<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Masih Miskin Implementasi Kebijakan</title><description>Sejauh ini konsep pro job, pro growth dan pro poor belum terlihat dari program atau kebijakan yang ada.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/03/339/698651/pemerintah-masih-miskin-implementasi-kebijakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/03/339/698651/pemerintah-masih-miskin-implementasi-kebijakan"/><item><title>Pemerintah Masih Miskin Implementasi Kebijakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/03/339/698651/pemerintah-masih-miskin-implementasi-kebijakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/03/339/698651/pemerintah-masih-miskin-implementasi-kebijakan</guid><pubDate>Rabu 03 Oktober 2012 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/03/339/698651/AFMrvNSiRa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/03/339/698651/AFMrvNSiRa.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Poempida Hidayatulloh berpendapat bahwa pemerintah tidak pernah mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang sudah dibuat untuk kepentingan rakyat.
&amp;nbsp;
Menurutnya, sejauh ini konsep pro job, pro growth dan pro poor belum terlihat dari program atau kebijakan yang ada. &amp;ldquo;Sejauh ini konsep tersebut belum terlihat. Pemerintah harus tetap mengimplementasikan konsep tersebut dari grand design yang telah dicanangkan,&amp;rdquo; katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/10/2012).
&amp;nbsp;
Berkaitan dengan kebijakan, lanjutnya, yang terpenting adalah pelaksanaan dibarengi pengawasan, bukan malah sebaliknya.
&amp;nbsp;
Dia mencontohkan, dalam rapat pembahasan anggaran tercermin bahwa alokasi dana untuk pengawasan lebih kepada hitungan kualitas semata-mata. Padahal, seharusnya ada sinergitas antara kualitas dan kuantitas. Hal ini terjadi dalam kasus regulasi ketenagakerjaan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kurangnya pengawasan karena adanya kelemahan sosialisasi dalam konteks pekerjaan atau tenaga kerja yang dimaksud sebagai outsourcing, karena yang diatur undang-undang adalah pekerjaannya, bukan tenaga kerjanya yang sebagai outsourcing,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, dia mengatakan walaupun pemerintah mengatakan pertumbuhan ekonomi meningkat, namun hal tersebut tidak ada korelasi dengan kesejahteraan buruh karena tidak kebutuhan hidup layak mereka belum terpenuhi.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Poempida Hidayatulloh berpendapat bahwa pemerintah tidak pernah mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang sudah dibuat untuk kepentingan rakyat.
&amp;nbsp;
Menurutnya, sejauh ini konsep pro job, pro growth dan pro poor belum terlihat dari program atau kebijakan yang ada. &amp;ldquo;Sejauh ini konsep tersebut belum terlihat. Pemerintah harus tetap mengimplementasikan konsep tersebut dari grand design yang telah dicanangkan,&amp;rdquo; katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/10/2012).
&amp;nbsp;
Berkaitan dengan kebijakan, lanjutnya, yang terpenting adalah pelaksanaan dibarengi pengawasan, bukan malah sebaliknya.
&amp;nbsp;
Dia mencontohkan, dalam rapat pembahasan anggaran tercermin bahwa alokasi dana untuk pengawasan lebih kepada hitungan kualitas semata-mata. Padahal, seharusnya ada sinergitas antara kualitas dan kuantitas. Hal ini terjadi dalam kasus regulasi ketenagakerjaan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kurangnya pengawasan karena adanya kelemahan sosialisasi dalam konteks pekerjaan atau tenaga kerja yang dimaksud sebagai outsourcing, karena yang diatur undang-undang adalah pekerjaannya, bukan tenaga kerjanya yang sebagai outsourcing,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, dia mengatakan walaupun pemerintah mengatakan pertumbuhan ekonomi meningkat, namun hal tersebut tidak ada korelasi dengan kesejahteraan buruh karena tidak kebutuhan hidup layak mereka belum terpenuhi.</content:encoded></item></channel></rss>
