<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prancis Siap Menindak Penista Agama</title><description>Prancis tidak akan ragu untuk mengusir pihak-pihak yang dinilai  mengancam keamanan negara itu dengan mengatasnamakan Islam. Hal tersebut  ditegaskan Menteri Dalam Negeri Prancis Manuel Valls.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/28/414/696214/prancis-siap-menindak-penista-agama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/09/28/414/696214/prancis-siap-menindak-penista-agama"/><item><title>Prancis Siap Menindak Penista Agama</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/28/414/696214/prancis-siap-menindak-penista-agama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/09/28/414/696214/prancis-siap-menindak-penista-agama</guid><pubDate>Jum'at 28 September 2012 08:48 WIB</pubDate><dc:creator>Khairisa Ferida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/28/414/696214/WxOYYXa9jj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Dalam Negeri Prancis Manuel Valls (Foto: stofftree)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/28/414/696214/WxOYYXa9jj.jpg</image><title>Menteri Dalam Negeri Prancis Manuel Valls (Foto: stofftree)</title></images><description>PARIS - Prancis tidak akan ragu untuk mengusir pihak-pihak yang dinilai mengancam keamanan negara itu dengan mengatasnamakan Islam. Hal tersebut ditegaskan Menteri Dalam Negeri Prancis Manuel Valls ketika meresmikan masjid terbesar yang pernah dibangun di negara itu.Valls juga menegaskan pemerintah akan berupaya maksimal untuk mengintegrasikan Muslim Prancis. Namun Mendagri itu mengingatkan Prancis tidak akan mentolerir pihak-pihak yang ingin menjadikan negara itu sebagai sarang kelompok militan.&quot;Islam mendapat tempat di Prancis karena warga Muslim Prancis adalah bagian dari negara ini,&quot; ujar Valls, seperti dikutip France24, Jumat (28/9/2012).Pembukaan Masjid Agung di Strasbourg ini juga dihadiri sejumlah pemuka agama Katolik, Yahudi dan Protestan. Masjid Agung yang dibangun sekira dua kilomter dari katedral Strasbourg ini kabarnya sanggup menampung 1.500 jamaah. Pembangunan Masjid ini memakan waktu 20 tahun. Sejumlah negara seperti Arab Saudi, Kuwait dan Maroko dilaporkan ikut membiayai pembangunan Masjid Agung ini.Dalam kesempatan yang sama Mendagri Prancis itu pun berjanji akan memberikan tindakan keras bagi kelompok militan, memperingatkan siapa saja khususnya aktivis asing yang menimbulkan masalah akan segera dideportasi.&quot;Prancis tidak akan ragu untuk mengusir orang-orang yang mengaku menganut Islam namun menjadi ancaman serius bagi ketertiban umum, mereka yang menjadi orang asing di negara kita namun tidak menghormati nilai-nilai dan hukum yang ada,&quot; tegas Valls.Namun disisi lain Valls menjanjikan hubungan harmonis dengan warga Muslim Prancis melalui pemberian bantuan pembangunan masjid dan pelatihan untuk para ulama.</description><content:encoded>PARIS - Prancis tidak akan ragu untuk mengusir pihak-pihak yang dinilai mengancam keamanan negara itu dengan mengatasnamakan Islam. Hal tersebut ditegaskan Menteri Dalam Negeri Prancis Manuel Valls ketika meresmikan masjid terbesar yang pernah dibangun di negara itu.Valls juga menegaskan pemerintah akan berupaya maksimal untuk mengintegrasikan Muslim Prancis. Namun Mendagri itu mengingatkan Prancis tidak akan mentolerir pihak-pihak yang ingin menjadikan negara itu sebagai sarang kelompok militan.&quot;Islam mendapat tempat di Prancis karena warga Muslim Prancis adalah bagian dari negara ini,&quot; ujar Valls, seperti dikutip France24, Jumat (28/9/2012).Pembukaan Masjid Agung di Strasbourg ini juga dihadiri sejumlah pemuka agama Katolik, Yahudi dan Protestan. Masjid Agung yang dibangun sekira dua kilomter dari katedral Strasbourg ini kabarnya sanggup menampung 1.500 jamaah. Pembangunan Masjid ini memakan waktu 20 tahun. Sejumlah negara seperti Arab Saudi, Kuwait dan Maroko dilaporkan ikut membiayai pembangunan Masjid Agung ini.Dalam kesempatan yang sama Mendagri Prancis itu pun berjanji akan memberikan tindakan keras bagi kelompok militan, memperingatkan siapa saja khususnya aktivis asing yang menimbulkan masalah akan segera dideportasi.&quot;Prancis tidak akan ragu untuk mengusir orang-orang yang mengaku menganut Islam namun menjadi ancaman serius bagi ketertiban umum, mereka yang menjadi orang asing di negara kita namun tidak menghormati nilai-nilai dan hukum yang ada,&quot; tegas Valls.Namun disisi lain Valls menjanjikan hubungan harmonis dengan warga Muslim Prancis melalui pemberian bantuan pembangunan masjid dan pelatihan untuk para ulama.</content:encoded></item></channel></rss>
