<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demonstran Silet Kepala hingga Pingsan</title><description>Seorang pengunjuk rasa pingsan setelah menyilet kepalanya hingga bercucuran darah. Aksi digelar terkait kasus penipuan terhadap jamaah calon haji yang dilakukan anggota dewan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/13/521/689291/demonstran-silet-kepala-hingga-pingsan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/09/13/521/689291/demonstran-silet-kepala-hingga-pingsan"/><item><title>Demonstran Silet Kepala hingga Pingsan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/13/521/689291/demonstran-silet-kepala-hingga-pingsan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/09/13/521/689291/demonstran-silet-kepala-hingga-pingsan</guid><pubDate>Kamis 13 September 2012 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Jaka Samudra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/13/521/689291/C9mfd6NSkj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi unjuk rasa di depan DPRD Kota Pasuruan (Dok: Sindo TV/Jaka Samudra)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/13/521/689291/C9mfd6NSkj.jpg</image><title>Aksi unjuk rasa di depan DPRD Kota Pasuruan (Dok: Sindo TV/Jaka Samudra)</title></images><description>PASURUAN - Seorang pengunjuk rasa pingsan setelah menyilet kepalanya. Korban bersama puluhan warga berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Pasuruan, Jawa Timur, untuk mendesak agar seorang anggota dewan yang menipu jamaah calon haji dipecat.Akibat aksi nekatnya itu, Lukman Hartono, harus dibawa ke RSU Soedarsono, Pasuruan.Warga Desa Pakuncen, Kecamatan Purworejo, itu menyilet kepalanya sebagai bentuk kekecewaan terhadap AM, seorang anggota DPRD Kota Pasuruan, yang menipu 59 warga sehingga gagal berangkat haji pada tahun lalu.Selain itu, dia menilai proses hukum terhadap AM berbelit-belit. Meski kasus ini sudah berlangsung hampir setahun, namun tidak kunjung selesai.AM sendiri merupakan pimpinan sebuah kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH). Para jamaah calon haji sudah menyetorkan uang yang tidak sedikit, namun tetap tidak bisa berangkat.Kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Jatim. Berkas perkaranya sudah lengkap (P21) dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, namun sampai saat ini sidang belum juga digelar.Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pasuruan, Salawi, yang hadir di tengah pengunjuk rasa, menjelaskan, kewenenangan BK sebatas etika dewan. Untuk proses hukum, dia meminta pengunjuk rasa menyerahkanya ke penegak hukum.Sementara itu, AM belum bisa dikonfirmasi wartawan terkait masalah ini.</description><content:encoded>PASURUAN - Seorang pengunjuk rasa pingsan setelah menyilet kepalanya. Korban bersama puluhan warga berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Pasuruan, Jawa Timur, untuk mendesak agar seorang anggota dewan yang menipu jamaah calon haji dipecat.Akibat aksi nekatnya itu, Lukman Hartono, harus dibawa ke RSU Soedarsono, Pasuruan.Warga Desa Pakuncen, Kecamatan Purworejo, itu menyilet kepalanya sebagai bentuk kekecewaan terhadap AM, seorang anggota DPRD Kota Pasuruan, yang menipu 59 warga sehingga gagal berangkat haji pada tahun lalu.Selain itu, dia menilai proses hukum terhadap AM berbelit-belit. Meski kasus ini sudah berlangsung hampir setahun, namun tidak kunjung selesai.AM sendiri merupakan pimpinan sebuah kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH). Para jamaah calon haji sudah menyetorkan uang yang tidak sedikit, namun tetap tidak bisa berangkat.Kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Jatim. Berkas perkaranya sudah lengkap (P21) dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, namun sampai saat ini sidang belum juga digelar.Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pasuruan, Salawi, yang hadir di tengah pengunjuk rasa, menjelaskan, kewenenangan BK sebatas etika dewan. Untuk proses hukum, dia meminta pengunjuk rasa menyerahkanya ke penegak hukum.Sementara itu, AM belum bisa dikonfirmasi wartawan terkait masalah ini.</content:encoded></item></channel></rss>
