<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Rusia Bukan Penentu Masa Depan Georgia&quot;</title><description>Presiden Georgia Mikhail Saakashvili menggalar aksi kampanye di stadion,  sebelum menghadapi pemilu parlemen mendatang. Saakashvili pun  menyinggung Perang Georgia dan Rusia pada 2008 silam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/29/414/696789/rusia-bukan-penentu-masa-depan-georgia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/09/29/414/696789/rusia-bukan-penentu-masa-depan-georgia"/><item><title>&quot;Rusia Bukan Penentu Masa Depan Georgia&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/09/29/414/696789/rusia-bukan-penentu-masa-depan-georgia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/09/29/414/696789/rusia-bukan-penentu-masa-depan-georgia</guid><pubDate>Sabtu 29 September 2012 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/29/414/696789/5NRQ1pEyxU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Presiden Georgia Mikhail Saakashvili (ctv) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/29/414/696789/5NRQ1pEyxU.jpg</image><title>Foto : Presiden Georgia Mikhail Saakashvili (ctv) </title></images><description>TBLISI - Presiden Georgia Mikhail Saakashvili menggalar aksi kampanye di stadion, sebelum menghadapi pemilu parlemen mendatang. Saakashvili pun menyinggung Perang Georgia dan Rusia pada 2008 silam.&quot;Masa depan Georgia tidak bisa ditentukan dengan uang dan tank Rusia, melainkan oleh warga Georgia sendiri,&quot; ujar Saakashvili di depan 55 ribu pendukungnya, seperti dikutip VOA, Sabtu (29/9/2012).Di bawah Konstitusi Georgia, banyak mantan-mantan presiden yang akhirnya memutuskan untuk menjabat sebagai perdana menteri. Pemilu Parlemen Georgia juga akan dilaksanakan pada Senin depan dan Saakashvili harus berhadapan dengan miliuner Bidzina (Boris) Ivanishvili beserta koalisinya.Ivanishvili membangun koalisi yang bernama Impian Georgia. Pria terkaya di Georgia itu mencoba keberuntungannya untuk berkecimpung dalam ranah politik negeri bekas Uni Soviet itu. Selama ini, Ivanishvili menghabiskan dananya untuk membuat iklan-iklan kampanye di televisi, dan membangun koalisi anti-Saakashvili. Media pun sempat menduga Ivanishvili adalah seorang yang suidah disiapkan Rusia untuk memimpin Georgia. Ivanishvili merespons perkataan itu dengan canda dan mengatakan bahwa, bila dirinya adalah agen Kremlin, dia adalah agen terbaik di Georgia. Ivanishvili juga memiliki cita-cita yang sama dengan Saakashvili yaitu, memasukkan Georgia ke North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan Uni Eropa.Namun Ivanishvili tetap berupaya membina hubungan baik dengan Negeri Beruang Merah. Ivanishvili juga mendapat dukungan dari mantan Presiden Georgia Eduard Shevardnadze.Saat ini, miliuner dengan kekayaan sebesar USD5,5 miliar atau sekira Rp52 triliun itu masih menyandang kewarganegaraan Prancis. Namun Parlemen Georgia mengamandemen konstitusinya pada Mei lalu dan memperbolehkan seorang berkewarganegaraan Uni Eropa untuk ikut mencalonkan diri dalam pemilu atau pilpres.</description><content:encoded>TBLISI - Presiden Georgia Mikhail Saakashvili menggalar aksi kampanye di stadion, sebelum menghadapi pemilu parlemen mendatang. Saakashvili pun menyinggung Perang Georgia dan Rusia pada 2008 silam.&quot;Masa depan Georgia tidak bisa ditentukan dengan uang dan tank Rusia, melainkan oleh warga Georgia sendiri,&quot; ujar Saakashvili di depan 55 ribu pendukungnya, seperti dikutip VOA, Sabtu (29/9/2012).Di bawah Konstitusi Georgia, banyak mantan-mantan presiden yang akhirnya memutuskan untuk menjabat sebagai perdana menteri. Pemilu Parlemen Georgia juga akan dilaksanakan pada Senin depan dan Saakashvili harus berhadapan dengan miliuner Bidzina (Boris) Ivanishvili beserta koalisinya.Ivanishvili membangun koalisi yang bernama Impian Georgia. Pria terkaya di Georgia itu mencoba keberuntungannya untuk berkecimpung dalam ranah politik negeri bekas Uni Soviet itu. Selama ini, Ivanishvili menghabiskan dananya untuk membuat iklan-iklan kampanye di televisi, dan membangun koalisi anti-Saakashvili. Media pun sempat menduga Ivanishvili adalah seorang yang suidah disiapkan Rusia untuk memimpin Georgia. Ivanishvili merespons perkataan itu dengan canda dan mengatakan bahwa, bila dirinya adalah agen Kremlin, dia adalah agen terbaik di Georgia. Ivanishvili juga memiliki cita-cita yang sama dengan Saakashvili yaitu, memasukkan Georgia ke North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan Uni Eropa.Namun Ivanishvili tetap berupaya membina hubungan baik dengan Negeri Beruang Merah. Ivanishvili juga mendapat dukungan dari mantan Presiden Georgia Eduard Shevardnadze.Saat ini, miliuner dengan kekayaan sebesar USD5,5 miliar atau sekira Rp52 triliun itu masih menyandang kewarganegaraan Prancis. Namun Parlemen Georgia mengamandemen konstitusinya pada Mei lalu dan memperbolehkan seorang berkewarganegaraan Uni Eropa untuk ikut mencalonkan diri dalam pemilu atau pilpres.</content:encoded></item></channel></rss>
