<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPRD Jabar Belum Bahas Raperda Penutupan Peternakan Babi</title><description>DPRD Jabar mengaku belum menerima Raperda Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan.  Dalam raperda itu terdapat pasal yang akan menutup peternakan babi di  Jabar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/14/526/677369/dprd-jabar-belum-bahas-raperda-penutupan-peternakan-babi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/08/14/526/677369/dprd-jabar-belum-bahas-raperda-penutupan-peternakan-babi"/><item><title>DPRD Jabar Belum Bahas Raperda Penutupan Peternakan Babi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/14/526/677369/dprd-jabar-belum-bahas-raperda-penutupan-peternakan-babi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/08/14/526/677369/dprd-jabar-belum-bahas-raperda-penutupan-peternakan-babi</guid><pubDate>Selasa 14 Agustus 2012 11:12 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Herdiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/14/526/677369/yjmXLbxJzI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi, penertiban babi di Medan (Foto: Risna/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/14/526/677369/yjmXLbxJzI.jpg</image><title>Ilustrasi, penertiban babi di Medan (Foto: Risna/okezone)</title></images><description>BANDUNG- DPRD Jawa Barat (Jabar) mengaku belum menerima rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dalam raperda itu terdapat pasal yang akan menutup peternakan babi di Jabar.&quot;Saat ini kepada DPRD maupun Komisi B belum pernah kita bahas berkaitan dengan raperda peternakan yang isinya penutupan peternakan babi,&quot; kata Ketua Komisi B DPRD Jabar Selly Gantina di Bandung, Selasa (14/8/2012).Kata dia, seandainya raperda tersebut diajukan, anggota dewan akan membahas dalam Prolegda 2012 hingga akhir 2012.&quot;Mungkin kesempatannya pada saat kita bahas APBD perubahan yang rencananya Jumat ini, lalu ada selang waktu libur hari raya, jadi mungkin nanti setelah itu,&quot; katanya.Menurutnya, proses pembahasan raperda tentu akan memerlukan waktu. Pihaknya tidak akan melihat dari sisi subjektifnya saja, tetapi harus berdasarkan berbagai kajian dan saran masyarakat di sekitar peternakan babi.&quot;Seperti yang kita ketahui, babi pun salah satu hewan yang dimanfaatkan protein, daging untuk makanan manusia yang non-muslim. Maka mengenai rencana penutupan (ternak babi) akan kita lihat,&quot; terangnya.Hal yang dikaji meliputi lokasi peternakannya, misalnya apakah peternakan babi tersebut sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Berdasarkan RTRW harus dilihat sebaiknya peternak babi itu ada di mana. &quot;Jika harus ditutup harus ada solusi. Saat ditutup akan terjadi kekosongan stok bahan protein dari babi. Menurut saya peternakannya di Jabar sangat-sangat kecil bahkan di bawah 5 sampai 10 persen,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BANDUNG- DPRD Jawa Barat (Jabar) mengaku belum menerima rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dalam raperda itu terdapat pasal yang akan menutup peternakan babi di Jabar.&quot;Saat ini kepada DPRD maupun Komisi B belum pernah kita bahas berkaitan dengan raperda peternakan yang isinya penutupan peternakan babi,&quot; kata Ketua Komisi B DPRD Jabar Selly Gantina di Bandung, Selasa (14/8/2012).Kata dia, seandainya raperda tersebut diajukan, anggota dewan akan membahas dalam Prolegda 2012 hingga akhir 2012.&quot;Mungkin kesempatannya pada saat kita bahas APBD perubahan yang rencananya Jumat ini, lalu ada selang waktu libur hari raya, jadi mungkin nanti setelah itu,&quot; katanya.Menurutnya, proses pembahasan raperda tentu akan memerlukan waktu. Pihaknya tidak akan melihat dari sisi subjektifnya saja, tetapi harus berdasarkan berbagai kajian dan saran masyarakat di sekitar peternakan babi.&quot;Seperti yang kita ketahui, babi pun salah satu hewan yang dimanfaatkan protein, daging untuk makanan manusia yang non-muslim. Maka mengenai rencana penutupan (ternak babi) akan kita lihat,&quot; terangnya.Hal yang dikaji meliputi lokasi peternakannya, misalnya apakah peternakan babi tersebut sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Berdasarkan RTRW harus dilihat sebaiknya peternak babi itu ada di mana. &quot;Jika harus ditutup harus ada solusi. Saat ditutup akan terjadi kekosongan stok bahan protein dari babi. Menurut saya peternakannya di Jabar sangat-sangat kecil bahkan di bawah 5 sampai 10 persen,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
