<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bayu Sempat Menjadi Petugas Cleaning Service di Ngruki</title><description>Bayu Setiono, seorang terduga teroris Solo yang ditangkap tim densus 88  antiteror bukanlah siswa jebolan pondok pesantren Al Mukmin Ngruki,  Sukoharjo. Nama Bayu tercatat sebagai petugas cleaning service di  pesantren yang dipimpin Ustadz Abu Bakar Baasyir itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/05/337/685232/bayu-sempat-menjadi-petugas-cleaning-service-di-ngruki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/09/05/337/685232/bayu-sempat-menjadi-petugas-cleaning-service-di-ngruki"/><item><title>Bayu Sempat Menjadi Petugas Cleaning Service di Ngruki</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/05/337/685232/bayu-sempat-menjadi-petugas-cleaning-service-di-ngruki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/09/05/337/685232/bayu-sempat-menjadi-petugas-cleaning-service-di-ngruki</guid><pubDate>Rabu 05 September 2012 07:26 WIB</pubDate><dc:creator>Stefanus Yugo Hindarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/05/337/685232/6XzmmjxrTf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/05/337/685232/6XzmmjxrTf.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bayu Setiono, seorang terduga teroris Solo yang ditangkap tim densus 88 antiteror bukanlah siswa jebolan pondok pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo. Nama Bayu tercatat sebagai petugas cleaning service di pesantren yang dipimpin Ustadz Abu Bakar Baasyir itu.&amp;ldquo;Bayu tidak sekolah, dia bekerja menjadi cleaning service, tapi saya lupa waktunya, yang jelas dia tercatat sebagai cleaning service,&amp;rdquo; kata Ustadz Abdul Rohim, seorang pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, saat dihubungi okezone, Rabu (4/9/2012).Abdul Rohim mengatakan, ketika itu, Bayu baru saja kehilangan pekerjaan, kemudian diajak bergabung di pesantren sebagai petugas kebersihan. &amp;ldquo;Dia bukan siswa Ngruki,&amp;rdquo; katanya.Bayu Setiono ditangkap di rumahnya di Karanganyar, Jawa Tengah. Bayu berperan memalsukan nomor kendaraan yang dipakai selama aksi teror penembakan di Solo. Bayu ditangkap setelah Densus 88 melumpuhkan dua teroris Farhan (19) dan Mukhsin (19) di Solo, Kamis 30 Agustus 2012 silam.Sementara itu, terkait Farhan dan Mukhsin, Abdul Rohim mengatakan, keduanya benar merupakan jebolan pondok pesantren Ngruki. &amp;ldquo;Kalau Farhan dan Muksin benar siswa kami,&amp;rdquo; kata abdul RohimFarhan Mujahid dan Muchsin Tsani adalah alumnus ponpes tersebut. Namun, dua terduga teroris yang ditembak anggota Densus 88 Antiteror di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah, tidak satu angkatan.Direktur Ponpes Al Mukmin Ngruki, Ustaz Wahyudin, mengatakan, Farhan Mujahid tidak bisa melanjutkan pendidikannya di Ponpes Al Mukmin disebabkan tidak bisa melunasi biaya pendidikan, sedangkan Muchsin Tsani baru masuk ke Ngruki pada jenjang pendidikan SMA. &amp;ldquo;Namun, keduannya tidak bisa mengambil ijazahnya hingga kini, karena seluruh biaya administrasinya bermasalah,&amp;rdquo; kata Wahyudin.</description><content:encoded>JAKARTA - Bayu Setiono, seorang terduga teroris Solo yang ditangkap tim densus 88 antiteror bukanlah siswa jebolan pondok pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo. Nama Bayu tercatat sebagai petugas cleaning service di pesantren yang dipimpin Ustadz Abu Bakar Baasyir itu.&amp;ldquo;Bayu tidak sekolah, dia bekerja menjadi cleaning service, tapi saya lupa waktunya, yang jelas dia tercatat sebagai cleaning service,&amp;rdquo; kata Ustadz Abdul Rohim, seorang pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, saat dihubungi okezone, Rabu (4/9/2012).Abdul Rohim mengatakan, ketika itu, Bayu baru saja kehilangan pekerjaan, kemudian diajak bergabung di pesantren sebagai petugas kebersihan. &amp;ldquo;Dia bukan siswa Ngruki,&amp;rdquo; katanya.Bayu Setiono ditangkap di rumahnya di Karanganyar, Jawa Tengah. Bayu berperan memalsukan nomor kendaraan yang dipakai selama aksi teror penembakan di Solo. Bayu ditangkap setelah Densus 88 melumpuhkan dua teroris Farhan (19) dan Mukhsin (19) di Solo, Kamis 30 Agustus 2012 silam.Sementara itu, terkait Farhan dan Mukhsin, Abdul Rohim mengatakan, keduanya benar merupakan jebolan pondok pesantren Ngruki. &amp;ldquo;Kalau Farhan dan Muksin benar siswa kami,&amp;rdquo; kata abdul RohimFarhan Mujahid dan Muchsin Tsani adalah alumnus ponpes tersebut. Namun, dua terduga teroris yang ditembak anggota Densus 88 Antiteror di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah, tidak satu angkatan.Direktur Ponpes Al Mukmin Ngruki, Ustaz Wahyudin, mengatakan, Farhan Mujahid tidak bisa melanjutkan pendidikannya di Ponpes Al Mukmin disebabkan tidak bisa melunasi biaya pendidikan, sedangkan Muchsin Tsani baru masuk ke Ngruki pada jenjang pendidikan SMA. &amp;ldquo;Namun, keduannya tidak bisa mengambil ijazahnya hingga kini, karena seluruh biaya administrasinya bermasalah,&amp;rdquo; kata Wahyudin.</content:encoded></item></channel></rss>
