<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ICW: Gratifikasi Seksual untuk Lancarkan Proyek</title><description>Praktik gratifikasi seksual di Indonesia sudah lama terjadi, bahkan  sering digunakan untuk menyuap pejabat di daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/01/339/671718/icw-gratifikasi-seksual-untuk-lancarkan-proyek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/08/01/339/671718/icw-gratifikasi-seksual-untuk-lancarkan-proyek"/><item><title>ICW: Gratifikasi Seksual untuk Lancarkan Proyek</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/01/339/671718/icw-gratifikasi-seksual-untuk-lancarkan-proyek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/08/01/339/671718/icw-gratifikasi-seksual-untuk-lancarkan-proyek</guid><pubDate>Rabu 01 Agustus 2012 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/01/339/671718/q2CXtR5M6c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/01/339/671718/q2CXtR5M6c.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Praktik gratifikasi seksual di Indonesia sudah lama terjadi, bahkan sering digunakan untuk menyuap pejabat di daerah. Hal tersebut diutarakan oleh peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Emerson Junto.&quot;Fenomena ini kan hanya untuk menyuap pejabat dan itu bisa dilakukan salah satunya dengan cara-cara yang pastinya haram dengan segala bentuknya baik bentuk barang maupun jasa,&quot; ujar Emerson kepada Okezone di Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2012).&quot;Tetapi menurutku ini sih bukan sesuatu yang baru, tapi yang pasti agak sulit membuktikan karena tidak akan mungkin mereka memberikan testimoni,&quot; tuturnya.Menurutnya, diberbagai kasus, gratifikasi seksual ini juga menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Seperti ketika melakukan kunjungan kerja di sebuah daerah.&quot;Nah celakanya banyak kasus juga yang terjadi menggunakan dana negara ketika dia melakukan kunjungan kerja dan sebagainya, itu dengan menggunakan uang negara untuk gratifikasi seksual ini,&quot; jelasnya.Dia menambahkan, gratifikasi seksual juga diberikan untuk melancarkan sebuah proyek yang akan dikerjakan. &quot;Gratifikasi seksual juga sering muncul, itu khususnya untuk melancarkan proyek-proyek itu,&quot; jelasnya.Selain itu, lanjutnya, gratifikasi seksual dapat berupa pemberian dalam bentuk tiket, fasilitas hotel berikut pelayanannya, dan wanita.&quot;Iya begitulah, tapi itu sangat mungkin terjadi karena gratifikasi itu ada banyak bentuknya ada bentuk tiket, jenis pelayanan, fasilitas hotel dan sebagainya. Di beberapa negara juga sering muncul,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Praktik gratifikasi seksual di Indonesia sudah lama terjadi, bahkan sering digunakan untuk menyuap pejabat di daerah. Hal tersebut diutarakan oleh peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Emerson Junto.&quot;Fenomena ini kan hanya untuk menyuap pejabat dan itu bisa dilakukan salah satunya dengan cara-cara yang pastinya haram dengan segala bentuknya baik bentuk barang maupun jasa,&quot; ujar Emerson kepada Okezone di Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2012).&quot;Tetapi menurutku ini sih bukan sesuatu yang baru, tapi yang pasti agak sulit membuktikan karena tidak akan mungkin mereka memberikan testimoni,&quot; tuturnya.Menurutnya, diberbagai kasus, gratifikasi seksual ini juga menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Seperti ketika melakukan kunjungan kerja di sebuah daerah.&quot;Nah celakanya banyak kasus juga yang terjadi menggunakan dana negara ketika dia melakukan kunjungan kerja dan sebagainya, itu dengan menggunakan uang negara untuk gratifikasi seksual ini,&quot; jelasnya.Dia menambahkan, gratifikasi seksual juga diberikan untuk melancarkan sebuah proyek yang akan dikerjakan. &quot;Gratifikasi seksual juga sering muncul, itu khususnya untuk melancarkan proyek-proyek itu,&quot; jelasnya.Selain itu, lanjutnya, gratifikasi seksual dapat berupa pemberian dalam bentuk tiket, fasilitas hotel berikut pelayanannya, dan wanita.&quot;Iya begitulah, tapi itu sangat mungkin terjadi karena gratifikasi itu ada banyak bentuknya ada bentuk tiket, jenis pelayanan, fasilitas hotel dan sebagainya. Di beberapa negara juga sering muncul,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
