<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yenny Wahid Kutuk 'Innocence of Muslims'</title><description>Direktur Wahid Institute, Zanuba Arifah Chafsoh, mengutuk keras tayangan  film &amp;lsquo;Innocence of Muslim&amp;rsquo;. Yenny Wahid, sapaan akrbanya, menilai film  itu sangat melukai perasaan umat Islam di dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/18/337/691687/yenny-wahid-kutuk-innocence-of-muslims</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/09/18/337/691687/yenny-wahid-kutuk-innocence-of-muslims"/><item><title>Yenny Wahid Kutuk 'Innocence of Muslims'</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/18/337/691687/yenny-wahid-kutuk-innocence-of-muslims</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/09/18/337/691687/yenny-wahid-kutuk-innocence-of-muslims</guid><pubDate>Selasa 18 September 2012 18:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/18/337/691687/MREboJkbuj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/18/337/691687/MREboJkbuj.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Wahid Institute, Zanuba Arifah Chafsoh, mengutuk keras tayangan film &amp;lsquo;Innocence of Muslim&amp;rsquo;. Yenny Wahid, sapaan akrbanya, menilai film itu sangat melukai perasaan umat Islam di dunia.&quot;Kami mengutuk keras pembuat film &amp;lsquo;Innocence of Muslims&amp;rsquo; yang materinya dapat berpotensi memicu ketegangan antarumat beragama, film itu sangat melukai umat muslim dan juga agama lainnya,&quot; kata Yenny di kantornya Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman Jakarta, Selasa (18/9/2012).Pihaknya juga mengecam aksi unjuk rasa di berbagi negara yang menimbulkan korban jiwa, termasuk duta besar Amerika Serikat untuk Libya, Christopher Stevens dan tiga orang stafnya.&quot;Kami juga mengutuk keras tindakan kelompok tertentu yang melakukan aksi-aksi kekerasan atas film tersebut karena menimbulkan korban jiwa termasuk duta besar Amerika Serikat,&quot; ujarnya.Yenny pun mengimbau kepada umat Islam di Tanah Air untuk tidak terpancing melakukan aksi-aksi kekerasan yang justru memperburuk citra Islam yang rahmatan lil alamin.&quot;Kami berkeyakinan aksi-aksi protes adalah dengan jalan yang bermartabat, dan tokoh-tokoh agama untuk tidak terpancing dengan mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu reaksi umat berlebihan, sebaliknya mengajak umat berpikir jernih dan dewas dalam menyampaikan ketidaksetujuan terhadap film tersebut,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Wahid Institute, Zanuba Arifah Chafsoh, mengutuk keras tayangan film &amp;lsquo;Innocence of Muslim&amp;rsquo;. Yenny Wahid, sapaan akrbanya, menilai film itu sangat melukai perasaan umat Islam di dunia.&quot;Kami mengutuk keras pembuat film &amp;lsquo;Innocence of Muslims&amp;rsquo; yang materinya dapat berpotensi memicu ketegangan antarumat beragama, film itu sangat melukai umat muslim dan juga agama lainnya,&quot; kata Yenny di kantornya Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman Jakarta, Selasa (18/9/2012).Pihaknya juga mengecam aksi unjuk rasa di berbagi negara yang menimbulkan korban jiwa, termasuk duta besar Amerika Serikat untuk Libya, Christopher Stevens dan tiga orang stafnya.&quot;Kami juga mengutuk keras tindakan kelompok tertentu yang melakukan aksi-aksi kekerasan atas film tersebut karena menimbulkan korban jiwa termasuk duta besar Amerika Serikat,&quot; ujarnya.Yenny pun mengimbau kepada umat Islam di Tanah Air untuk tidak terpancing melakukan aksi-aksi kekerasan yang justru memperburuk citra Islam yang rahmatan lil alamin.&quot;Kami berkeyakinan aksi-aksi protes adalah dengan jalan yang bermartabat, dan tokoh-tokoh agama untuk tidak terpancing dengan mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu reaksi umat berlebihan, sebaliknya mengajak umat berpikir jernih dan dewas dalam menyampaikan ketidaksetujuan terhadap film tersebut,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
