<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Minta BPK Tindaklanjuti Perjalanan Dinas Fiktif PNS</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK) untuk menindaklanjuti perjalanan dinas fiktif yang banyak  dilakukan oleh pegawai negeri sipil (PNS) di sejumlah kementerian dan  lembaga negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/04/339/699103/sby-minta-bpk-tindaklanjuti-perjalanan-dinas-fiktif-pns</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/04/339/699103/sby-minta-bpk-tindaklanjuti-perjalanan-dinas-fiktif-pns"/><item><title>SBY Minta BPK Tindaklanjuti Perjalanan Dinas Fiktif PNS</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/04/339/699103/sby-minta-bpk-tindaklanjuti-perjalanan-dinas-fiktif-pns</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/04/339/699103/sby-minta-bpk-tindaklanjuti-perjalanan-dinas-fiktif-pns</guid><pubDate>Kamis 04 Oktober 2012 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/04/339/699103/3ansFguwVR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi PNS (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/04/339/699103/3ansFguwVR.jpg</image><title>ilustrasi PNS (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menindaklanjuti perjalanan dinas fiktif yang banyak dilakukan oleh pegawai negeri sipil (PNS) di sejumlah kementerian dan lembaga negara.&quot;Secara umum kami cuma katakan ada juga hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu pengadaan barang dan jasa, antara lain perjalanan dinas. (SBY mengatakan) Silakan tindak sesuai ketentuan,&quot; ujar Ketua BPK, Hadi Purnomo di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta, Kamis (4/10/2012).Atas permintaan tersebut, Hadi berjanji akan segera menindaklanjuti &quot;Tentu semua akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan,&quot; tuturnya.Hadi menambahkan, kasus ini menyangkut sistem. Oleh karenanya, untuk memperbaiki sistem maka pihaknya meminta semua pengelola keuangan negara mengotomatiskan semua biaya perjalanan dinas, sehingga perjalanan dinas cocok dengan data sumber. &quot;Sehingga otomatis bisa ketahuan,&quot; katanya.Lebih lanjut Hadi menjelaskan bahwa pemicu dari maraknya perjalanan dinas fiktif lantaran adanya oknum PNS tertentu yang telah menyiapkan tiket palsu.&quot;Oknum bisa saja mungkin menyiapkan tiket yang palsu, dokumen palsu. Bisa saja. Itu bukan tugas kita. Tapi ini bisa diatasi. Kalau masing-masing membuat otomatis,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menindaklanjuti perjalanan dinas fiktif yang banyak dilakukan oleh pegawai negeri sipil (PNS) di sejumlah kementerian dan lembaga negara.&quot;Secara umum kami cuma katakan ada juga hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu pengadaan barang dan jasa, antara lain perjalanan dinas. (SBY mengatakan) Silakan tindak sesuai ketentuan,&quot; ujar Ketua BPK, Hadi Purnomo di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta, Kamis (4/10/2012).Atas permintaan tersebut, Hadi berjanji akan segera menindaklanjuti &quot;Tentu semua akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan,&quot; tuturnya.Hadi menambahkan, kasus ini menyangkut sistem. Oleh karenanya, untuk memperbaiki sistem maka pihaknya meminta semua pengelola keuangan negara mengotomatiskan semua biaya perjalanan dinas, sehingga perjalanan dinas cocok dengan data sumber. &quot;Sehingga otomatis bisa ketahuan,&quot; katanya.Lebih lanjut Hadi menjelaskan bahwa pemicu dari maraknya perjalanan dinas fiktif lantaran adanya oknum PNS tertentu yang telah menyiapkan tiket palsu.&quot;Oknum bisa saja mungkin menyiapkan tiket yang palsu, dokumen palsu. Bisa saja. Itu bukan tugas kita. Tapi ini bisa diatasi. Kalau masing-masing membuat otomatis,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
