<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gara-Gara 53 Imigran Sri Lanka, Camat Sikakap Berutang</title><description>Ulah 53 imigran Sri Lanka di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan  Mentawai, Sumatera Barat, sungguh keterlaluan. Gara-gara tidak mau  dipindah ke Padang, Camat Sikakap terpaksa berutang untuk memenuhi  kebutuhan para imigran gelap itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/18/340/691414/gara-gara-53-imigran-sri-lanka-camat-sikakap-berutang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/09/18/340/691414/gara-gara-53-imigran-sri-lanka-camat-sikakap-berutang"/><item><title>Gara-Gara 53 Imigran Sri Lanka, Camat Sikakap Berutang</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/18/340/691414/gara-gara-53-imigran-sri-lanka-camat-sikakap-berutang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/09/18/340/691414/gara-gara-53-imigran-sri-lanka-camat-sikakap-berutang</guid><pubDate>Selasa 18 September 2012 12:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/18/340/691414/t3P6i6btHY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi, imigran gelap di Malang beberapa waktu lalu (Foto: Hari I/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/18/340/691414/t3P6i6btHY.jpg</image><title>Ilustrasi, imigran gelap di Malang beberapa waktu lalu (Foto: Hari I/okezone)</title></images><description>PADANG- Ulah 53 imigran Sri Lanka di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sungguh keterlaluan. Gara-gara tidak mau dipindah ke Padang, Camat Sikakap terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan para imigran gelap itu. Camat Sikakap, Happy Nurdiana Tatubeket, mengatakan, sejak 53 imigran gelap itu menginap di Sikakap, 31 Agutus lalu, warga terpaksa mencari biaya untuk menanggung biaya hidup mereka.&amp;ldquo;Kita terpaksa berutang di warung-warung untuk menanggung biaya makan mereka, dibantu juga masyarakat,&amp;rdquo; kata Happy kepada Okezone, Selasa (18/9/2012).Bahkan imigran gelap ini nekat meminta 2.000 liter bensin untuk melanjutkan perjalan menuju Australia. Ini dilakukan untuk mendapat suaka politik dari Negeri Kangguru tersebut.&amp;ldquo;Kami tidak bisa penuhi itu, sebab memang tidak ada anggaran biayanya. Kami mau kantor imigrasi mengembalikan mereka ke Sri Lanka,&amp;rdquo; ujarnya.Sementara itu, untuk menarik kapal yang sebelumnya terdampar di daerah Malakkopa, Kecamatan Pagai Selatan, harus mengeluarkan dana Rp20 juta.&amp;ldquo;Memang ada bantuan dari pemerintah kabupaten tapi ini hanya sedikit, karena di tingkat kabupaten tidak ada dananya. Sementara itu, polisi dan TNI di Sikakap harus bekerja ekstra menjaga imigran yang menginap di gedung olahraga Sikakap, soalnya ini juga tanggungjawab kita bersama kalau terjadi sesuatu tentu kita yang akan disorot,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>PADANG- Ulah 53 imigran Sri Lanka di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sungguh keterlaluan. Gara-gara tidak mau dipindah ke Padang, Camat Sikakap terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan para imigran gelap itu. Camat Sikakap, Happy Nurdiana Tatubeket, mengatakan, sejak 53 imigran gelap itu menginap di Sikakap, 31 Agutus lalu, warga terpaksa mencari biaya untuk menanggung biaya hidup mereka.&amp;ldquo;Kita terpaksa berutang di warung-warung untuk menanggung biaya makan mereka, dibantu juga masyarakat,&amp;rdquo; kata Happy kepada Okezone, Selasa (18/9/2012).Bahkan imigran gelap ini nekat meminta 2.000 liter bensin untuk melanjutkan perjalan menuju Australia. Ini dilakukan untuk mendapat suaka politik dari Negeri Kangguru tersebut.&amp;ldquo;Kami tidak bisa penuhi itu, sebab memang tidak ada anggaran biayanya. Kami mau kantor imigrasi mengembalikan mereka ke Sri Lanka,&amp;rdquo; ujarnya.Sementara itu, untuk menarik kapal yang sebelumnya terdampar di daerah Malakkopa, Kecamatan Pagai Selatan, harus mengeluarkan dana Rp20 juta.&amp;ldquo;Memang ada bantuan dari pemerintah kabupaten tapi ini hanya sedikit, karena di tingkat kabupaten tidak ada dananya. Sementara itu, polisi dan TNI di Sikakap harus bekerja ekstra menjaga imigran yang menginap di gedung olahraga Sikakap, soalnya ini juga tanggungjawab kita bersama kalau terjadi sesuatu tentu kita yang akan disorot,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
