<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar dari Sistem Pendidikan Jepang</title><description>Untuk maju,  sebuah negara tidak dapat terlepas dari perkembangan dan  pembaruan sistem  pendidikan di negara tersebut. Sistem pendidikan  yang berlaku di Jepang ternyata memberikan  kontribusi yang signifikan dalam  pertumbuhan ekonomi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/01/373/697406/belajar-dari-sistem-pendidikan-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/01/373/697406/belajar-dari-sistem-pendidikan-jepang"/><item><title>Belajar dari Sistem Pendidikan Jepang</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/01/373/697406/belajar-dari-sistem-pendidikan-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/01/373/697406/belajar-dari-sistem-pendidikan-jepang</guid><pubDate>Senin 01 Oktober 2012 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Margaret Puspitarini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/01/373/697406/Pwdi5Zn218.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/01/373/697406/Pwdi5Zn218.jpg</image><title>Ilustrasi : Corbis</title></images><description>JAKARTA - Untuk maju,  sebuah negara tidak dapat terlepas dari perkembangan dan pembaruan sistem  pendidikan di negara tersebut. Contoh nyata adalah Jepang. Sistem pendidikan  yang berlaku di Jepang ternyata memberikan kontribusi yang signifikan dalam  mendukung pertumbuhan ekonomi yang pesat di Negara Matahari Terbit  itu.
&amp;nbsp;
Demikian disampaikan  dosen tamu, seorang ahli mengenai comparative  education dari Hiroshima University Jepang Yutaka Otsuka pada kuliah  umum di PPs Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pada kesempatan tersebut,  Otsuka mengupas secara mendalam perkembangan sistem pendidikan di Jepang sejak  awal hingga sekarang.
&amp;nbsp;
Menurut Otsuka,  pendidikan adalah hak setiap orang tanpa memandang adanya perbedaan status  sosial maupun latar belakang. Sebagai contohnya, lanjutnya, beberapa sekolah  yang berdiri di abad 15-17 dan berperan penting dalam pengembangan kebijakan  pendidikan di Jepang, misalnya Sekolah Ashikaga di Perfektur  Tochigi.
&amp;nbsp;
&quot;Saat itu, sekolah  tersebut menawarkan jenjang pendidikan tertinggi di Jepang dan siswanya berasal  dari kalangan atas. Sekarang, bangunan sekolah ini dipergunakan sebagai  perpustakaan yang khusus menyimpan karya-karya klasik China,&quot; papar Otsuka,  seperti dilansir dari situs UNY, Senin (1/10/2012).
&amp;nbsp;
Selain sekolah  Ashikaga, Otsuka juga menyampaikan keberadaan sekolah-sekolah lain di masa  tersebut yang banyak dipengaruhi oleh agama, yaitu Sekolah Budha dan Kristen.  &quot;Sekolah Budha di Five Zen Temples adalah sekolah khusus untuk calon bhiksu.  Sekolah tersebut cukup berpengaruh pada masa itu dalam pemerintahan di Jepang.  Sementara Sekolah Kristen yang juga ada pada masa tersebut membawa ide baru bagi  sistem pendidikan di Jepang dengan membawa paham bahwa pendidikan terbuka bagi  siapa saja, bukan hanya kalangan tertentu,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Dia menjelaskan,  berbagai isu pendidikan yang berkembang kala itu antara lain adanya pemahaman  yang bias terhadap budaya tradisional, diskriminasi karena adanya kelas-kelas  sosial, belum adanya standar yang jelas mengenai durasi pendidikan di tiap  jenjang, serta isi kurikulum dan evaluasi terhadap siswa.
&amp;nbsp;
Pada perkembangan  selanjutnya, di akhir abad 19, sistem pendidikan di Jepang semakin terbuka untuk  semua kalangan siswa. Sistem pendidikan modern yang pertama di Jepang adalah  Gakusei, dengan fokus utama pada pengembangan pribadi siswa secara akademik  maupun non-akademik.
&amp;nbsp;
&quot;Sejak masa tersebut,  pemerintah mengalokasikan dana yang banyak per tahun untuk pendidikan dan mulai  menerapkan standarisasi mengenai jenjang pendidikan, fasilitas, struktur  sekolah, hingga kurikulum dan materi pembelajaran. Tidak lupa pula disisipkan  berbagai nilai sosial dan budaya kepada siswa dengan tujuan terbentuknya sistem  pendidikan yang berakar pada budaya dan karakteristik bangsa,&quot; tutur  Otsaka.
&amp;nbsp;
Presiden Japan  Comparative Education Society ini menyampaikan, di Jepang, nilai-nilai moral  penting untuk ditanamkan pada siswa, mengingat fenomena bunuh diri di kalangan  siswa yang angkanya cukup tinggi. &quot;Pembinaan karakter merupakan salah satu hal  yang ditonjolkan dalam sistem pendidikan di sana,&quot;  tandasnya.
&amp;nbsp;
Selain itu, prioritas  utama dalam pendidikan modern di Jepang saat ini adalah tercapainya keharmonisan  antara sikap pribadi siswa dan kemampuan mereka untuk bekerjasama dengan orang  lain. Hal itu tampak pula dalam pembelajaran di kelas. Misalnya, melalui  berbagai aktivitas yang didesain untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam  kelompok untuk menumbuhkan tanggung jawab mereka sebagai individu sekaligus  anggota kelompok.
&amp;nbsp;
Saat ini, 90 persen  pemuda Jepang kuliah di perguruan tinggi, baik universitas maupun technical college. Untuk meningkatkan kualitas  pendidikan, khusus untuk calon guru, pemerintah Jepang membekali mahasiswa  dengan training khusus yang wajib  mereka ikuti. Training tersebut  diselenggarakan setiap tahun dan biayanya ditanggung oleh  pemerintah.
&amp;nbsp;
Di akhir kuliah umum  tersebut, Otsuka menggarisbawahi, pendidikan merupakan hal yang penting bagi  perkembangan suatu bangsa. &quot;Oleh karena itu, penting pula untuk mempelajari  berbagai hal terkini yang berkaitan dengan pendidikan baik yang terjadi di  negara tersebut maupun di negara lain,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Untuk maju,  sebuah negara tidak dapat terlepas dari perkembangan dan pembaruan sistem  pendidikan di negara tersebut. Contoh nyata adalah Jepang. Sistem pendidikan  yang berlaku di Jepang ternyata memberikan kontribusi yang signifikan dalam  mendukung pertumbuhan ekonomi yang pesat di Negara Matahari Terbit  itu.
&amp;nbsp;
Demikian disampaikan  dosen tamu, seorang ahli mengenai comparative  education dari Hiroshima University Jepang Yutaka Otsuka pada kuliah  umum di PPs Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pada kesempatan tersebut,  Otsuka mengupas secara mendalam perkembangan sistem pendidikan di Jepang sejak  awal hingga sekarang.
&amp;nbsp;
Menurut Otsuka,  pendidikan adalah hak setiap orang tanpa memandang adanya perbedaan status  sosial maupun latar belakang. Sebagai contohnya, lanjutnya, beberapa sekolah  yang berdiri di abad 15-17 dan berperan penting dalam pengembangan kebijakan  pendidikan di Jepang, misalnya Sekolah Ashikaga di Perfektur  Tochigi.
&amp;nbsp;
&quot;Saat itu, sekolah  tersebut menawarkan jenjang pendidikan tertinggi di Jepang dan siswanya berasal  dari kalangan atas. Sekarang, bangunan sekolah ini dipergunakan sebagai  perpustakaan yang khusus menyimpan karya-karya klasik China,&quot; papar Otsuka,  seperti dilansir dari situs UNY, Senin (1/10/2012).
&amp;nbsp;
Selain sekolah  Ashikaga, Otsuka juga menyampaikan keberadaan sekolah-sekolah lain di masa  tersebut yang banyak dipengaruhi oleh agama, yaitu Sekolah Budha dan Kristen.  &quot;Sekolah Budha di Five Zen Temples adalah sekolah khusus untuk calon bhiksu.  Sekolah tersebut cukup berpengaruh pada masa itu dalam pemerintahan di Jepang.  Sementara Sekolah Kristen yang juga ada pada masa tersebut membawa ide baru bagi  sistem pendidikan di Jepang dengan membawa paham bahwa pendidikan terbuka bagi  siapa saja, bukan hanya kalangan tertentu,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Dia menjelaskan,  berbagai isu pendidikan yang berkembang kala itu antara lain adanya pemahaman  yang bias terhadap budaya tradisional, diskriminasi karena adanya kelas-kelas  sosial, belum adanya standar yang jelas mengenai durasi pendidikan di tiap  jenjang, serta isi kurikulum dan evaluasi terhadap siswa.
&amp;nbsp;
Pada perkembangan  selanjutnya, di akhir abad 19, sistem pendidikan di Jepang semakin terbuka untuk  semua kalangan siswa. Sistem pendidikan modern yang pertama di Jepang adalah  Gakusei, dengan fokus utama pada pengembangan pribadi siswa secara akademik  maupun non-akademik.
&amp;nbsp;
&quot;Sejak masa tersebut,  pemerintah mengalokasikan dana yang banyak per tahun untuk pendidikan dan mulai  menerapkan standarisasi mengenai jenjang pendidikan, fasilitas, struktur  sekolah, hingga kurikulum dan materi pembelajaran. Tidak lupa pula disisipkan  berbagai nilai sosial dan budaya kepada siswa dengan tujuan terbentuknya sistem  pendidikan yang berakar pada budaya dan karakteristik bangsa,&quot; tutur  Otsaka.
&amp;nbsp;
Presiden Japan  Comparative Education Society ini menyampaikan, di Jepang, nilai-nilai moral  penting untuk ditanamkan pada siswa, mengingat fenomena bunuh diri di kalangan  siswa yang angkanya cukup tinggi. &quot;Pembinaan karakter merupakan salah satu hal  yang ditonjolkan dalam sistem pendidikan di sana,&quot;  tandasnya.
&amp;nbsp;
Selain itu, prioritas  utama dalam pendidikan modern di Jepang saat ini adalah tercapainya keharmonisan  antara sikap pribadi siswa dan kemampuan mereka untuk bekerjasama dengan orang  lain. Hal itu tampak pula dalam pembelajaran di kelas. Misalnya, melalui  berbagai aktivitas yang didesain untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam  kelompok untuk menumbuhkan tanggung jawab mereka sebagai individu sekaligus  anggota kelompok.
&amp;nbsp;
Saat ini, 90 persen  pemuda Jepang kuliah di perguruan tinggi, baik universitas maupun technical college. Untuk meningkatkan kualitas  pendidikan, khusus untuk calon guru, pemerintah Jepang membekali mahasiswa  dengan training khusus yang wajib  mereka ikuti. Training tersebut  diselenggarakan setiap tahun dan biayanya ditanggung oleh  pemerintah.
&amp;nbsp;
Di akhir kuliah umum  tersebut, Otsuka menggarisbawahi, pendidikan merupakan hal yang penting bagi  perkembangan suatu bangsa. &quot;Oleh karena itu, penting pula untuk mempelajari  berbagai hal terkini yang berkaitan dengan pendidikan baik yang terjadi di  negara tersebut maupun di negara lain,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
