<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fraksi PKB Serukan Perlawanan terhadap Mafia Pupuk</title><description> Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) diharapkan dapat bertindak pro aktif mengungkap dan mengusut  tuntas mafia pupuk di Kementerian  Pertanian</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/04/339/673233/fraksi-pkb-serukan-perlawanan-terhadap-mafia-pupuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/08/04/339/673233/fraksi-pkb-serukan-perlawanan-terhadap-mafia-pupuk"/><item><title>Fraksi PKB Serukan Perlawanan terhadap Mafia Pupuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/04/339/673233/fraksi-pkb-serukan-perlawanan-terhadap-mafia-pupuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/08/04/339/673233/fraksi-pkb-serukan-perlawanan-terhadap-mafia-pupuk</guid><pubDate>Sabtu 04 Agustus 2012 15:04 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/04/339/673233/pilPa1gzxg.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/04/339/673233/pilPa1gzxg.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan dapat bertindak pro aktif mengungkap dan mengusut tuntas mafia pupuk di Kementerian  Pertanian. Sebab, selain ada banyak aduan masyarakat, jelas juga  terlihat ada indikasi perbuatan mafia dalam pengadaan pupuk di  kementerian tersebut. Akibat dari perbuatan mafia-mafia tersebut  terjadi kerugian negara yang mencapai miliaran rupiah. Dalam kaitan  ini, anggota Fraksi PKB, Mirati Dewaningsih Tuasikal, menyatakan rencana&amp;nbsp;  KPK mengusut dugaan penyelewengan pada proyek pengadaan pupuk senilai Rp81 miliar di Kementerian Pertanian, patut diapresiasi.&quot;Jika  nanti dugaan penyelewengan pupuk itu terungkap, maka mafia pupuk yang  selama ini merajalela dapat terbongkar,&quot; jelas Mirati di Jakarta, Sabtu  (4/8/2012).Menurut anggota Komisi IV DPR ini, KPK memang sudah  seharusnya mengusut dugaan permainan dalam proses lelang pengadaan  dekomposer cair dan pupuk hayati cair di Kementan. Terlebih lagi, selama  ini mafia pupuk memang nyaris tak tersentuh hukum.&amp;ldquo;Saya kira  dengan upaya yang serius dari KPK misalnya, mafia pupuk yang selama ini  seperti sudah menjadi rahasia umum namun seakan tidak disentuh akan bisa diungkap dan itu tentu bisa mengakhiri agar pupuk tidak menjadi lumbung uang para mafia&quot;, urai MiratiDalam  kenyataannya, petani kerap kesulitan mendapatkan pupuk. Sangat ironis  jika ternyata proses pengadaannya diselewengkan. Petani, katanya lagi,&amp;nbsp;  seharusnya mendapat pupuk bersubdisi denganmudah, murah dan tepat  waktu. &quot;Namun, faktanya kerap kali harganya lebih tinggi dari sebenarnya  dan seringkali diduga ada penyelewengan,&amp;rdquo; terkanya.Selanjutnya,  Mirati menegaskan bahwa publik menaruh harapan kepada KPK  agar bisa membongkar dugaan penyelewengan pengadaan pupuk di Kementan.  &amp;ldquo;Yang terpenting adalah, petani bisa mendapatkan pupuk dengan murah,  mudah, tepat waktu dan bermutu,&amp;rdquo; pungkasnya.Sebelumnya,  Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Ucok  Sky Khadafi, menduga ada politikus DPR yang bermain kotor dalam proses  tender pupuk Kementrian Pertanian. PT DMP pernah digunakan mantan  Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, untuk menggarap  proyek laboratorium elektronika Universitas Sriwijaya Palembang.Fitra  menyoroti adanya ketidakwajaran harga yang ditawarkan PT DMP. Untuk  tahun lalu harga pupuk organik cair untuk program Bantuan Langsung Pupuk  (BLP) yang pengadaannya melalui Public Service Obligation (PSO) oleh  tiga BUMN, dipatok sekitar Rp 60 ribu per liter. Namun PT DMP yang  memenangi tender tahun ini justru mengajukan penawaran Rp31 ribu per  liter.&quot;Kok bisa lebih murah, bahkan hampir setengah  harga dari tahun sebelumnya. Apakah tahun 2011 telah terjadi mega mark  up besar-besaran di Kementan, ataukah tahun ini justru pupuk dari PT DMP  yang tidak sesuai dengan spesifikasi?&amp;rdquo; ungkapnya, beberapa waktu lalu. </description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan dapat bertindak pro aktif mengungkap dan mengusut tuntas mafia pupuk di Kementerian  Pertanian. Sebab, selain ada banyak aduan masyarakat, jelas juga  terlihat ada indikasi perbuatan mafia dalam pengadaan pupuk di  kementerian tersebut. Akibat dari perbuatan mafia-mafia tersebut  terjadi kerugian negara yang mencapai miliaran rupiah. Dalam kaitan  ini, anggota Fraksi PKB, Mirati Dewaningsih Tuasikal, menyatakan rencana&amp;nbsp;  KPK mengusut dugaan penyelewengan pada proyek pengadaan pupuk senilai Rp81 miliar di Kementerian Pertanian, patut diapresiasi.&quot;Jika  nanti dugaan penyelewengan pupuk itu terungkap, maka mafia pupuk yang  selama ini merajalela dapat terbongkar,&quot; jelas Mirati di Jakarta, Sabtu  (4/8/2012).Menurut anggota Komisi IV DPR ini, KPK memang sudah  seharusnya mengusut dugaan permainan dalam proses lelang pengadaan  dekomposer cair dan pupuk hayati cair di Kementan. Terlebih lagi, selama  ini mafia pupuk memang nyaris tak tersentuh hukum.&amp;ldquo;Saya kira  dengan upaya yang serius dari KPK misalnya, mafia pupuk yang selama ini  seperti sudah menjadi rahasia umum namun seakan tidak disentuh akan bisa diungkap dan itu tentu bisa mengakhiri agar pupuk tidak menjadi lumbung uang para mafia&quot;, urai MiratiDalam  kenyataannya, petani kerap kesulitan mendapatkan pupuk. Sangat ironis  jika ternyata proses pengadaannya diselewengkan. Petani, katanya lagi,&amp;nbsp;  seharusnya mendapat pupuk bersubdisi denganmudah, murah dan tepat  waktu. &quot;Namun, faktanya kerap kali harganya lebih tinggi dari sebenarnya  dan seringkali diduga ada penyelewengan,&amp;rdquo; terkanya.Selanjutnya,  Mirati menegaskan bahwa publik menaruh harapan kepada KPK  agar bisa membongkar dugaan penyelewengan pengadaan pupuk di Kementan.  &amp;ldquo;Yang terpenting adalah, petani bisa mendapatkan pupuk dengan murah,  mudah, tepat waktu dan bermutu,&amp;rdquo; pungkasnya.Sebelumnya,  Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Ucok  Sky Khadafi, menduga ada politikus DPR yang bermain kotor dalam proses  tender pupuk Kementrian Pertanian. PT DMP pernah digunakan mantan  Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, untuk menggarap  proyek laboratorium elektronika Universitas Sriwijaya Palembang.Fitra  menyoroti adanya ketidakwajaran harga yang ditawarkan PT DMP. Untuk  tahun lalu harga pupuk organik cair untuk program Bantuan Langsung Pupuk  (BLP) yang pengadaannya melalui Public Service Obligation (PSO) oleh  tiga BUMN, dipatok sekitar Rp 60 ribu per liter. Namun PT DMP yang  memenangi tender tahun ini justru mengajukan penawaran Rp31 ribu per  liter.&quot;Kok bisa lebih murah, bahkan hampir setengah  harga dari tahun sebelumnya. Apakah tahun 2011 telah terjadi mega mark  up besar-besaran di Kementan, ataukah tahun ini justru pupuk dari PT DMP  yang tidak sesuai dengan spesifikasi?&amp;rdquo; ungkapnya, beberapa waktu lalu. </content:encoded></item></channel></rss>
