina dan Vietnam yang  terlihat agresif dalam menanggapi klaim China.
&amp;nbsp;
ASEAN pun berniat  untuk mencari solusi untuk memecahkan masalah sengketa itu. Namun China kembali  menegaskan bahwa isu sengketa Laut China Selatan hanya bisa di selesaikan lewat  jalur bilateral yakni antara China dan negara yang bersangkutan.</description><content:encoded>MANILA - Salah  seorang anggota Parlemen Filipina mengusulkan adanya pengerahan pasukan  perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Pulau Spratly. Pulau tersebut  masih menjadi wilayah sengketa antara China dan  Filipina.
&amp;nbsp;
Menurut Ketua Komite  Keamanan Nasional di Parlemen Filipina, Rodolfo Biazon, keberadaan pasukan  perdamaian ditujukan untuk mewaspadai ketegangan China dan Filipina. Biazon juga  menyarankan agar negaranya tidak meningkatkan kekuatan militer untuk menyaingi  China.
&amp;nbsp;
&quot;Filipina harus  mengambil jalan damai dan mengedepankan proses diplomasi untuk menyelesaikan isu  sengketa Spratly. Pulau itu tidak hanya bermanfaat dalam sektor perikanan, namun  juga kaya akan mineral dan migas,&quot; ujar Biazon, seperti dikutip Gulf  Today, Sabtu (28/7/2012).
&amp;nbsp;
&quot;Haruskah Filipina menghampiri PBB untuk bantuan?&quot;  tambahnya.
&amp;nbsp;
Biazon juga meminta  agar negaranya berfokus pada hukum laut internasional ketika melontarkan  klaimnya terhadap pulau di Laut China Selatan itu. Hal itu disebabkan karena  secara hukum, Filipina-lah yang memiliki Pulau Spratly dan Dangkalan  Scarborough.
&amp;nbsp;
Filipina beserta tiga  negara ASEAN lainnya, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darusallam mengklaim wilayah  di perairan Laut China Selatan. Meski demikian, hanya Filipina dan Vietnam yang  terlihat agresif dalam menanggapi klaim China.
&amp;nbsp;
ASEAN pun berniat  untuk mencari solusi untuk memecahkan masalah sengketa itu. Namun China kembali  menegaskan bahwa isu sengketa Laut China Selatan hanya bisa di selesaikan lewat  jalur bilateral yakni antara China dan negara yang bersangkutan.</content:encoded></item></channel></rss>
