<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terbakar Api Cemburu, Suami Nekad Pukuli Istri Hingga Babak Belur</title><description>Melisa (29) warga Jalan Mawar Nomor 35 A, Medan harus pasrah dengan  kondisinya yang babak belur karena dianiaya Abdul Rohim, suaminya  sendiri karena terbakar api cemburu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/06/340/685761/terbakar-api-cemburu-suami-nekad-pukuli-istri-hingga-babak-belur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/09/06/340/685761/terbakar-api-cemburu-suami-nekad-pukuli-istri-hingga-babak-belur"/><item><title>Terbakar Api Cemburu, Suami Nekad Pukuli Istri Hingga Babak Belur</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/06/340/685761/terbakar-api-cemburu-suami-nekad-pukuli-istri-hingga-babak-belur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/09/06/340/685761/terbakar-api-cemburu-suami-nekad-pukuli-istri-hingga-babak-belur</guid><pubDate>Kamis 06 September 2012 04:00 WIB</pubDate><dc:creator>Irwansyah Putra Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/06/340/685761/J9nKgToekS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/06/340/685761/J9nKgToekS.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>MEDAN - Melisa (29) warga Jalan Mawar Nomor 35 A, Medan harus pasrah dengan kondisinya yang babak belur karena dianiaya Abdul Rohim, suaminya sendiri karena terbakar api cemburu, Rabu (5/9/2012).Kondisi korban mengalami luka memar dibagian wajah, kaki, paha dan hampir di sekujur tubuhnya. Tak terima dengan perbuatan yang dilakukan Abdul Rohim, Melisa pun membuat pengaduan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Polresta Medan dengan nomor laporan : R/499/XI/2012/SPKT RESTA MDN.Kanit PPA Polresta Medan, AKP Haryani membenarkan adanya penganiayaan tersebut. Pihaknya juga sudah menerima laporan serta barang bukti berupa foto dan saat ini tengah menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Pringadi Medan.&quot;Korban saat ini masih di visum di Rumah Sakit Pringadi yang nantinya hasil tersebut akan melengkapi berkas pengaduannya,&quot; katanya.Saat diperiksa petugas, Melisa mengaku mendapat penganiayaan tersebut pada Senin, 3 September 2012 usai pulang bekerja di kawasan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimoon sekira pukul 22.00 WIB. Namun setibanya di rumah, dirinya langsung dimaki dengan kata-kata kotor. &quot;Dari mana kau, habis mangkal ya, mau jadi pelacur kau,&quot; ucap Melinda menirukan perkataan suaminya.Tidak terima dengan ocehan Abdul Rohim, korban pun menyangkalnya, namun hal itu semakin membuat pelaku marah dan kalab dengan memukuli korban hingga terperosok.Aksi penganiayaan yang dilakukan Abdul Rohim akhirnya terhenti setelah anak paling kecil mereka terbangun dan menangis. Lanjut Melisa, sejak setahun terakhir, suaminya memang tempramen dan posesif sehingga menjadi cemburu buta.&quot;Suami saya cemburuan semenjak mengalami cacat fisik yang membuat tangannya hilang sebelah, walaupun begitu saya tetap terima dia apa adanya,&quot; aku Melisa.Karena takut akan penganiayaan yang dilakukan suaminya, korban memilih untuk pindah kerumah orang tuanya dan memilih untuk bercerai.</description><content:encoded>MEDAN - Melisa (29) warga Jalan Mawar Nomor 35 A, Medan harus pasrah dengan kondisinya yang babak belur karena dianiaya Abdul Rohim, suaminya sendiri karena terbakar api cemburu, Rabu (5/9/2012).Kondisi korban mengalami luka memar dibagian wajah, kaki, paha dan hampir di sekujur tubuhnya. Tak terima dengan perbuatan yang dilakukan Abdul Rohim, Melisa pun membuat pengaduan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Polresta Medan dengan nomor laporan : R/499/XI/2012/SPKT RESTA MDN.Kanit PPA Polresta Medan, AKP Haryani membenarkan adanya penganiayaan tersebut. Pihaknya juga sudah menerima laporan serta barang bukti berupa foto dan saat ini tengah menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Pringadi Medan.&quot;Korban saat ini masih di visum di Rumah Sakit Pringadi yang nantinya hasil tersebut akan melengkapi berkas pengaduannya,&quot; katanya.Saat diperiksa petugas, Melisa mengaku mendapat penganiayaan tersebut pada Senin, 3 September 2012 usai pulang bekerja di kawasan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimoon sekira pukul 22.00 WIB. Namun setibanya di rumah, dirinya langsung dimaki dengan kata-kata kotor. &quot;Dari mana kau, habis mangkal ya, mau jadi pelacur kau,&quot; ucap Melinda menirukan perkataan suaminya.Tidak terima dengan ocehan Abdul Rohim, korban pun menyangkalnya, namun hal itu semakin membuat pelaku marah dan kalab dengan memukuli korban hingga terperosok.Aksi penganiayaan yang dilakukan Abdul Rohim akhirnya terhenti setelah anak paling kecil mereka terbangun dan menangis. Lanjut Melisa, sejak setahun terakhir, suaminya memang tempramen dan posesif sehingga menjadi cemburu buta.&quot;Suami saya cemburuan semenjak mengalami cacat fisik yang membuat tangannya hilang sebelah, walaupun begitu saya tetap terima dia apa adanya,&quot; aku Melisa.Karena takut akan penganiayaan yang dilakukan suaminya, korban memilih untuk pindah kerumah orang tuanya dan memilih untuk bercerai.</content:encoded></item></channel></rss>
