<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Semarak Ramadan Lintas Agama</title><description>Tidak sedikit dari mahasiswa yang menganut  agama non-Islam merasakan kebersamaan dan kemeriahan bulan Ramadan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/10/373/676094/semarak-ramadan-lintas-agama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/08/10/373/676094/semarak-ramadan-lintas-agama"/><item><title>Semarak Ramadan Lintas Agama</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/10/373/676094/semarak-ramadan-lintas-agama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/08/10/373/676094/semarak-ramadan-lintas-agama</guid><pubDate>Jum'at 10 Agustus 2012 17:20 WIB</pubDate><dc:creator>Annisa Riris Saputri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/10/373/676094/0B9mlLZNKy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: dok. Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/10/373/676094/0B9mlLZNKy.jpg</image><title>Foto: dok. Okezone</title></images><description>JAKARTA - Siapa sangka, kemeriahan bulan Ramadan tidak hanya dirasakan bagi mereka yang beragama Islam. Tidak sedikit juga dari teman-teman yang menganut agama lain merasakan kebersamaan bulan Ramadan ini.Misalnya, Eka Kresna Wiguna, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) ini kerap kali mengikuti serangkaian acara buka puasa bersama (bukber) dengan teman-temannya. &quot;Saya memenuhi undangan tersebut dengan tujuan bertemu dengan teman lama. Reunian,&quot; kata pria asli Bali ini ketika berbincang dengan Okezone, Jumat (10/8/2012).Mahasiswa Jurusan Teknik Arsitektur beragama Hindu ini mengimbuh, biasanya dia mengikuti pilihan tempat buka puasa bersama yang&amp;nbsp; ditentukan teman-temannya yang sedang berpuasa.&quot;Saya mengikuti saja. Teman-teman yang berbuka puasa yang mengatur untuk tempatnya. Biasanya sih di tempat makan di dalam mal,&quot; Kata Eka yang baru saja mendatangi acara buka bersama anggota Paskibra semasa SMA.Tidak hanya Eka, Apricilla Suherli, mahasiswa Universitas Padjajadaran (Unpad) mengaku, walaupun tidak berpuasa, dia tetap menghormati teman-teman yang sedang berpuasa.&quot;Saya ikut senang kalau ada undangan buka bersama, walaupun tidak berpuasa, tetapi ada kebersamaan yang jarang terjadi. Apalagi, kalau sedang ke Jakarta,&quot; ujar penganut agama Katolik ini.Apricilla bercerita, dia mulai mengikuti acara buka bersama dengan teman-teman kuliah. Pasalnya, masa SMA dijalaninya di sekolah khusus agama Katolik. Dia mengimbuh, lebih senang menghadiri undangan buka puasa bersama di restoran karena lebih praktis. &quot;Kalau di restoran, tinggal pesan, terus makanannya datang. Kalau di rumah terlihat lebih privat sih,&quot; kata mahasiswi Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi itu.</description><content:encoded>JAKARTA - Siapa sangka, kemeriahan bulan Ramadan tidak hanya dirasakan bagi mereka yang beragama Islam. Tidak sedikit juga dari teman-teman yang menganut agama lain merasakan kebersamaan bulan Ramadan ini.Misalnya, Eka Kresna Wiguna, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) ini kerap kali mengikuti serangkaian acara buka puasa bersama (bukber) dengan teman-temannya. &quot;Saya memenuhi undangan tersebut dengan tujuan bertemu dengan teman lama. Reunian,&quot; kata pria asli Bali ini ketika berbincang dengan Okezone, Jumat (10/8/2012).Mahasiswa Jurusan Teknik Arsitektur beragama Hindu ini mengimbuh, biasanya dia mengikuti pilihan tempat buka puasa bersama yang&amp;nbsp; ditentukan teman-temannya yang sedang berpuasa.&quot;Saya mengikuti saja. Teman-teman yang berbuka puasa yang mengatur untuk tempatnya. Biasanya sih di tempat makan di dalam mal,&quot; Kata Eka yang baru saja mendatangi acara buka bersama anggota Paskibra semasa SMA.Tidak hanya Eka, Apricilla Suherli, mahasiswa Universitas Padjajadaran (Unpad) mengaku, walaupun tidak berpuasa, dia tetap menghormati teman-teman yang sedang berpuasa.&quot;Saya ikut senang kalau ada undangan buka bersama, walaupun tidak berpuasa, tetapi ada kebersamaan yang jarang terjadi. Apalagi, kalau sedang ke Jakarta,&quot; ujar penganut agama Katolik ini.Apricilla bercerita, dia mulai mengikuti acara buka bersama dengan teman-teman kuliah. Pasalnya, masa SMA dijalaninya di sekolah khusus agama Katolik. Dia mengimbuh, lebih senang menghadiri undangan buka puasa bersama di restoran karena lebih praktis. &quot;Kalau di restoran, tinggal pesan, terus makanannya datang. Kalau di rumah terlihat lebih privat sih,&quot; kata mahasiswi Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi itu.</content:encoded></item></channel></rss>
