<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tokoh Parpol Diminta Buka Mata Dukung Kaum Muda di 2014 </title><description>Kaum muda sudah saatnya memberikan kontribusi besar terhadap negara  dengan jadi pemimpin dan ikut bertarung dalam pemilihan presiden pada  2014 mendatang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/04/339/698885/tokoh-parpol-diminta-buka-mata-dukung-kaum-muda-di-2014</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/04/339/698885/tokoh-parpol-diminta-buka-mata-dukung-kaum-muda-di-2014"/><item><title>Tokoh Parpol Diminta Buka Mata Dukung Kaum Muda di 2014 </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/04/339/698885/tokoh-parpol-diminta-buka-mata-dukung-kaum-muda-di-2014</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/04/339/698885/tokoh-parpol-diminta-buka-mata-dukung-kaum-muda-di-2014</guid><pubDate>Kamis 04 Oktober 2012 07:40 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Kusumaningrum</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/04/339/698885/GQugEqmoNl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/04/339/698885/GQugEqmoNl.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Kaum muda sudah saatnya memberikan kontribusi besar terhadap negara dengan jadi pemimpin dan ikut bertarung dalam pemilihan presiden pada 2014 mendatang.&quot;Menjadi pemimpin di Indonesia tidaklah mudah, bisa saja dari anak muda, siapa tahu dari situ membawa angin perubahan, karena pemimpin muda dapat memberikan inovasi,&quot; Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN), Saleh Partaonan Daulay saat berbincang dengan Okezone, Kamis (4/10/2012).Figur berkualitas untuk menjadi pemimpin, lanjut dia, bisa berasal dari kalangan usahawan maupun organisasi non-pemerintah. &quot;Untuk menyebutkan kriteria tersebut, saya kira objektif muncul (Pilpres 2014),&quot; terang Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu.Sementara Ketua Umum Forum Keluarga Besar (FKB) Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI 1966)&amp;nbsp; Bambang Heryanto menyatakan momentum Pilpres 2014 sangat tepat untuk memunculkan capres dan cawapres dari kalangan muda.&quot;Usulan sejumlah partai seperti Golkar untuk merekrut cawapres dari kalangan muda harus kita apresiasi untuk memuluskan proses regenerasi di negeri yang kita cintai ini,&amp;rdquo; kata Bambang.Bambang berpendapat bahwa transisi kepemimpinan bangsa ini tepat dilakukan saat Pilpres 2014 nanti. Bila tidak, maka akan terjadi&amp;nbsp; proses kemunduran dalam regenerasi.&quot;Banyak figur-figur berkualitas dari kalangan muda yang potensial dan memiliki pengalaman yang baik di masyarakat maupun pemerintahan. Jangan sampai potensi mereka terbonsai karena tidak ada peluang yang diberikan,&quot; ujarnya.Bambang juga menilai sejumlah nama pantas menjadi calon wakil presiden seperti Puan Maharani (PDIP), Anies R Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang dikenal dengan Ibas (Partai Demokrat), Yenny Wahid (PKBIB), Moh Jumhur Hidayat (Kepala BNP2TKI), serta Jeffrie Geovanie (Partai NasDem).Menurut Bambang,&amp;nbsp; tokoh-tokoh muda tersebut sudah cukup dikenal masyarakat dan terbukti memiliki rekam jejak yang baik. Jika mereka diberi kesempatan untuk tampil maka Pilpres akan lebih dinamis dan mengakomodasi keinginan rakyat.&quot;Kita harus belajar dari berbagai Pilkada, ternyata pilihan partai politik seringkali berbeda dengan pilihan rakyat. Saatnya tokoh-tokoh parpol membuka mata dan memberi pilihan yang lebih berwarna kepada rakyat agar rakyat tidak apatis terhadap partai politik,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kaum muda sudah saatnya memberikan kontribusi besar terhadap negara dengan jadi pemimpin dan ikut bertarung dalam pemilihan presiden pada 2014 mendatang.&quot;Menjadi pemimpin di Indonesia tidaklah mudah, bisa saja dari anak muda, siapa tahu dari situ membawa angin perubahan, karena pemimpin muda dapat memberikan inovasi,&quot; Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN), Saleh Partaonan Daulay saat berbincang dengan Okezone, Kamis (4/10/2012).Figur berkualitas untuk menjadi pemimpin, lanjut dia, bisa berasal dari kalangan usahawan maupun organisasi non-pemerintah. &quot;Untuk menyebutkan kriteria tersebut, saya kira objektif muncul (Pilpres 2014),&quot; terang Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu.Sementara Ketua Umum Forum Keluarga Besar (FKB) Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI 1966)&amp;nbsp; Bambang Heryanto menyatakan momentum Pilpres 2014 sangat tepat untuk memunculkan capres dan cawapres dari kalangan muda.&quot;Usulan sejumlah partai seperti Golkar untuk merekrut cawapres dari kalangan muda harus kita apresiasi untuk memuluskan proses regenerasi di negeri yang kita cintai ini,&amp;rdquo; kata Bambang.Bambang berpendapat bahwa transisi kepemimpinan bangsa ini tepat dilakukan saat Pilpres 2014 nanti. Bila tidak, maka akan terjadi&amp;nbsp; proses kemunduran dalam regenerasi.&quot;Banyak figur-figur berkualitas dari kalangan muda yang potensial dan memiliki pengalaman yang baik di masyarakat maupun pemerintahan. Jangan sampai potensi mereka terbonsai karena tidak ada peluang yang diberikan,&quot; ujarnya.Bambang juga menilai sejumlah nama pantas menjadi calon wakil presiden seperti Puan Maharani (PDIP), Anies R Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang dikenal dengan Ibas (Partai Demokrat), Yenny Wahid (PKBIB), Moh Jumhur Hidayat (Kepala BNP2TKI), serta Jeffrie Geovanie (Partai NasDem).Menurut Bambang,&amp;nbsp; tokoh-tokoh muda tersebut sudah cukup dikenal masyarakat dan terbukti memiliki rekam jejak yang baik. Jika mereka diberi kesempatan untuk tampil maka Pilpres akan lebih dinamis dan mengakomodasi keinginan rakyat.&quot;Kita harus belajar dari berbagai Pilkada, ternyata pilihan partai politik seringkali berbeda dengan pilihan rakyat. Saatnya tokoh-tokoh parpol membuka mata dan memberi pilihan yang lebih berwarna kepada rakyat agar rakyat tidak apatis terhadap partai politik,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
