<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Beri Santunan Bagi Penderita Cacat Fisik </title><description>Penderita cacat fisik mendapat santunan dalam open house yang digelar  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Minggu  (19/8/2012).</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/19/337/679657/sby-beri-santunan-bagi-penderita-cacat-fisik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/08/19/337/679657/sby-beri-santunan-bagi-penderita-cacat-fisik"/><item><title>SBY Beri Santunan Bagi Penderita Cacat Fisik </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/19/337/679657/sby-beri-santunan-bagi-penderita-cacat-fisik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/08/19/337/679657/sby-beri-santunan-bagi-penderita-cacat-fisik</guid><pubDate>Minggu 19 Agustus 2012 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/19/337/679657/3fjVWt3aYN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/19/337/679657/3fjVWt3aYN.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Penderita cacat fisik mendapat santunan dalam open house yang digelar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Minggu (19/8/2012). Santunan ini diberikan langsung oleh Sekretariat Kepresidenan.&quot;ini tanda kasih lah. Lebih sebagai tanda perhatian keluarga Pak SBY kepada mereka yang disabel. Saudara-saudara yang tuna netra, tuna rungu dan disabel lain yang sengaja datang untuk bersilaturahim dengan bapak presiden dan keluarga, itu sangat diapresiasi oleh bapak presiden,&quot; jelas Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Istana Negara.Oleh karena itu, lanjut Julian, bagi mereka khususnya penderita cacat fisik, Presiden SBY, meminta agar dikoordinasikan bersama dengan Kementerian Sosial. Meskipun mereka yang datang langsung itu tidak bisa semuanya diterima langsung oleh Presiden SBY, namun kata, Julian paling tidak mereka bisa merasakan adanya perhatian dari presiden. &quot;Itu akan kita kelola dengan baik sebagaimana yang juga telah dilaksanakan pada tahun lalu,&quot; terangnya.Saat ditanyakan berapa jumlah sumbangan yang disediakan, Julian enggan menjawabnya secara jelas. &quot;Saya tidak bicara mengenai nominal, tetapi dari Sekretariat Presiden juga memberikan rasa tali kasih kepada mereka lebih kepada itu. tolong ini jangan kemudian dikuantifikasi dalam jumlah karena itu tidak baik, dan tidak pantas juga saya kira,&quot; simpulnya.Sementara itu, seorang yang mengalami keterbatasan bernama Erwin, yang tidak bisa berjalan, mengaku sangat senang bisa bertemu dan diterima orang nomor satu di Indonesia ini. &quot;Saya sempat bertemu dengan Pak SBY, saya boleh masuk kok. Pak SBY terlihat antusias dan welcome, saya berbaurlah dengan semua dan tidak dibedakan,&quot; ungkap Erwin.Erwin berharap, acara serupa agar diteruskan tiap tahunnya. &quot;Ya ini hubungan baik secara familiar dengan kami,&quot; singkatnya.Perihal penerimaan THR, Erwin mengaku menerimanya, tapi namanya bukan THR melainkan santunan sebesar Rp200 ribu. &quot;Oh THR, kalau semuanya sama semua dapat kok,&quot; ujarnya. Sedangkan Baharudin, warga Lebak, Banten yang juga mengalami keterbatasan pun mengaku telah menerima santunan itu. &quot;Tadi saya Alhamdulillah bisa bertemu presiden dan saya utarakan ingin meminta modal usaha. Dia bilang iya, iya saja. Sebelum silaturahmi saya dikasih santunan katanya Rp200 ribu tapi belum saya buka,&quot; tutup Baharudin.</description><content:encoded>JAKARTA - Penderita cacat fisik mendapat santunan dalam open house yang digelar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Minggu (19/8/2012). Santunan ini diberikan langsung oleh Sekretariat Kepresidenan.&quot;ini tanda kasih lah. Lebih sebagai tanda perhatian keluarga Pak SBY kepada mereka yang disabel. Saudara-saudara yang tuna netra, tuna rungu dan disabel lain yang sengaja datang untuk bersilaturahim dengan bapak presiden dan keluarga, itu sangat diapresiasi oleh bapak presiden,&quot; jelas Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Istana Negara.Oleh karena itu, lanjut Julian, bagi mereka khususnya penderita cacat fisik, Presiden SBY, meminta agar dikoordinasikan bersama dengan Kementerian Sosial. Meskipun mereka yang datang langsung itu tidak bisa semuanya diterima langsung oleh Presiden SBY, namun kata, Julian paling tidak mereka bisa merasakan adanya perhatian dari presiden. &quot;Itu akan kita kelola dengan baik sebagaimana yang juga telah dilaksanakan pada tahun lalu,&quot; terangnya.Saat ditanyakan berapa jumlah sumbangan yang disediakan, Julian enggan menjawabnya secara jelas. &quot;Saya tidak bicara mengenai nominal, tetapi dari Sekretariat Presiden juga memberikan rasa tali kasih kepada mereka lebih kepada itu. tolong ini jangan kemudian dikuantifikasi dalam jumlah karena itu tidak baik, dan tidak pantas juga saya kira,&quot; simpulnya.Sementara itu, seorang yang mengalami keterbatasan bernama Erwin, yang tidak bisa berjalan, mengaku sangat senang bisa bertemu dan diterima orang nomor satu di Indonesia ini. &quot;Saya sempat bertemu dengan Pak SBY, saya boleh masuk kok. Pak SBY terlihat antusias dan welcome, saya berbaurlah dengan semua dan tidak dibedakan,&quot; ungkap Erwin.Erwin berharap, acara serupa agar diteruskan tiap tahunnya. &quot;Ya ini hubungan baik secara familiar dengan kami,&quot; singkatnya.Perihal penerimaan THR, Erwin mengaku menerimanya, tapi namanya bukan THR melainkan santunan sebesar Rp200 ribu. &quot;Oh THR, kalau semuanya sama semua dapat kok,&quot; ujarnya. Sedangkan Baharudin, warga Lebak, Banten yang juga mengalami keterbatasan pun mengaku telah menerima santunan itu. &quot;Tadi saya Alhamdulillah bisa bertemu presiden dan saya utarakan ingin meminta modal usaha. Dia bilang iya, iya saja. Sebelum silaturahmi saya dikasih santunan katanya Rp200 ribu tapi belum saya buka,&quot; tutup Baharudin.</content:encoded></item></channel></rss>
