<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Libya Kuno </title><description>Libya merupakan negara di Afrika Utara yang berbatasan dengan Laut Tengah,  Mesir, Sudan, Chad, Niger dan Aljazair. Negara yang  memiliki Ibu Kota bernama Tripoli itu, sempat dikuasai oleh Fenisia, Kartago, Yunani, Romawi, Vandal dan Byzantin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/25/412/679226/mengenal-libya-kuno</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/08/25/412/679226/mengenal-libya-kuno"/><item><title>Mengenal Libya Kuno </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/25/412/679226/mengenal-libya-kuno</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/08/25/412/679226/mengenal-libya-kuno</guid><pubDate>Sabtu 25 Agustus 2012 08:04 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/17/412/679226/bLcD0T9ofD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Raja Idris (kiri) (janzour)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/17/412/679226/bLcD0T9ofD.jpg</image><title>Foto : Raja Idris (kiri) (janzour)</title></images><description>LIBYA merupakan negara di Afrika Utara yang berbatasan dengan Laut Tengah, Mesir, Sudan, Chad, Niger dan Aljazair. Pada awalnya, negara yang memiliki Ibu Kota bernama Tripoli itu, sempat dikuasai oleh bangsa asing seperti Fenisia, Kartago, Yunani, Romawi, Vandal dan Byzantin. Bangsa Arab mulai menguasai Libya pada Abad ke-11 dan pada saat itu, banyak masyarakat Libya yang memeluk Islam. Bahasa Arab pun menjadi bahasa utama yang digunakan di wilayah itu. Kekaisaran Turki Utsmani menguasai Libya pada pertengahan Abad ke-16 dan menjadikan Libya bagian dari wilayah otonominya, hingga akhirnya diserbu oleh Italia. Sejumlah wilayah Afrika Utara berada di bawah koloni Prancis, namun Libya justru berada di bawah pendudukan Italia. Pada 1902 silam, Inggris dan Prancis memberikan kekuasaan pada Italia di Trpolitania dan pada 1911, kekuasaan Turki Utsmani resmi diganti oleh Italia. Tiga wilayah penting di Libya adalah Cyrenaica, Tripolitania, and Fezzan.Namun, gerakan perlawanan terhadap pendudukan Italia di Libya bermunculan. Raja Idris I dan Emir Cyrenaica memimpin revolusi terhadap pendudukan Italia di era Perang Dunia dan Perang Dunia II. Pasukan Sekutu akhirnya berhasil mencopot kekuasaan Italia di Libya pada Februari 1943. Tripolitania and Cyrenaica berada di bawah perlindungan Inggris, sementara itu Fezzan dikontrol oleh Prancis.Idris kembali dari pengasingannya di Kairo, Mesir namun menolak untuk tinggal di Cyrenaica. Tepat pada 21 November 1949, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi dan mengatakan bahwa Libya harus merdeka sebelum 1 Januari 1952.Libya pun mendeklarasikan kemerdekaannya pada 24 Desember 1951, kemerdekaan itu didapatkannya lewat PBB. Libya menjadi negara monarki konstitusional di bawah pimpinan Raja Idris. Seperti dilansir dari Wikipedia, Sabtu (25/8/2012).Cadangan minyak yang besar ditemukan di Libya pada 1959 silam dan hal itu sangat berkontribusi dalam perkembangan ekonomi Libya. Bersamaan dengan itu, muncul pula gerakan-gerakan sosialisme di Libya. Sejumlah fraksi di Libya menilai, kekayaan dan kemakmuran hanya bergulir di sekitar elit politik.Pada 1 September 1969, sekelompok pejabat militer Libya yang dipimpin oleh Kolonel Muammar Abu Minyar al-Khadafi melancarkan kudeta terhadap Raja Idris. Pria berusia 28 tahun itu berhasil menumbangkan kekuasaan Idris yang akhirnya lari ke Mesir. Rezim Khadafi menghapuskan unsur-unsur monarki di Libya dan memproklamirkan Republik Arab Libya. Khadafi menjabat sebagai Pimpinan Dewan Komando Revolusioner, kepala negara, dan juga pemimpin tertinggi di Libya.Salah satu misi Khadafi adalah menyingkirkan seluruh instalasi militer asing yang ada di Libya. Lewat jalur negosiasi, Libya berhasil menutup instalasi militer Inggris di Tobruk dan El Adem pada Maret 1970, serta pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di dekat Kota Tripoli. Khadafi juga memerintahkan mengusir ratusan warga Italia dan seluruh pusat kebudayaan dan perpustakaan yang dikendalikan pihak asing, ditutup.Khadafi juga kurang menjalin hubungan yang baik dan bersahabat dengan negara-negara Barat. Seluruh kebijakan yang dicetuskan Khadafi bersifat kerakyatan dan hal itulah yang membuatnya dekat dengan Uni Soviet.</description><content:encoded>LIBYA merupakan negara di Afrika Utara yang berbatasan dengan Laut Tengah, Mesir, Sudan, Chad, Niger dan Aljazair. Pada awalnya, negara yang memiliki Ibu Kota bernama Tripoli itu, sempat dikuasai oleh bangsa asing seperti Fenisia, Kartago, Yunani, Romawi, Vandal dan Byzantin. Bangsa Arab mulai menguasai Libya pada Abad ke-11 dan pada saat itu, banyak masyarakat Libya yang memeluk Islam. Bahasa Arab pun menjadi bahasa utama yang digunakan di wilayah itu. Kekaisaran Turki Utsmani menguasai Libya pada pertengahan Abad ke-16 dan menjadikan Libya bagian dari wilayah otonominya, hingga akhirnya diserbu oleh Italia. Sejumlah wilayah Afrika Utara berada di bawah koloni Prancis, namun Libya justru berada di bawah pendudukan Italia. Pada 1902 silam, Inggris dan Prancis memberikan kekuasaan pada Italia di Trpolitania dan pada 1911, kekuasaan Turki Utsmani resmi diganti oleh Italia. Tiga wilayah penting di Libya adalah Cyrenaica, Tripolitania, and Fezzan.Namun, gerakan perlawanan terhadap pendudukan Italia di Libya bermunculan. Raja Idris I dan Emir Cyrenaica memimpin revolusi terhadap pendudukan Italia di era Perang Dunia dan Perang Dunia II. Pasukan Sekutu akhirnya berhasil mencopot kekuasaan Italia di Libya pada Februari 1943. Tripolitania and Cyrenaica berada di bawah perlindungan Inggris, sementara itu Fezzan dikontrol oleh Prancis.Idris kembali dari pengasingannya di Kairo, Mesir namun menolak untuk tinggal di Cyrenaica. Tepat pada 21 November 1949, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi dan mengatakan bahwa Libya harus merdeka sebelum 1 Januari 1952.Libya pun mendeklarasikan kemerdekaannya pada 24 Desember 1951, kemerdekaan itu didapatkannya lewat PBB. Libya menjadi negara monarki konstitusional di bawah pimpinan Raja Idris. Seperti dilansir dari Wikipedia, Sabtu (25/8/2012).Cadangan minyak yang besar ditemukan di Libya pada 1959 silam dan hal itu sangat berkontribusi dalam perkembangan ekonomi Libya. Bersamaan dengan itu, muncul pula gerakan-gerakan sosialisme di Libya. Sejumlah fraksi di Libya menilai, kekayaan dan kemakmuran hanya bergulir di sekitar elit politik.Pada 1 September 1969, sekelompok pejabat militer Libya yang dipimpin oleh Kolonel Muammar Abu Minyar al-Khadafi melancarkan kudeta terhadap Raja Idris. Pria berusia 28 tahun itu berhasil menumbangkan kekuasaan Idris yang akhirnya lari ke Mesir. Rezim Khadafi menghapuskan unsur-unsur monarki di Libya dan memproklamirkan Republik Arab Libya. Khadafi menjabat sebagai Pimpinan Dewan Komando Revolusioner, kepala negara, dan juga pemimpin tertinggi di Libya.Salah satu misi Khadafi adalah menyingkirkan seluruh instalasi militer asing yang ada di Libya. Lewat jalur negosiasi, Libya berhasil menutup instalasi militer Inggris di Tobruk dan El Adem pada Maret 1970, serta pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di dekat Kota Tripoli. Khadafi juga memerintahkan mengusir ratusan warga Italia dan seluruh pusat kebudayaan dan perpustakaan yang dikendalikan pihak asing, ditutup.Khadafi juga kurang menjalin hubungan yang baik dan bersahabat dengan negara-negara Barat. Seluruh kebijakan yang dicetuskan Khadafi bersifat kerakyatan dan hal itulah yang membuatnya dekat dengan Uni Soviet.</content:encoded></item></channel></rss>
