<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolri Didesak Copot Kapolda yang Berkinerja Buruk</title><description>Ketua Presidium IPW, Neta S  Pane mencontohkan kasus penembakan anggota polisi di Solo, Jawa Tengah yang  hingga kini belum juga terungkap pelakunya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/27/339/680866/kapolri-didesak-copot-kapolda-yang-berkinerja-buruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/08/27/339/680866/kapolri-didesak-copot-kapolda-yang-berkinerja-buruk"/><item><title>Kapolri Didesak Copot Kapolda yang Berkinerja Buruk</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/27/339/680866/kapolri-didesak-copot-kapolda-yang-berkinerja-buruk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/08/27/339/680866/kapolri-didesak-copot-kapolda-yang-berkinerja-buruk</guid><pubDate>Senin 27 Agustus 2012 08:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/26/339/680866/D6Bu7g2mUT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri Jenderal Timur Pradopo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/26/339/680866/D6Bu7g2mUT.jpg</image><title>Kapolri Jenderal Timur Pradopo</title></images><description>JAKARTA - LSM  Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polri untuk mengevaluasi dan mencopot  kinerja Kapolda dan Kapolres yang kinerjanya buruk. Ketua Presidium IPW, Neta S  Pane mencontohkan kasus penembakan anggota polisi di Solo, Jawa Tengah yang  hingga kini belum juga terungkap pelakunya.&quot;Kinerja Polri saat ini makin  kedodoran dan tidak profesional. Usai lebaran ini sudah saatnya Kapolri  mengevaluasi dan mencopot Kapolda dan Kapolres yang berkinerja buruk,&quot; kata Neta  dalam siaran pers kepada Okezone, Minggu (26/8/2012).Kata Neta,  di Solo, jelang lebaran, kasus teror terjadi berturut-turut. Pertama, penembakan  pos pengamanan lebaran di Gemblekan pada 17 Agustus 2012. Dua, anggota polisi  terluka dalam peristiwa ini. Kedua, pelemparan granat ke Pospam Gladak pada 18  Agustus lalu.&quot;Belum terungkapnya kasus ini tentu sangat meresahkan  masyarkat. Bagaimana publik bisa percaya pada Polri dalam menjaga keamanan  masyarakat,&quot; jelasnya.Keraguan masyarakat terhadap Polri lanjut Neta,  tentu bukan tanpa alasan. Sebab, untuk melindungi dirinya saja Polri tidak  mampu. Bahkan, Polri tidak kunjung mampu mengungkap kasus penembakan terhadap  dua anggotanya di Solo. &quot;IPW menilai, kondisi Solo saat ini kian rawan,&quot;  ungkapnya.Sebelumnya, pada 4 dan 5 Mei 2012 terjadi kerusuhan di daerah  Solo. Menurut Neta, kerawanan ini terjadi akibat ketidakmampuan Kapolresta Solo  dalam membangun sinergi dan sistem keamanan di wilayah tugasnya.&quot;Salah  satu contoh, dalam HUT Polri 1 Juli 2012 lalu, tidak ada anggota Muspida yang  hadir. Ini menunjukkan pola pembinaan dan pendekatan yang dilakukan pimpinan  Polri di Solo sangat buruk.</description><content:encoded>JAKARTA - LSM  Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polri untuk mengevaluasi dan mencopot  kinerja Kapolda dan Kapolres yang kinerjanya buruk. Ketua Presidium IPW, Neta S  Pane mencontohkan kasus penembakan anggota polisi di Solo, Jawa Tengah yang  hingga kini belum juga terungkap pelakunya.&quot;Kinerja Polri saat ini makin  kedodoran dan tidak profesional. Usai lebaran ini sudah saatnya Kapolri  mengevaluasi dan mencopot Kapolda dan Kapolres yang berkinerja buruk,&quot; kata Neta  dalam siaran pers kepada Okezone, Minggu (26/8/2012).Kata Neta,  di Solo, jelang lebaran, kasus teror terjadi berturut-turut. Pertama, penembakan  pos pengamanan lebaran di Gemblekan pada 17 Agustus 2012. Dua, anggota polisi  terluka dalam peristiwa ini. Kedua, pelemparan granat ke Pospam Gladak pada 18  Agustus lalu.&quot;Belum terungkapnya kasus ini tentu sangat meresahkan  masyarkat. Bagaimana publik bisa percaya pada Polri dalam menjaga keamanan  masyarakat,&quot; jelasnya.Keraguan masyarakat terhadap Polri lanjut Neta,  tentu bukan tanpa alasan. Sebab, untuk melindungi dirinya saja Polri tidak  mampu. Bahkan, Polri tidak kunjung mampu mengungkap kasus penembakan terhadap  dua anggotanya di Solo. &quot;IPW menilai, kondisi Solo saat ini kian rawan,&quot;  ungkapnya.Sebelumnya, pada 4 dan 5 Mei 2012 terjadi kerusuhan di daerah  Solo. Menurut Neta, kerawanan ini terjadi akibat ketidakmampuan Kapolresta Solo  dalam membangun sinergi dan sistem keamanan di wilayah tugasnya.&quot;Salah  satu contoh, dalam HUT Polri 1 Juli 2012 lalu, tidak ada anggota Muspida yang  hadir. Ini menunjukkan pola pembinaan dan pendekatan yang dilakukan pimpinan  Polri di Solo sangat buruk.</content:encoded></item></channel></rss>
