<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Cara Penyelesaian Konflik Sampang</title><description>Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, GKR Hemas mengatakan  kunci penyelesaian kerusuhan di Sampang terletak pada sikap transparan  dan adil seluruh aparat pemerintah yang terlibat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/29/337/682455/dua-cara-penyelesaian-konflik-sampang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/08/29/337/682455/dua-cara-penyelesaian-konflik-sampang"/><item><title>Dua Cara Penyelesaian Konflik Sampang</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/08/29/337/682455/dua-cara-penyelesaian-konflik-sampang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/08/29/337/682455/dua-cara-penyelesaian-konflik-sampang</guid><pubDate>Rabu 29 Agustus 2012 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/29/337/682455/ap0NA2D4Yh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/29/337/682455/ap0NA2D4Yh.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, GKR Hemas mengatakan kunci penyelesaian kerusuhan di Sampang terletak pada sikap transparan dan adil seluruh aparat pemerintah yang terlibat. &quot;Termasuk tokoh-tokoh kunci di tingkat nasional. Tidak boleh ada kesan memihak salah satu kelompok karena mereka semua adalah masyarakat bangsa Indonesia,&quot; ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/8/2012).Hemas mengusulkan agar penyelesaian kasus Sampang dilakukan dengan dua cara. Yakni, hukum dan kekeluargaan. &quot;Penyelesaian masalah Sampang harus&amp;nbsp; dilakukan simultan melalui dua cara, yaitu hukum dan kekeluargaan,&quot; tandasnya.Cara hukum menurutnya akan memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa keadilan ditegakkan dan kasus tuntas secara administratif. Cara hukum juga menjadi pesan kuat adanya peran negara.&quot;Dengan tuntasnya kasus secara hukum, dikatakan Hemas, diharapkan memberi pengaruh pada kasus yang sama di tempat lain yang hingga kini masih terbengkalai,&quot; katanya.Ada banyak kasus kekerasan atas nama agama di berbagai tempat yang dapat menjadikan penyelasaiakn kasus Sampang sebagai contohnya. &quot;Bersamaan dengan cara hukum, perlu ditempuh cara kekeluargaan sebagai dorongan sosial dan moral untuk rekonsiliasi membangun kembali kebersamaan, melewati masa sulit, dan mengurangi trauma psikologis,&quot; paparnya.Cara ini dikatakannya akan menjadi kesempatan menghidupkan kembali nilai-nilai kekeluargaan yang dilandasi persaudaraan sebagai dasar utama persatuan dan kesatuan Indonesia.&amp;nbsp; &quot;Ini juga bisa menjadi contoh merekatkan kembali NKRI,&quot; tutup Hemas.</description><content:encoded>JAKARTA- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, GKR Hemas mengatakan kunci penyelesaian kerusuhan di Sampang terletak pada sikap transparan dan adil seluruh aparat pemerintah yang terlibat. &quot;Termasuk tokoh-tokoh kunci di tingkat nasional. Tidak boleh ada kesan memihak salah satu kelompok karena mereka semua adalah masyarakat bangsa Indonesia,&quot; ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/8/2012).Hemas mengusulkan agar penyelesaian kasus Sampang dilakukan dengan dua cara. Yakni, hukum dan kekeluargaan. &quot;Penyelesaian masalah Sampang harus&amp;nbsp; dilakukan simultan melalui dua cara, yaitu hukum dan kekeluargaan,&quot; tandasnya.Cara hukum menurutnya akan memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa keadilan ditegakkan dan kasus tuntas secara administratif. Cara hukum juga menjadi pesan kuat adanya peran negara.&quot;Dengan tuntasnya kasus secara hukum, dikatakan Hemas, diharapkan memberi pengaruh pada kasus yang sama di tempat lain yang hingga kini masih terbengkalai,&quot; katanya.Ada banyak kasus kekerasan atas nama agama di berbagai tempat yang dapat menjadikan penyelasaiakn kasus Sampang sebagai contohnya. &quot;Bersamaan dengan cara hukum, perlu ditempuh cara kekeluargaan sebagai dorongan sosial dan moral untuk rekonsiliasi membangun kembali kebersamaan, melewati masa sulit, dan mengurangi trauma psikologis,&quot; paparnya.Cara ini dikatakannya akan menjadi kesempatan menghidupkan kembali nilai-nilai kekeluargaan yang dilandasi persaudaraan sebagai dasar utama persatuan dan kesatuan Indonesia.&amp;nbsp; &quot;Ini juga bisa menjadi contoh merekatkan kembali NKRI,&quot; tutup Hemas.</content:encoded></item></channel></rss>
