<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Didorong Memainkan New Renaissance Diplomacy</title><description>Indonesia, menurut Marwan, memiliki kewajiban karena mayoritas  penduduknya muslim serta secara geografis memiliki potensi besar untuk  memainkan peranan ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/27/339/695940/indonesia-didorong-memainkan-new-renaissance-diplomacy</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/09/27/339/695940/indonesia-didorong-memainkan-new-renaissance-diplomacy"/><item><title>Indonesia Didorong Memainkan New Renaissance Diplomacy</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/27/339/695940/indonesia-didorong-memainkan-new-renaissance-diplomacy</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/09/27/339/695940/indonesia-didorong-memainkan-new-renaissance-diplomacy</guid><pubDate>Kamis 27 September 2012 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/27/339/695940/h7WSu2Vwcl.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/27/339/695940/h7WSu2Vwcl.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Marwan Ja&amp;rsquo;far, mendorong pemerintah berperan lebih aktif dalam percaturan dunia, menyusul maraknya konflik akibat isu-isu toleransi antar agama, benturan antar peradaban, serta perebutan sumber daya energi.
&amp;nbsp;
Indonesia, menurut Marwan, memiliki kewajiban karena mayoritas penduduknya muslim serta secara geografis memiliki potensi besar untuk memainkan peranan ini. Selain itu, dahsyatnya benturan antar peradaban memerlukan penyelesaian yang komprehensif, humanis, dan proporsional.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami mendorong Indonesia melakukan gerakan new renaissance diplomacy sebagai komunikator, mediator, dan katalisator konflik yang melanda dunia internasional dewasa ini,&amp;rdquo; ujarnya kepada Okezone, Kamis (27/9/2012).
&amp;nbsp;
Pria asal Pati ini menyakini Indonesia dengan segala potensinya akan mampu memainkan peran penting di atas secara estetik, di tengah-tengah lompatan dan dinamika perubahan global yang serba cepat dan arus informasi yang sangat cepat pula melalui media massa.
&amp;nbsp;
Untuk itu, sambung Marwan, Fraksi PKB mendorong dan mendukung eksistensi serta peran Indonesia diberbagai forum internasional, termasuk sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa kali ini.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami mendorong Indonesia untuk menjadikan PBB sebagai kekuatan yang independen, bersikap adil, dan punya daya tekan untuk menjadikan arah dunia yang lebih baik dengan aturan main dan kebijakan-kebijakan yang bermanfaat bagi perdamaian dunia serta kesejahteraan umat manusia,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;nbsp;
Dalam kaitan ini, Marwan berharap Indonesia mampu menjadi 'jembatan' untuk menyuarakan dan membicarakan secara serius tentang kesetaraan, harmonisasi peradaban dengan hiruk pikuk dinamikanya, independensi kedaulatan negara-negara, pentingnya toleransi, dan hal-hal strategis lainnya. Tujuannya, demi kemaslahan dan kedamaian umat manusia di segala penjuru dunia.
&amp;nbsp;
Universalisme peradabaan dan kebudayaan, ujar Marwan, harus dibarengi dengan kebijakan-kebijakan yang menitikberatkan munculnya kekuatan-kekuatan menuju ke arah kebaikan dan menihilkan kekuatan-kekuatan yang dikembangkan untuk kejahatan.
&amp;nbsp;
Dengan demikian, terciptanya tatanan kebudayaan dan peradaban dunia melalui kebijakan-kebijakan yang adil, menjunjung tinggi kebersamaan dan kesetaraan, dan proporsional melalui forum bersama dunia akan terealisasi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebagai anak bangsa, kami optimistis Indonesia bisa memainkan peran aktif di forum-forum Internasional untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang dan khususnya untuk kepentingan rakyat Indonesia. Kami besama rakyat Indonesia mendorong dan mendukung Indonesia melaksanakan peran-peran terhormat itu untuk kepentingan bersama. Kami optimis Indonesia akan memainkan peran di dunia internasional secara spartan, estetik, tangguh dan berkarakter di masa sekarang dan di masa yang akan datang,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Marwan Ja&amp;rsquo;far, mendorong pemerintah berperan lebih aktif dalam percaturan dunia, menyusul maraknya konflik akibat isu-isu toleransi antar agama, benturan antar peradaban, serta perebutan sumber daya energi.
&amp;nbsp;
Indonesia, menurut Marwan, memiliki kewajiban karena mayoritas penduduknya muslim serta secara geografis memiliki potensi besar untuk memainkan peranan ini. Selain itu, dahsyatnya benturan antar peradaban memerlukan penyelesaian yang komprehensif, humanis, dan proporsional.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami mendorong Indonesia melakukan gerakan new renaissance diplomacy sebagai komunikator, mediator, dan katalisator konflik yang melanda dunia internasional dewasa ini,&amp;rdquo; ujarnya kepada Okezone, Kamis (27/9/2012).
&amp;nbsp;
Pria asal Pati ini menyakini Indonesia dengan segala potensinya akan mampu memainkan peran penting di atas secara estetik, di tengah-tengah lompatan dan dinamika perubahan global yang serba cepat dan arus informasi yang sangat cepat pula melalui media massa.
&amp;nbsp;
Untuk itu, sambung Marwan, Fraksi PKB mendorong dan mendukung eksistensi serta peran Indonesia diberbagai forum internasional, termasuk sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa kali ini.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami mendorong Indonesia untuk menjadikan PBB sebagai kekuatan yang independen, bersikap adil, dan punya daya tekan untuk menjadikan arah dunia yang lebih baik dengan aturan main dan kebijakan-kebijakan yang bermanfaat bagi perdamaian dunia serta kesejahteraan umat manusia,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;nbsp;
Dalam kaitan ini, Marwan berharap Indonesia mampu menjadi 'jembatan' untuk menyuarakan dan membicarakan secara serius tentang kesetaraan, harmonisasi peradaban dengan hiruk pikuk dinamikanya, independensi kedaulatan negara-negara, pentingnya toleransi, dan hal-hal strategis lainnya. Tujuannya, demi kemaslahan dan kedamaian umat manusia di segala penjuru dunia.
&amp;nbsp;
Universalisme peradabaan dan kebudayaan, ujar Marwan, harus dibarengi dengan kebijakan-kebijakan yang menitikberatkan munculnya kekuatan-kekuatan menuju ke arah kebaikan dan menihilkan kekuatan-kekuatan yang dikembangkan untuk kejahatan.
&amp;nbsp;
Dengan demikian, terciptanya tatanan kebudayaan dan peradaban dunia melalui kebijakan-kebijakan yang adil, menjunjung tinggi kebersamaan dan kesetaraan, dan proporsional melalui forum bersama dunia akan terealisasi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebagai anak bangsa, kami optimistis Indonesia bisa memainkan peran aktif di forum-forum Internasional untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang dan khususnya untuk kepentingan rakyat Indonesia. Kami besama rakyat Indonesia mendorong dan mendukung Indonesia melaksanakan peran-peran terhormat itu untuk kepentingan bersama. Kami optimis Indonesia akan memainkan peran di dunia internasional secara spartan, estetik, tangguh dan berkarakter di masa sekarang dan di masa yang akan datang,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
