<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolda Jatim: Kasus Sampang Murni Masalah Asmara</title><description>Kerusuhan antara warga Syiah dengan massa Anti Syiah di Desa Omben,  Sampang, Madura, murni dilatarbelakangi masalah asmara antara kakak  beradik, Tajul Muluk dan Rois.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/03/337/684265/kapolda-jatim-kasus-sampang-murni-masalah-asmara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/09/03/337/684265/kapolda-jatim-kasus-sampang-murni-masalah-asmara"/><item><title>Kapolda Jatim: Kasus Sampang Murni Masalah Asmara</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/03/337/684265/kapolda-jatim-kasus-sampang-murni-masalah-asmara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/09/03/337/684265/kapolda-jatim-kasus-sampang-murni-masalah-asmara</guid><pubDate>Senin 03 September 2012 12:31 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/03/337/684265/nPOtWmTIK3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/03/337/684265/nPOtWmTIK3.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Kerusuhan antara warga Syiah dengan massa Anti Syiah di Desa Omben, Sampang, Madura, murni dilatarbelakangi masalah asmara antara kakak beradik, Tajul Muluk dan Rois.Hal itu diungkapkan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Hadiatmoko saat Rapat Dengar Pendapat antara Kapolri dengan Komisi III DPR di gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2012).Hadiatmoko membantah keras, bila konflik di Sampang tersebut disebabkan oleh perbedaan aliran Sunni-Syiah. &quot;Konflik Sampang bukan karena Sunni-Syiah,&quot; jelas Hadiatmoko.Konflik tersebut, kata Hadiatmoko terjadi karena masalah asmara antara Tajul Muluk dan Rois yang memperebutkan perempuan bernama Halimah. &quot;Jangan katakan karena Sunni-Syiah,&quot; tegasnya.Jenderal Polisi bintang dua&amp;nbsp; tersebut menegaskan, antara Sunni dan Syiah di Sampang tidak pernah ada masalah. Bahkan, kedua kelompok biasa salat di masjid yang sama. Namun, memang ada beberapa tata cara salat yang berbeda. &quot;Sunni-Syiah tidak ada masalah, imamnya siapapun, mereka bahkan biasa salat bersama,&quot; terangnya.Dia mengaku, Polda Jawa Timur dan jajaran sudah berupaya melakukan pembinaan dengan masyarakat di sana. Termasuk sebelum terjadi kerusuhan,&amp;nbsp; menggelar pertemuan dengan ulama, tokoh-tokoh Madura serta lain-lain.</description><content:encoded>JAKARTA- Kerusuhan antara warga Syiah dengan massa Anti Syiah di Desa Omben, Sampang, Madura, murni dilatarbelakangi masalah asmara antara kakak beradik, Tajul Muluk dan Rois.Hal itu diungkapkan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Hadiatmoko saat Rapat Dengar Pendapat antara Kapolri dengan Komisi III DPR di gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2012).Hadiatmoko membantah keras, bila konflik di Sampang tersebut disebabkan oleh perbedaan aliran Sunni-Syiah. &quot;Konflik Sampang bukan karena Sunni-Syiah,&quot; jelas Hadiatmoko.Konflik tersebut, kata Hadiatmoko terjadi karena masalah asmara antara Tajul Muluk dan Rois yang memperebutkan perempuan bernama Halimah. &quot;Jangan katakan karena Sunni-Syiah,&quot; tegasnya.Jenderal Polisi bintang dua&amp;nbsp; tersebut menegaskan, antara Sunni dan Syiah di Sampang tidak pernah ada masalah. Bahkan, kedua kelompok biasa salat di masjid yang sama. Namun, memang ada beberapa tata cara salat yang berbeda. &quot;Sunni-Syiah tidak ada masalah, imamnya siapapun, mereka bahkan biasa salat bersama,&quot; terangnya.Dia mengaku, Polda Jawa Timur dan jajaran sudah berupaya melakukan pembinaan dengan masyarakat di sana. Termasuk sebelum terjadi kerusuhan,&amp;nbsp; menggelar pertemuan dengan ulama, tokoh-tokoh Madura serta lain-lain.</content:encoded></item></channel></rss>
