<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ASDP Harus Tanggung Jawab Terkait Tabrakan Kapal</title><description>Anggota Komisi V DPR, Saleh Husein, menilai, tenggelamnya Kapal Motor  Roro Bahuga di Selat Sunda setelah bertabrakan dengan Kapal Tanker Norr  Gastar disebabkan pengawasan pihak kapal yang sangat lemah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/27/337/695794/asdp-harus-tanggung-jawab-terkait-tabrakan-kapal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/09/27/337/695794/asdp-harus-tanggung-jawab-terkait-tabrakan-kapal"/><item><title>ASDP Harus Tanggung Jawab Terkait Tabrakan Kapal</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/27/337/695794/asdp-harus-tanggung-jawab-terkait-tabrakan-kapal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/09/27/337/695794/asdp-harus-tanggung-jawab-terkait-tabrakan-kapal</guid><pubDate>Kamis 27 September 2012 11:37 WIB</pubDate><dc:creator>Yunisa Herawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/27/337/695794/OZzwXhuiWn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/27/337/695794/OZzwXhuiWn.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi V DPR, Saleh Husein, menilai, tenggelamnya Kapal Motor Roro Bahuga di Selat Sunda setelah bertabrakan dengan Kapal Tanker Norr Gastar disebabkan pengawasan pihak kapal yang sangat lemah.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Sebab, kata Saleh, berdasarkan hasil pemantauan Komisi V DPR bidang Infrastruktur dan Transportasi banyak penumpang yang mengeluh lantaran yang tertera di tiket bukan nama asli penumpang.
&amp;nbsp;
&quot;Pengawasannya begitu lemah, hal ini dianggap sepele. Malah hal sepele itu bisa mengakibatkan hal yang fatal, syukur untuk saat ini korban kapal sudah berhasil di evakuasi,&quot; ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/9/2012)
.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) harus bertanggung jawab terhadap kecelakaan tersebut yang menewaskan delapan orang.
&amp;nbsp;
&quot;Dalam kecelakaan ini yang harus bertanggung jawab ASDP, karena ASDP yang mengeluarkan tiket, tapi ketika kami berdialog dengan kepala cabang ASDP mereka mengatakan sudah melakukan sesuai prosedur,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut Saleh mengungkapkan, ASDP seharusnya membuat peraturan seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang memberlakukan sistem boarding pass. Dimana penumpang sama seperti yang nama yang tertera pada tiket. &quot;Seharusnya ASDP harus mengikuti PT KAI dalam menerapkan peraturan,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Bagi Saleh, PT KAI saat ini cukup berhasil dengan peraturan yang diterapkannya karena  peraturan tersebut juga patuhi oleh para penumpangnya.  &quot;ASDP harus tegas dengan pemberlakuan peraturan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi V DPR, Saleh Husein, menilai, tenggelamnya Kapal Motor Roro Bahuga di Selat Sunda setelah bertabrakan dengan Kapal Tanker Norr Gastar disebabkan pengawasan pihak kapal yang sangat lemah.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Sebab, kata Saleh, berdasarkan hasil pemantauan Komisi V DPR bidang Infrastruktur dan Transportasi banyak penumpang yang mengeluh lantaran yang tertera di tiket bukan nama asli penumpang.
&amp;nbsp;
&quot;Pengawasannya begitu lemah, hal ini dianggap sepele. Malah hal sepele itu bisa mengakibatkan hal yang fatal, syukur untuk saat ini korban kapal sudah berhasil di evakuasi,&quot; ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/9/2012)
.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) harus bertanggung jawab terhadap kecelakaan tersebut yang menewaskan delapan orang.
&amp;nbsp;
&quot;Dalam kecelakaan ini yang harus bertanggung jawab ASDP, karena ASDP yang mengeluarkan tiket, tapi ketika kami berdialog dengan kepala cabang ASDP mereka mengatakan sudah melakukan sesuai prosedur,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut Saleh mengungkapkan, ASDP seharusnya membuat peraturan seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang memberlakukan sistem boarding pass. Dimana penumpang sama seperti yang nama yang tertera pada tiket. &quot;Seharusnya ASDP harus mengikuti PT KAI dalam menerapkan peraturan,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Bagi Saleh, PT KAI saat ini cukup berhasil dengan peraturan yang diterapkannya karena  peraturan tersebut juga patuhi oleh para penumpangnya.  &quot;ASDP harus tegas dengan pemberlakuan peraturan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
